21.Dekat

78 4 10
                                        


---

● Nothing Special About Me ●

---

• Kheyes & Malvin

Saat ini, Kheyes sudah berada di tempat yang tadi diberitahu oleh Malvin untuk belajar bersama.

Dia menoleh ke sana-kemari mencari sosok Malvin. Dan akhirnya, matanya menangkap Malvin yang sedang duduk sendirian sambil fokus membaca buku.

Tanpa pikir panjang, Kheyes langsung menghampirinya.

> "Sorry, gue telat," ucap Kheyes sambil menarik kursi.

> "Mana bukunya?" tanya Malvin datar.

> "Ini," jawab Kheyes sambil menyerahkan buku.

Malvin pun mulai menjelaskan materi satu per satu. Namun, bukannya fokus belajar, Kheyes justru terpukau memperhatikan wajah Malvin yang serius membaca.

Tiba-tiba, lampu di café itu padam. Kheyes terkejut, tapi Malvin tetap tenang, masih melanjutkan penjelasannya.

> "Lampunya mati nih. Tunggu nyala dulu baru lanjutin," usul Kheyes.

> "Kapan mau pahamnya kalau ditunda?" balas Malvin tanpa menoleh.

Kheyes langsung terdiam dan menatap Malvin lekat-lekat.

> "Udah puas lihatin gue?" tanya Malvin tiba-tiba.

> "Eh? Apa?" Kheyes tersentak, jelas terlihat kaget.

> "Mau belajar atau mau liatin gue terus?" lanjut Malvin dengan nada datar.

> "Enggak kok! Ini juga lagi dengerin penjelasan kamu," elak Kheyes cepat-cepat.

Malvin mengangguk tipis, lalu kembali menjelaskan materi.

---

• Randy & Luvena

Di tempat lain, Luvena sedang jalan-jalan bersama Randy, sesuai janji mereka sebelumnya.

> "Makasih ya udah dateng," ucap Randy.

> "Santai aja, lagian di rumah juga bosen," balas Luvena.

> "Gimana kalau kita mampir ke sana? Katanya makanan di restoran itu enak-enak," ajak Randy.

> "Boleh juga," jawab Luvena.

Setelah sampai di restoran dan duduk, Randy bertanya:

> "Lo mau pesen apa?"

> "Yang enak di sini menurut lo aja deh," jawab Luvena santai.

> "Kalau makanan terkenal di sini sih telur baladonya. Sumpah, enak banget!" kata Randy antusias.

> "Telur balado? Itu favorit gue banget!" sahut Luvena semangat.

> "Wah, pas dong! Gue juga suka."

> "Yaudah, samain aja pesanan kita," pinta Luvena.

Randy pun memanggil pelayan.

> "Mbak, dua telur balado sama es teh ya," pesan Randy.

Setelah makanan datang dan mereka mulai makan, Luvena melirik Randy.

> "Gue boleh tanya?"

> "Boleh aja."

> "Waktu itu lo sama temen-temen lo datang ke sekolah gue, selain pengen ketemu gue, ada tujuan lain?"

> "Hmm, enggak juga. Kita cuma penasaran aja sama Angkasa High School, makanya kita samperin."

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang