31.Egois

62 2 5
                                        

Saat masih di sekolah, Claudia dan teman-temannya mendengar kabar bahwa Irel akan balapan dengan ketua geng Cobra. Hal itu membuat mereka semakin penasaran.

> "Gue denger dari Randy, katanya hari ini Irel bakal balapan sama ketuanya geng Cobra," jelas Nevy.

> "Ketua mereka siapa?" tanya Rachel.

> "Setahu gue, ketuanya itu privasi banget. Gak ada yang kenal kecuali anggota geng mereka sendiri," jawab Luvena.

> "Gimana kalau kita ke sana dan lihat mereka balapan?" ajak Nevy.

> "Gak deh," tolak Claudia.

> "Tumben-tumbenan lo gak mau lihat Irel balapan. Kesambet apaan lo?" tanya Rachel heran.

> "Males banget gue ke sana. Sejak kedatangan Aurel, tuh cewek ‘pick me’ banget. Gue gak ada gairah buat deketin Irel lagi," jelas Claudia.

> "Bukannya dari dulu Aurel udah ada, tapi lo tetap kekeh deketin Irel?" ujar Nevy.

> "Apa karena sekarang ada Bela? Jadi lo takut kesaing sama dia?" tanya Rachel.

> "Eh lo apaan, Chel. Masa Claudia takut kalah saing sama cewek caper kayak sampah itu," bela Luvena.

> "Gue gak niat buat deketin Irel lagi. Kali ini gue cuma fokus sama tujuan awal kita," ujar Claudia.

> "Tapi kan dalam rencana kita ada Irel juga?" tanya Nevy.

> "Irel bakal kita blacklist. Kita masukin Bela sama Aurel ke dalam rencana. Dua cewek itu kelihatannya menarik. Mereka bisa dipisahin—apalagi kalau si culun misterius itu ikut campur," jelas Claudia.

Teman-temannya pun mengangguk paham.

> "Kalau gitu, ayo kita ke tempat balapan!" ajak Nevy.

> "Gue gak ikut, gue masih ada urusan," tolak Rachel.

Teman-temannya langsung heran, karena Rachel jarang menolak ajakan mereka.

Tiba-tiba datanglah seorang cowok berandalan yang terkenal suka cari masalah—siapa lagi kalau bukan Dimas.

> "Ayo pulang, Chel," ajak Dimas.

> "Guys, gue duluan ya. Kalau ada apa-apa kabarin di grup," pamit Rachel.

> "Lo berdua ada hubungan apa?" tanya Nevy sambil menatap tajam ke arah Dimas.

> "Lo mau apa sama Rachel, ha? Lo kira gue gak tahu apa yang lo lakuin sama si culun tadi di rooftop?" sarkas Claudia.

> "Chel, Nev, gue sama dia gak ada apa-apa kok. Tadi cuma janjian pulang bareng aja," jelas Rachel.

> "Lo suka sama dia, Chel?" tanya Luvena, mengintrogasi.

> "Yang lo semua lihat dari gue belum tentu bener. Dan lo, Clau... jangan cuma jadi penguntit. Minimal tunjukin kekuasaan lo," ujar Dimas datar.

> "Terserah. Tapi lo perlu jelasin ini ke kita bertiga nanti," pinta Claudia.

Rachel hanya mengangguk dan segera pergi menjauh dari Dimas.

> (“Maaf, guys… gue belum bisa jelasin semuanya. Masih terlalu rumit buat gue. Untuk kali ini, gue ngikutin permainan cowok ini demi tahu kebenarannya.”) — batin Rachel.


---

Sementara itu, Irel dan teman-temannya sudah sampai di tempat balapan. Terlihat anak-anak geng Cobra juga sudah berada di sana.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang