20.Dekat tapi jauh

68 4 3
                                        

● Forget about the one who caused you pain ●

---

Saat ini Kris berada di taman Angkasa High School. Ia sedang sibuk menebar pesona pada para cewek-cewek yang mengerubunginya.
Mereka semua tergila-gila padanya—mungkin karena ketampanannya, atau karena statusnya sebagai salah satu anak famous di sekolah.

> “Kris, kok DM aku nggak kamu baca?” tanya seorang siswi.

> “Oh, sorry ya manis. Aku capek kemarin, jadi belum sempat buka HP,” jawab Kris sembari berbohong.

> “Kris, ini aku bawain makanan buat kamu. Semoga kamu suka ya,” kata siswi lain sambil menyerahkan kotak bekal.

> “Wah, makasih. Kamu baik banget,” puji Kris.

Siswi itu langsung salah tingkah. Pipi memerah, senyum malu-malu.

> “Kris, kamu lagi deket sama seseorang nggak sih?” tanya cewek lain penasaran.

> “Yah, kalau dibilang deket sih... banyak. Nggak bisa dihitung satu per satu. Salah satunya ya kamu,” ucap Kris sambil tersenyum menggoda.

> “Kamu sama Nevy udah putus, ya?” celetuk siswi lainnya.

> “Putus itu gampang, yang susah itu balikan,” jawab Kris santai.

> “Padahal kalian cocok banget loh,” ujar cewek itu lagi.

> “Kenapa sih bahas itu?” tukas Kris tiba-tiba emosi.

> “Ngapain sih lo gangguin?!” bentak temannya.

> “Iya, lo bikin mood Kris rusak aja. Mending lo pergi!” sambung yang lain.

Siswi yang bertanya pun hanya menunduk lesu dan pergi, tak ingin membuat keributan.
Kris bangkit dari tempat duduknya dan langsung pergi.

> “Eh, Kris! Tungguin, aku mau kasih kamu puisi!” teriak siswi lain.

Tapi Kris yang sudah terlanjur bad mood tak menghiraukan mereka dan terus berjalan menjauh.

---

Tujuan Kris sekarang adalah UKS. Ia ingin merebahkan tubuhnya yang lelah.
Langkahnya cepat, tanpa sadar seseorang baru saja keluar dari UKS... dan brak!, mereka bertabrakan.

> “Awwh!” rintih Nevy.

> “Kalau jalan lihat-lihat dong!” omel Kris, tanpa sadar siapa yang ia bentak.

Begitu suara mereka saling terdengar, keduanya otomatis menoleh dan...
Diam. Tatapan mereka bertemu. Hening beberapa detik.

> “Eh, lo ngapain?” tanya Kris akhirnya, memecah keheningan.

> “Nggak ngapa-ngapain,” jawab Nevy ketus.

> “Kalau gitu, geser dong. Gue mau masuk,” pinta Kris.

> “Oh, iya. Silakan,” ucap Nevy, lalu pergi dari sana.

Kris pun masuk ke dalam UKS dan tertidur pulas.

---

Beberapa waktu kemudian, Nevy kembali. Ia baru sadar kalau HP-nya tertinggal di UKS.
Tapi di depan pintu, ia ragu—masuk dan bertemu Kris lagi? Atau tunggu sampai dia keluar?

Setelah berpikir panjang, Nevy memutuskan untuk masuk.
Sayangnya, seseorang dari kejauhan sudah mengintai: Dimas—si biang onar Angkasa High School.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang