42.Bersatu

42 1 0
                                        


Sudah seminggu berlalu sejak para siswa-siswi Angkasa High School menyelesaikan ujian semester ganjil.

Begitu juga dengan Irel. Sudah seminggu ia tidak tahu kabar Bela, pacarnya. Hal itu jelas memengaruhi suasana hati dan sikapnya akhir-akhir ini.

Saat ini, mereka semua sedang berkumpul di kelas, membicarakan rencana liburan untuk melepas penat usai ujian.

“Jadi nanti kita liburan bareng ke mana?” tanya Aurel.

“Gimana kalau kita piknik?” usul Revan.

“Menurut gue mending kita jalan bareng, nonton, sama makan aja. Biar nggak jauh-jauh amat,” timpal Skyler.

“Seharusnya liburan kayak gini tuh ke tempat jauh. Kapan lagi kita bisa kumpul kayak gini?” tambah Kris.

“Vin, Rel, menurut kalian gimana?” tanya Aurel memastikan.

“Gue sih ikut aja keputusan kalian,” jawab Malvin santai.

Sementara itu, Irel hanya diam, mendengarkan tanpa semangat. Ia tidak mood untuk memberi pendapat.

“Gimana kalau kita ke Puncak? Seru, lho,” saran Marion.

“Puncak? Bagus juga. Gue setuju,” timpal Revan.

“Oke, gue juga setuju. Jadi kita ke Puncak bareng, deal!” putus Aurel.

“Gue boleh bawa cewek gue kan?” tanya Marion.

“Hmm... lagian cewek lo nanti juga nangis ditinggal,” sindir Aurel malas.

Alin yang mendengar sindiran Aurel langsung kesal. Seakan Aurel menganggap dirinya cewek cengeng. Ia menatap Aurel dengan tidak suka, tapi Aurel cuek saja.

“Rel, udah seminggu gue liat lo murung terus. Nggak banyak ngomong, beda dari biasanya. Lo kenapa?” tanya Skyler.

Pertanyaan Skyler langsung membuat teman-teman lain menoleh ke arah Irel.

“Iya, Rel. Lo kenapa?” sambung Kris.

“Apa ini gara-gara Bela yang nggak ada kabarnya?” tanya Revan ragu.

“Gue baru sadar, udah seminggu gue nggak lihat tuh cewek,” ucap Aurel.

“Ternyata ketua kita bisa galau juga ya. Kirain gue doang,” ujar Marion menggoda.

“Ini semua nggak ada sangkut pautnya sama dia. Gue cuma emang lagi nggak mood ngomong,” jawab Irel ketus.

---

Hari ini Olivia sangat bahagia. Setelah seminggu lamanya tidak bertemu, akhirnya sahabatnya, Bela, kembali masuk sekolah.

Namun, ada yang berbeda. Bela hanya diam, tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Merasa canggung, Olivia mencoba mencairkan suasana.

“Bel, cowok lo tuh perhatian banget tahu. Selama seminggu ini dia terus mampir ke kelas kita cuma buat ngecek lo udah balik sekolah atau belum,” jelas Olivia panjang lebar.

Bela hanya menanggapi datar, seolah tidak tertarik.

“Bel, lo kenapa sih? Kok jadi pendiam gitu? Gue lebih suka lo yang banyak bacotnya,” keluh Olivia.

“Bisa diam nggak?” bentak Bela tiba-tiba.

“Bel, ada apa sih? Kok lo sampai ngebentak gue segala?” ucap Olivia tidak percaya.

Bela menatap Olivia. Olivia tampak sedih melihat perubahan sahabatnya. Tapi kemudian Bela tertawa terbahak-bahak.

Melihat tawa Bela, Olivia akhirnya menyadari kalau sahabatnya sedang iseng padanya.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang