●Exist but not real●
---
Sesuai dengan perkataan Nevy kemarin, benar saja. Hari ini, kedatangan Bela ke sekolah langsung disambut oleh tatapan-tatapan tajam siswa-siswi Angkasa High School, lengkap dengan bisik-bisik hujatan yang mengarah padanya.
Namun, Bela sudah mempersiapkan diri. Ia tahu pasti hal seperti ini akan terjadi. Jadi ia mencoba bersikap biasa saja dan tidak peduli dengan semua itu.
Tiba-tiba, seorang siswi bernama Ayu—yang sebelumnya pernah memfitnah Randa—datang menghampirinya.
> "Kasihan banget kamu. Demi cari perhatian Irel sampai-sampai pengen banget jadi trending topic Angkasa High School. Tapi sayang, beritanya jelek semua tentang kamu," ujar Ayu, basa-basi sinis.
> "Diancam, ya?" tanya Bela dingin.
> "Maksud kamu apa?" Ayu terlihat heran.
> "Gue rasa lo gak sebodoh itu buat ngerti maksud gue," balas Bela tajam.
> "Selain munafik, lo juga suka ngelantur omongannya," serang Ayu.
> "Cuma orang lemah yang bisa diguna-gunain orang lain," ucap Bela dengan sinis.
> "Terus lo kuat? Lo juga lemah, gak seperti yang orang lihat!" Ayu membalas dengan nada tinggi.
Sudah muak dengan drama itu, Bela pun memilih melanjutkan langkah ke kelas. Tapi Ayu menahan tangannya.
> "Cupu banget! Langsung kabur gitu aja!" teriak Ayu lantang, menarik perhatian banyak siswa.
> "Eh, itu Ayu. Kok sekarang berani banget bacot di depan umum, ya?" bisik salah satu siswi.
> "Gak papa. Yang dia omongin kan si anak baru itu. Capek juga lihat grup Lambe Turah rame banget gara-gara cewek itu," balas temannya.
Melihat tangan Ayu menyentuhnya, Bela langsung menariknya dengan kuat dan mendorongnya hingga Ayu jatuh tersungkur ke lantai.
> "Aww!" ringis Ayu, memegangi tangannya yang terbentur.
> "Untuk kali ini gue lepasin lo. Tapi lain kali, jangan harap bisa lolos lagi!" Bela menatap tajam.
Lalu dia berbalik ke arah para siswi yang sedang membicarakannya.
> "Lo pada juga! Selagi gue gak ganggu hidup lo, mending diem! Kalau enggak, gue gak akan segan-segan ngelakuin lebih dari ini!" serunya.
> "Faktanya, lo emang caper banget, apalagi sama Irel!" seru salah satu siswi.
Bela yang masih emosi pun bersiap maju, tapi Claudia dari The Circle tiba-tiba muncul.
> "Selain caper, lo juga mau jadi Queen Bullying di sekolah ini ya?" ejek Nevy.
> "Halah, paling juga cari sensasi doang!" tambah Luvena.
> "Ngantuk gue lihat mukanya," Rachel mendengus.
> "Gini nih kelakuan kalian, berani cuma kalau rame-rame dan di balik orang lain," ucap Bela meremehkan.
> "Terus kenapa? Gak suka?" tanya Claudia santai.
> "Semoga hari-harimu menyenangkan, ya," sindir Nevy.
> "Ayok, guys! Males banget lihat muka capernya pagi-pagi!" ajak Luvena.
Lalu mereka pergi meninggalkan Bela.
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Fiksi RemajaCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
