---
Claudia dan Skyler saat ini sedang pergi bersama. Sejak kejadian di sekolah waktu itu, hubungan mereka berdua sudah membaik dan semakin dekat.
"Clau, gimana kalau kita ke pantai? Bentar lagi matahari bakal terbenam," tawar Skyler.
"Lo paling tahu cara ampuh luluhin hati gue," puji Claudia sambil tersenyum.
"Yaudah, ayo," ajak Skyler sambil menarik tangan Claudia dan berjalan pergi.
Tidak jauh dari sana, Kris sedang melihat kedekatan antara Claudia dan temannya, Skyler.
"Hebat lo, Sky... Andai gue juga bisa kayak lo. Mungkin gue nggak bakal nyia-nyiain Nevy, yang adalah cinta terbaik di hidup gue," ucap Kris pelan.
---
Sementara itu, Randa sedang berada di kafe dan bertemu seseorang. Mereka berdua terlihat sangat akrab.
"Gue udah ingetin lo berulang kali, tapi apa yang udah terjadi nggak bisa dibiarkan gitu aja," ujar orang itu.
"Untuk mendapatkan hasil, perlu adanya pengorbanan," sahut Randa dengan nada sarkas.
"Tapi kali ini, udah di luar prediksi kita. Lagian, kalau orang yang lo incar udah di depan mata, buat apa nyari masalah sama orang yang nggak penting?"
"Claudia sama teman-temannya juga penting. Sangat penting. Karena mereka bisa gue jadiin kambing hitam saat semuanya terbongkar," jawab Randa sambil tersenyum miring.
"Tapi jangan pernah lo bawa DIA," pinta orang itu tegas.
"Lo bodoh. Dia nggak penting. Tapi kenapa lo masukin dia ke dalam rencana?"
"Gue nggak pernah bawa dia ke dalam rencana kita. Dia bukan bagian dari rencana... Tapi dia milik gue," balas orang itu dengan nada tajam.
"Terserah. Lagian dia juga nggak penting buat gue. Udah, gue harus pergi sebelum ada yang lihat kita bareng," ucap Randa, lalu segera pergi dari sana.
---
Di tempat lain, para anggota Death sedang berkumpul di sebuah kafe untuk menghabiskan waktu bersama.
"Gue masih bingung, siapa pelaku sebenarnya yang nyerang markas kita," ucap Marion.
"Udah pasti Cobra," sindir Revan.
"Vin, lo udah cek CCTV markas?" tanya Irel.
"Iya. Nih," jawab Malvin sambil menunjukkan rekaman CCTV ke teman-temannya.
"Rel, menurut gue, lo kenal sama salah satu di antara mereka," kata Aurel.
"Brengsek!" sentak Irel, tampak emosi.
"Tuh, Skyler sama Kris kemana?" tanya Revan malas.
"Yang pasti lagi habisin waktu sama cewek mereka yang nggak jelas itu," jawab Aurel.
"Skyler punya cewek?" tanya Marion penasaran.
"Dia kan suka sama Claudia. Sedari dulu tuh cewek ngejar-ngejar Irel. Dia tahu Claudia cinta sama Irel," ujar Malvin.
"Dia nggak cinta sama gue. Dia hanya terobsesi," tegas Irel.
"Btw, Marion, kenapa lo pakai jaket kayak gini sih? Alay banget," cibir Revan.
"Jangan bilang couple-an sama cewek lo," tambah Aurel.
"Lo semua tahu, gue kayak gini juga karena cewek gue yang minta. Oh, gue baru inget, ayo Vin kita jalan bareng!" kata Marion semangat.
"Malas," tolak Malvin.
"Jangan malas. Kheyes juga ikut, jadi lo nggak bakal jadi nyamuk kok," bujuk Marion.
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Ficção AdolescenteCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
