03.Dia Berbeda

190 7 0
                                        

● Stay loyal, but not stupid ●

---

Keesokan harinya, seperti yang Alin katakan kemarin, ia datang ke kelas XI MIPA 1 bersama Kheyes dan Sandra untuk menemui Bela.

Kheyes membuka suara lebih dulu.
"Mana yang namanya Isabela Alena?" tanyanya sambil melirik seisi kelas.

Semua murid tampak kebingungan, termasuk Olivia yang duduk di sebelah Bela. Setelah beberapa detik saling memandang, mereka serentak menunjuk ke arah Bela.

Alin, Kheyes, dan Sandra pun menghampirinya.

"Sorry ya kalau kedatangan kita bikin kamu risih," ucap Alin sopan.
"Gak papa," jawab Bela singkat.

Alin lalu memberi kode kepada Sandra untuk langsung ke inti tujuan.
"Oke, to the point aja ya. Kita ke sini buat ngajak lo join ekskul cheerleader. Mumpung ketuanya Alin, dia pengen banget rekrut lo jadi member baru," jelas Sandra bersemangat.

Olivia tampak syok. Jadi anggota cheerleader adalah impiannya sejak kelas 10. Tapi berkali-kali ia ditolak. Jujur saja, ada rasa iri saat mendengar sahabat barunya justru ditawari masuk. Tapi ia tetap tersenyum simpul dan memberi tatapan seolah berkata, "Ayo, terima aja, Bela."

Namun jawaban Bela mengejutkan semua orang.

> "Gue gak niat ikut ekskul."

Seisi kelas terdiam.
Menolak tawaran masuk cheerleader? Itu impian setiap cewek di Angkasa High School.

Alin, Kheyes, dan Sandra saling berpandangan tidak percaya.
"Ohh gitu... yaudah. Thanks ya. Yuk guys, cabut," kata Alin santai, meski terdengar agak kecewa.

Setelah mereka pergi, murid-murid langsung berkerumun di sekitar Bela, membanjirinya dengan pertanyaan yang membuatnya risih. Tanpa pikir panjang, Bela memilih keluar kelas. Olivia cepat-cepat menyusulnya.

---

Di Kantin...

Mereka duduk di salah satu sudut kantin. Olivia terlihat antusias menonton sebuah 'pertunjukan' yang menurut Bela... membosankan.

Seorang cewek berambut dikuncir dua, memakai kacamata, dan membawa buku sedang di-bully oleh Claudia, Nevy, Luvena, dan Rachel. Cewek itu-Randa-terlambat membelikan makanan untuk mereka, dan itu cukup jadi alasan untuk merundungnya.

> "Kalo udah culun, minimal jangan lemot dong," cibir Claudia sambil memutar matanya.

Luvena merampas kacamata Randa dan menginjaknya. Air mata langsung tumpah. Nevy dan Rachel melempar bukunya ke tong sampah sambil menertawakannya.

Semua yang ada di kantin hanya diam. Tak ada yang berani melawan Claudia Girls.

Tiba-tiba kantin jadi hening.
Death Boys dan Cheerleader Girls datang dan duduk di tempat biasa mereka. Mr Ly dan Alin hanya geleng-geleng melihat kejadian itu. Kris justru tertawa pelan menikmati 'tontonan'. Sedangkan Irel? Ia tetap diam, tak peduli.

Namun, Malvin, waket dari Death dan ketua OSIS Angkasa High School, tidak tinggal diam. Ia diam-diam menaruh perhatian pada Randa sejak kelas 10, meskipun tak pernah berani mengungkapkan.

Ia mendekat.

> Brak! Claudia terdorong dan jatuh.

> "Awww! Maksud lo apa sih?!" bentak Claudia, dibantu berdiri oleh teman-temannya.

> "Maksud lo dan geng lo apaan? Mau jadi penguasa sekolah?" tanya Malvin tajam.

> "Hmm... ada pahlawan si culun," sindir Nevy.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang