58. Pergi Dan Tak Kembali

9 0 0
                                        

________________________________________________


Hujan deras malam itu masih turun di luar jendela rumah sakit.
Di dalam kamar, semua orang berkumpul mengelilingi Kris. Wajahnya semakin pucat, napasnya makin berat. Monitor jantung di samping ranjang berbunyi dengan ritme tidak teratur.

Nevy menggenggam tangan Kris erat-erat, air matanya jatuh tanpa henti.

> “Ris… lo jangan tinggalin gue, ya? Gue janji nggak bakal marah lagi, gue janji bakal ada buat lo…”

Kris membuka mata pelan, senyum tipis terbentuk di wajahnya.

> “Nev… jangan nangis… senyuman lo… yang selalu bikin gue kuat.”

Irel berdiri kaku di ujung ranjang. Air matanya turun, meski ia mencoba keras menyembunyikannya.
Revan dan Malvin menunduk, wajah mereka merah. Mr. Ly menutup wajahnya dengan tangan.

Bela berdiri di pintu, tubuhnya bergetar.

> “Tolong… jangan ambil dia juga… kami udah kehilangan Randa…”

Tiba-tiba, monitor jantung berbunyi panjang.

> “Tiiiiiiiiiiiiiiit…”

> “RIS!!!” jerit Nevy histeris.

Dokter dan suster segera masuk, melakukan prosedur darurat. Semua menahan napas, berharap ada keajaiban. Tapi setelah beberapa menit, dokter menurunkan tangannya dan menatap mereka dengan wajah berat.

> “Kami… ikut berduka cita. Dia sudah pergi.”


---

Dunia yang Terhenti

Seolah waktu berhenti.
Nevy jatuh berlutut di sisi ranjang, menangis sejadi-jadinya. Moreno memeluknya, mencoba menahan tubuhnya yang hampir ambruk.

Irel berjalan keluar kamar, wajahnya tanpa ekspresi, tapi air matanya mengalir deras. Bela ingin mendekat, tapi Irel hanya berbisik lirih:

> “Gue udah nggak bisa lagi, Bel. Mereka udah ambil sahabat gue… gue nyerah.”

Di lorong, Death Boys tampak hancur:

Revan terduduk di lantai, menutup wajah dengan kedua tangan.

Malvin menghantam dinding sampai tangannya berdarah.

Mr. Ly menatap kosong ke lantai.

Bela berdiri di ujung lorong, tubuhnya bergetar.
Mereka semua tahu: satu napas dari keluarga mereka sudah hilang untuk selamanya.

---

Orang Tua yang Terlambat

Tak lama, orang tua Kris datang. Ibunya langsung jatuh pingsan melihat tubuh anaknya. Ayahnya hanya berdiri kaku, wajah kerasnya retak oleh tangisan yang ditahan.

Guru BK dan kepala sekolah juga hadir, menatap semua murid dengan campuran rasa bersalah dan putus asa.

> “Anak-anak… kami… terlambat melindungi kalian…” ujar kepala sekolah dengan suara gemetar.

Beberapa orang tua lain juga dipanggil, termasuk ibu Bela, ayah Irel, dan orang tua Claudia.
Mereka saling tatap—rahasia lama, luka, dan kebencian yang selama ini disimpan muncul di wajah mereka.

Bela menatap ibunya, hatinya campur aduk.

> “Setelah semua ini, baru kalian muncul? Waktu kami udah hancur, baru kalian peduli?”


---

Hari-hari Setelah Kris Pergi

Death Boys tidak lagi datang ke sekolah.
Mereka mengurung diri, kehilangan arah.
Irel bahkan tidak menjawab pesan siapa pun.

Nevy semakin hancur, mengurung diri di kamar. Untung ada Claudia, Luvena, Rachel, dan Moreno yang bergantian menemaninya.

> “Nev… lo masih punya kita. Lo nggak sendirian,” ucap Claudia sambil memeluknya.

Tapi hati Nevy tetap kosong.
Baginya, cinta pertamanya telah pergi, meninggalkan luka yang tidak bisa disembuhkan.

---

Sekolah yang Berubah

Seminggu setelah itu, Death Boys akhirnya muncul di sekolah.
Tapi mereka bukan lagi Death Boys yang dulu.

Irel berjalan dengan mata kosong.

Malvin dan Revan tidak menatap siapa pun.

Mr. Ly hanya duduk diam, tak bicara seharian.

Seluruh sekolah berbisik saat mereka lewat.

> “Itu mereka… Death Boys tanpa Kris…”
“Kasihan banget, kayaknya jiwa mereka ikut mati.”

Bela melihat dari jauh, dadanya sesak.
Sahabat mereka sudah pergi. Semangat mereka juga ikut mati.

---

Ending Bab 58

Malam itu, Bela berdiri di depan jendela rumahnya.
Di tangannya, kalung Stiward dan foto Kris terasa berat. Air matanya jatuh.

> “Randa… Kris… apa gue harus biarin semua ini berakhir di sini?”

Di luar, sosok berpakaian hitam berdiri di bawah lampu jalan, mengamati.
Ia tersenyum tipis di balik masker.

> “Satu sudah hilang… sisanya akan menyusul.”


---

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang