● Don't expect too much ●
---
Hari ini, siswa-siswi Angkasa High School heboh dengan kedatangan para cowok dari SMA Samudera. Kabarnya, mereka datang untuk membahas kembali perseteruan sebelumnya dengan anggota geng Death.
Saat ini, para murid berkumpul di depan gerbang sekolah, menanti kemunculan anggota Death. Namun, sudah cukup lama menunggu, tak satu pun dari mereka muncul.
Sementara itu, di tempat lain, anggota Death sedang berkumpul dan berunding.
> "Gue masih inget jelas muka bajingan yang mukulin gue waktu itu. Berani-beraninya mereka datang ke sekolah kita," geram Revan penuh emosi.
> "Mereka kayak lagi ngegali kuburan sendiri. Ayo lah Vin, kita samperin aja! Ngapain masih nunggu di sini sih," kesal Kris.
> "Jangan gegabah, bego," sindir Marion dengan nada datar.
> "Karena Irel ketua kita, kita harus tunggu instruksi dari dia," tambah Malvin tegas.
Semua pun terdiam dan mengangguk setuju. Irel, yang sejak tadi hanya diam, tampak sedang berpikir.
> "Rel, gimana?" tanya Malvin memastikan.
> "Lo nggak lupa, kan, kelakuan mereka waktu itu?" tambah Revan.
> "Gue nggak lupa. Tapi ini sekolah. Kalau kita bergerak gegabah, nama sekolah dan geng bisa tercoreng. Jadi, kita temui mereka baik-baik. Jangan ada yang pake emosi," jelas Irel dengan nada serius.
> "Yaudah, tunggu apa lagi? Ayo samperin anjing-anjing kelaparan itu!" ajak Revan dengan nada kesal.
Mereka berlima pun berjalan menuju gerbang sekolah.
---
Di sisi lain…
Claudia The Circle juga sudah mendengar kabar kedatangan cowok-cowok dari SMA Samudera.
> "Jangan-jangan itu cogan yang lo ceritain waktu itu, Ven?" tanya Nevy bersemangat.
> "Gue nyesel pernah nyetujuin hubungan lo sama Kris," keluh Rachel lemas.
> "Maksud lo?" Nevy langsung menatap tajam.
> "Abis putus dari dia, lo jadi cewek genit kayak gini. Mana Nevy yang dulu?" teriak Rachel.
> "Nggak usah teriak! Kuping gue bisa meledak!" sarkas Claudia.
> "Gue bukan genit. Tapi emang gue cantik, bebas dong mau suka siapa. Lo tuh, makin lama makin mirip cewek cupu itu," Nevy mulai emosi.
> "Si Randa itu? Hahahaha!" tawa Luvena menyambung.
> "Enak aja lo samain gue sama dia! Mau ditonjok tuh anak!" kata Rachel tidak terima.
> "Bisa diem nggak sih kalian?" Claudia akhirnya marah.
Mereka pun akhirnya diam.
> "Tapi kalian nggak penasaran sama cogan SMA Samudera?" tanya Luvena.
> "Gue pengen lihat, yuk ah ke depan," ajak Nevy.
> "Clau, Chel, lo ikut?" tanya Luvena.
> "Sebenarnya gue nggak minat, tapi... Irel tuh gantengnya ngalahin semua cowok SMA Samudera sih," kata Claudia bangga.
> "Alay lo. Yaudah, kita lihat aja. Buktikan sendiri," sahut Rachel.
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Novela JuvenilCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
