● Anyone can be anything ●
---
Saat ini, sesuai dengan yang dikatakan Olivia tadi di sekolah, dia dan Bela sedang berada di rumah Olivia untuk mengerjakan tugas mereka.
"Bel, yang nomor lima ini gimana?" tanya Olivia.
"Jadi itu nanti kita pakai cara kerja yang pertama aja, biar nggak ribet dan gampang dipahami," jelas Bela.
"Ouhh oke," sahut Olivia.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka selesai mengerjakan tugas.
"Jadi kita start dari mana hari ini?" ajak Olivia.
"Dari lo aja. Bentar, gue izin nyokap dulu," ucap Bela.
---
Bela membuka ponselnya dan masuk ke WhatsApp, mencari kontak ibunya.
> ● Mama
Bela:
Ma, Bela lagi di rumah Olivia.
Kayaknya Bela pulang telat soalnya mau ke mall.
Mama:
Yaudah, kalau mau pulang jangan lupa kasih kabar ya biar Papa jemput.
Setelah membaca balasan mamanya, Bela berniat menutup ponselnya, tapi sebuah notifikasi masuk.
> ● Revan
Haii Bela, sibuk nggak?
Kalau nggak, gue mau ngajak lo jalan-jalan.
Bela tampak malas membacanya. Melihat perubahan ekspresi Bela, Olivia spontan mengambil ponselnya.
"Eh, ngapain sih lo?" tanya Bela kesal.
Olivia tersenyum dan mulai mengetik balasan.
> Bela:
Kebetulan banget, kita juga lagi mau ke mall.
Revan:
Oke! Kita ketemu di mana?
Bela:
Loc___!
"Ayo jalan!" ajak Olivia semangat.
"Ngapain sih lo balasin chat gue?" tanya Bela sewot.
"Lo lama banget balasnya. Lagian, yang ngajak siapa? Revan loh," jawab Olivia sambil tertawa kecil.
"Bilang aja lo suka sama tu anak," sindir Bela.
"Lo sendiri tahu kan, Bela... Ayo dong, nanti kelamaan ditungguin," ucap Olivia sambil menarik tangan sahabatnya.
---
Di sisi lain, markas Death.
Anak-anak Death sedang berkumpul.
"Tuh kan, gue bilang apa. Dia pasti nggak nolak ajakan gue," ucap Revan sambil memamerkan percakapan WhatsApp-nya.
"Halah, gue kalah lagi," sahut Kris malas.
"Mana ATM-nya?" tagih Revan.
"Nih," Kris menyerahkan ATM kesayangannya.
"Kok bisa sih tu cewek cepat bales chat lo?" tanya Marion heran.
"Yaa, kayak Alin aja kalau bales chat lo. Cepet kan?" sahut Revan.
"Cepet lah."
"Ya udah, berarti Bela juga sama. Namanya juga cewek."
"Beda kali tolol! Alin itu pacar Marion. Bela? Nggak ada hubungan!" Kris kesal.
"Iri bilang, Bos!" ejek Revan.
"Iri tanda tak mampu, gila lo! Cewek gue di luar sana banyak!"
Irel diam-diam mendengarkan mereka. Entah kenapa dia nggak suka kalau Revan dekat dengan Bela, meski ia sendiri sering kesal sama sikap Bela.
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Fiksi RemajaCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
