---
● Nothing Special About Me ●
---
• Kheyes & Malvin
Saat ini, Kheyes sudah berada di tempat yang tadi diberitahu oleh Malvin untuk belajar bersama.
Dia menoleh ke sana-kemari mencari sosok Malvin. Dan akhirnya, matanya menangkap Malvin yang sedang duduk sendirian sambil fokus membaca buku.
Tanpa pikir panjang, Kheyes langsung menghampirinya.
> "Sorry, gue telat," ucap Kheyes sambil menarik kursi.
> "Mana bukunya?" tanya Malvin datar.
> "Ini," jawab Kheyes sambil menyerahkan buku.
Malvin pun mulai menjelaskan materi satu per satu. Namun, bukannya fokus belajar, Kheyes justru terpukau memperhatikan wajah Malvin yang serius membaca.
Tiba-tiba, lampu di café itu padam. Kheyes terkejut, tapi Malvin tetap tenang, masih melanjutkan penjelasannya.
> "Lampunya mati nih. Tunggu nyala dulu baru lanjutin," usul Kheyes.
> "Kapan mau pahamnya kalau ditunda?" balas Malvin tanpa menoleh.
Kheyes langsung terdiam dan menatap Malvin lekat-lekat.
> "Udah puas lihatin gue?" tanya Malvin tiba-tiba.
> "Eh? Apa?" Kheyes tersentak, jelas terlihat kaget.
> "Mau belajar atau mau liatin gue terus?" lanjut Malvin dengan nada datar.
> "Enggak kok! Ini juga lagi dengerin penjelasan kamu," elak Kheyes cepat-cepat.
Malvin mengangguk tipis, lalu kembali menjelaskan materi.
---
• Randy & Luvena
Di tempat lain, Luvena sedang jalan-jalan bersama Randy, sesuai janji mereka sebelumnya.
> "Makasih ya udah dateng," ucap Randy.
> "Santai aja, lagian di rumah juga bosen," balas Luvena.
> "Gimana kalau kita mampir ke sana? Katanya makanan di restoran itu enak-enak," ajak Randy.
> "Boleh juga," jawab Luvena.
Setelah sampai di restoran dan duduk, Randy bertanya:
> "Lo mau pesen apa?"
> "Yang enak di sini menurut lo aja deh," jawab Luvena santai.
> "Kalau makanan terkenal di sini sih telur baladonya. Sumpah, enak banget!" kata Randy antusias.
> "Telur balado? Itu favorit gue banget!" sahut Luvena semangat.
> "Wah, pas dong! Gue juga suka."
> "Yaudah, samain aja pesanan kita," pinta Luvena.
Randy pun memanggil pelayan.
> "Mbak, dua telur balado sama es teh ya," pesan Randy.
Setelah makanan datang dan mereka mulai makan, Luvena melirik Randy.
> "Gue boleh tanya?"
> "Boleh aja."
> "Waktu itu lo sama temen-temen lo datang ke sekolah gue, selain pengen ketemu gue, ada tujuan lain?"
> "Hmm, enggak juga. Kita cuma penasaran aja sama Angkasa High School, makanya kita samperin."
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Подростковая литератураCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
