Saat masih di sekolah, Claudia dan teman-temannya mendengar kabar bahwa Irel akan balapan dengan ketua geng Cobra. Hal itu membuat mereka semakin penasaran.
> "Gue denger dari Randy, katanya hari ini Irel bakal balapan sama ketuanya geng Cobra," jelas Nevy.
> "Ketua mereka siapa?" tanya Rachel.
> "Setahu gue, ketuanya itu privasi banget. Gak ada yang kenal kecuali anggota geng mereka sendiri," jawab Luvena.
> "Gimana kalau kita ke sana dan lihat mereka balapan?" ajak Nevy.
> "Gak deh," tolak Claudia.
> "Tumben-tumbenan lo gak mau lihat Irel balapan. Kesambet apaan lo?" tanya Rachel heran.
> "Males banget gue ke sana. Sejak kedatangan Aurel, tuh cewek ‘pick me’ banget. Gue gak ada gairah buat deketin Irel lagi," jelas Claudia.
> "Bukannya dari dulu Aurel udah ada, tapi lo tetap kekeh deketin Irel?" ujar Nevy.
> "Apa karena sekarang ada Bela? Jadi lo takut kesaing sama dia?" tanya Rachel.
> "Eh lo apaan, Chel. Masa Claudia takut kalah saing sama cewek caper kayak sampah itu," bela Luvena.
> "Gue gak niat buat deketin Irel lagi. Kali ini gue cuma fokus sama tujuan awal kita," ujar Claudia.
> "Tapi kan dalam rencana kita ada Irel juga?" tanya Nevy.
> "Irel bakal kita blacklist. Kita masukin Bela sama Aurel ke dalam rencana. Dua cewek itu kelihatannya menarik. Mereka bisa dipisahin—apalagi kalau si culun misterius itu ikut campur," jelas Claudia.
Teman-temannya pun mengangguk paham.
> "Kalau gitu, ayo kita ke tempat balapan!" ajak Nevy.
> "Gue gak ikut, gue masih ada urusan," tolak Rachel.
Teman-temannya langsung heran, karena Rachel jarang menolak ajakan mereka.
Tiba-tiba datanglah seorang cowok berandalan yang terkenal suka cari masalah—siapa lagi kalau bukan Dimas.
> "Ayo pulang, Chel," ajak Dimas.
> "Guys, gue duluan ya. Kalau ada apa-apa kabarin di grup," pamit Rachel.
> "Lo berdua ada hubungan apa?" tanya Nevy sambil menatap tajam ke arah Dimas.
> "Lo mau apa sama Rachel, ha? Lo kira gue gak tahu apa yang lo lakuin sama si culun tadi di rooftop?" sarkas Claudia.
> "Chel, Nev, gue sama dia gak ada apa-apa kok. Tadi cuma janjian pulang bareng aja," jelas Rachel.
> "Lo suka sama dia, Chel?" tanya Luvena, mengintrogasi.
> "Yang lo semua lihat dari gue belum tentu bener. Dan lo, Clau... jangan cuma jadi penguntit. Minimal tunjukin kekuasaan lo," ujar Dimas datar.
> "Terserah. Tapi lo perlu jelasin ini ke kita bertiga nanti," pinta Claudia.
Rachel hanya mengangguk dan segera pergi menjauh dari Dimas.
> (“Maaf, guys… gue belum bisa jelasin semuanya. Masih terlalu rumit buat gue. Untuk kali ini, gue ngikutin permainan cowok ini demi tahu kebenarannya.”) — batin Rachel.
---
Sementara itu, Irel dan teman-temannya sudah sampai di tempat balapan. Terlihat anak-anak geng Cobra juga sudah berada di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Teen FictionCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
