Saat ini, Bela dan Olivia sudah berkumpul di mall untuk menonton. Namun, mereka masih menunggu kedatangan Revan yang sedari tadi belum juga muncul.
"Kayaknya Revan nggak bakal datang, mendingan kita nonton aja terus pulang," ujar Bela.
"Nggak ah, Bel. Gimana sih lo? Sama temen sendiri aja nggak bisa peka," gerutu Olivia.
"Gue udah cukup peka dengan nurunin gengsi buat ngajak Revan, kalau lo lupa," balas Bela sarkastik.
"Hehe iya deh, Bel. Maaf, gue asal ngomong doang," ucap Olivia sambil tersenyum jahil.
"Kalau lima menit lagi dia nggak datang, kita langsung nonton. Kalau nggak, gue pulang," tegas Bela.
"Sepuluh menit gimana?" tawar Olivia.
"Oke," putus Bela.
---
Di tempat lain, para anggota DEATH sedang berkumpul di markas mereka, bercanda dan ngobrol santai. Irel juga datang ke markas, tapi sikapnya tetap cuek dan dingin. Hal ini membuat teman-temannya bingung. Pasti ada sesuatu yang terjadi, tapi Irel enggan bercerita.
"Rev, lo nggak ke mall?" tanya Malvin.
"Astaga, gue lupa. Yaudah gue otw sekarang!" ujar Revan buru-buru.
"Lo mau ke mall bareng siapa?" tanya Aurel.
"Bareng Bela," jawab Kris.
"Kok bareng Bela sih? Itu cewek pacarnya siapa, jalan bareng siapa," celetuk Aurel sinis.
"Hentiin langkah lo, Rev. Atau lo nggak bakal aman dari si bos," sahut Skyler.
"Biarin, anak ini butuh dinasihatin," tambah Marion.
Ucapan teman-temannya berhasil mencuri perhatian Irel yang sedari tadi hanya diam.
"Kalian mau ngapain?" tanya Irel akhirnya.
"Bela ngajak gue nonton," jawab Revan.
"Rel, cewek lo itu gimana sih? Malah ngajak temen lo sendiri nonton bareng daripada lo," kesal Aurel.
"Rel, gimana? Gue boleh pergi nggak?" tanya Revan.
"Sana. Gue juga nggak peduli sama dia," jawab Irel datar.
Revan pun mengangguk semangat dan segera pergi ke mall untuk menemui Bela.
"Rel, kenapa lo ngijinin Revan jalan sama cewek lo sih?" tanya Aurel kesal.
"Karena Revan suka sama dia," jawab Irel sarkastik.
"Kalau Revan suka sama dia, lo apa?" tanya Skyler.
"Gue nggak suka sama dia," tegas Irel.
"Btw, lo berdua nggak tahu ya?" ujar Kris.
"Apa?" tanya Aurel dan Skyler penasaran.
"Irel pacaran sama Bela karena taruhan. Dulu waktu Bela pertama kali masuk, kita semua penasaran sama dia," jelas Marion.
"Tapi gue kira lo beneran suka sama dia, Rel. Gue nggak nyangka semuanya masih lo landasi dengan taruhan," ujar Malvin kecewa.
"Gue nggak pernah ada rasa apa-apa ke dia. Semua akting. Dan gara-gara dia, gue harus ribut sama bokap tiap hari," ujar Irel kesal.
"Pantesan aja dulu gue nggak percaya lo punya pacar. Masa iya lo mau sama cewek kayak gitu," ujar Aurel semangat.
"Rel, lo udah ketularan Kris deh," ucap Skyler.
"Apa lo!" sarkas Kris emosi.
"Katanya benci dikejar-cewek, eh lo juga ngejar," ujar Skyler lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
TeenfikceCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
