02.Awal Mula

354 9 2
                                        

Never Big to Be Loved

Pagi yang indah. Terdengar percakapan hangat dari sebuah keluarga kecil.

> “Bela, ayo makan, sayang. Ini kan hari pertama kamu sekolah di Angkasa High School, jangan sampai telat,” ujar mama Bela.
“Iya, Ma. Bentar lagi aku turun,” sahut Bela dari lantai atas.
“Morning, Ma, Pa,” sapa Bela sambil turun tangga.
“Morning, sayang,” jawab kedua orangtuanya serempak.
“Gimana, Bel? Semangat nggak buat sekolah di Angkasa High School?” tanya papa Bela.
“Ya... gitu, deh, Pa.” jawab Bela datar.


---

Di Sekolah...

Angkasa High School, sekolah ternama yang dikenal karena prestasi murid-muridnya dan bakat mereka dalam berbagai bidang.

Bela menyesal karena tidak menuruti mamanya. Sekarang, ia berdiri di depan gerbang sekolah yang sudah tertutup rapat.

Ia mencoba bernegosiasi dengan Pak Security, tapi tak ada kompromi. Dalam hati, Bela mengumpat kesal karena tak diberi izin masuk.

Tiba-tiba, sebuah motor melintas, dan Pak Security langsung membukakan gerbang untuk pengendara itu.

Melihat itu, Bela mendapat ide nakal.

Ia langsung lari kecil, menyusul motor tersebut, dan tiba-tiba...

> “Sayang! Kamu kok nggak jemput aku sih? Jadi telat, kan!” ujar Bela lantang, berpura-pura.

Pengendara motor itu hanya menatapnya malas dari balik helm fullface-nya.

> “Neng, pacarnya Mas Irel ya?” tanya Pak Ujang, security sekolah.
“Ya iyalah, Pak. Tadi Bapak nggak bukain gerbang buat saya. Tapi giliran pacar saya, langsung dibukain,” kata Bela dengan gaya meyakinkan.

Pak Ujang panik dan langsung minta maaf. Bela hanya tertawa dalam hati, "Mampus lu, emang enak."
Ia segera lari masuk ke dalam sebelum ketahuan.

Tapi suara berat dari belakang terdengar:

> “DIA BUKAN PACAR SAYA.”

Pak Ujang bengong. Wajahnya pucat. Sementara si pengendara motor, Irel, melengos pergi.

"Siapa dia...?" pikir Irel dalam hati.

---

Ruang Kepala Sekolah

Bela terburu-buru mencari wali kelasnya, Mrs. Itha.

> “Selamat pagi, Bu,” sapa Bela sopan.
“Pagi. Kamu Isabela Elena, kan? Mari, saya antar ke kelas XI MIPA 1,” jawab Mrs. Itha.

Bela hanya mengangguk dan mengikuti guru itu.

---

Kelas XI MIPA 1

Bisik-bisik mulai terdengar ketika Bela memasuki kelas bersama Mrs. Itha.

> ~“Buset, itu anak baru ya? Cantik amat, kayak bidadari.”
~“Kira-kira udah ada pawangnya belum ya?”
~“Bening banget nih cewek.”
~“Bisa nih jadi gebetan gue.”
~“Guys, dia cocok masuk circle kita, fix!”

Mrs. Itha menenangkan kelas.

> “Oke, class, harap tenang. Bela, silakan perkenalkan dirimu.”
“Nama gue Isabela Elena. Kalian bisa panggil gue Bela,” ujar Bela dingin.

> ~“Busett, jutek amat.”
~“Dingin banget nih cewek.”
~“Gapapa, idaman gue malah.”

> “Bela, kamu bisa duduk di bangku kosong di belakang, di samping Olivia,” ujar Mrs. Itha.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang