________________________________________________
---
Malam itu, angin dingin menyapu halaman Angkasa High School.
Sekolah yang biasanya ramai kini gelap dan sepi, hanya diterangi lampu jalan yang temaram.
Bunyi gesekan ranting di atap membuat suasana semakin mencekam.
Bela berdiri di depan gerbang bersama Irel, Revan, Malvin, Stiward, Randy, dan semua yang tersisa.
Mereka datang bukan untuk belajar… tapi untuk mengakhiri permainan.
> “Oke, kita ikutin rencana. Semua posisi harus jelas. Nggak ada yang boleh sendirian,” ucap Stiward.
---
Pembagian Tim
Tim A (Aula): Irel, Bela, Stiward, Claudia, Skyler.
Tim B (Perpustakaan): Malvin, Revan, Olivia, Randy, Luvena.
Tim C (Lapangan belakang): Moreno, Nevy, Rachel, Jastin, Sandra.
Raka dan Hayden jadi “pengintai” di luar sekolah.
> “Begitu ada gerakan mencurigakan, kita langsung kepung,” kata Malvin sambil menyalakan senter.
---
Tegang di Aula
Aula besar itu gelap, hanya suara langkah yang terdengar.
Bela menggenggam lengan Irel erat.
Claudia menyalakan senter ke arah panggung, merinding melihat bayangan kursi-kursi kosong.
> “Tempat ini… selalu jadi pusat semua kejadian. Dari sini Randa ngungkap semua rahasia,” bisik Claudia.
Skyler menoleh.
> “Dan mungkin di sini juga kita bakal tau siapa dalangnya.”
---
Clue Baru di Perpustakaan
Sementara itu, tim Malvin menemukan sesuatu di rak perpustakaan yang berdebu.
Revan menarik sebuah kotak kayu kecil tersembunyi di balik buku.
Di dalamnya ada:
USB flashdisk
Foto lama para siswa, termasuk Randa dan Kris
Surat ancaman dengan tulisan tangan sama seperti yang mereka terima belakangan ini
Olivia menelan ludah.
> “Berarti… orang ini udah main dari lama. Bahkan sebelum Randa jatuh.”
Luvena menunjuk salah satu foto.
> “Liat… di belakang Randa ada bayangan orang… kayaknya sama dengan yang kita liat semalem.”
---
Pengkhianat di Tengah Mereka
Tiba-tiba, jeritan terdengar dari arah lapangan belakang.
Mereka semua berlari ke sana.
Moreno dan Nevy terlihat ketakutan, Rachel memegang senter yang jatuh.
Di tanah, ada tulisan dengan cat merah:
> “Pengkhianat ada di antara kalian. Dia yang bawa kalian semua ke sini.”
Semua saling pandang, napas terengah.
Revan menatap tajam ke Randy.
> “Gue udah bilang… ada yang main di dua sisi!”
> “Jangan nuduh sembarangan!” balas Randy.
Suasana hampir meledak.
Tapi sebelum mereka bisa bertengkar lebih jauh—
---
Sosok Misterius Muncul
Di balkon lantai dua aula, sosok berpakaian hitam muncul.
Ia berdiri tegak, menatap mereka dengan dingin, lalu berteriak:
> “Bagus. Kalian semua sudah di sini. Tapi malam ini… hanya sebagian yang bakal keluar hidup-hidup.”
Suara tawa lirihnya menggema di seluruh sekolah, membuat darah semua orang berdesir.
Bela menatap Irel, tubuhnya bergetar.
> “Irel… ini saatnya. Dia ada di sini.”
Irel mengepalkan tangan, matanya penuh amarah bercampur duka.
> “Kris… Randa… ini untuk kalian.”
---
Ending Bab 60
Sosok itu menghilang ke dalam gedung, meninggalkan bayangan hitam.
Mereka berlari mengejar, tapi hati mereka dihantui satu pertanyaan besar:
> “Kalau pengkhianat memang ada di antara kita… siapa yang akan menusuk dari belakang malam ini?”
---
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Подростковая литератураCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
