10.Kesal

96 5 0
                                        

"I'm strong but sometimes I lose with tears."

Hari ini para anggota Death sedang berkumpul di rooftop sekolah, membahas sejauh mana taruhan mereka berkembang. Menurut akun gosip sekolah, kemarin Irel dan Bela terlihat pulang bersama. Berita itu langsung membuat seisi Angkasa High School gempar.

Tidak hanya itu, Bela juga menjadi sasaran bullying dari para cewek fans fanatik Irel yang menyebutnya perebut. Berita itu pun sampai ke telinga teman-teman Irel, dan mereka mulai menginterogasinya.

“Diam-diam lo mulai duluan, ya,” ucap Revan menatap tajam ke arah Irel.
Irel hanya diam, menatap Revan santai.

“Gue gak nyangka lo udah bergerak. Gue aja masih stay di tempat,” tambah Kris sambil menggeleng pelan.

“Lo keren,” sahut Marion dengan jempol terangkat.

“Gue sih cuma bisa muji lo,” tambah Malvin.

“Bukannya lebih cepat lebih baik?” jawab Irel santai, mengakhiri semua komentar itu.

Setelah berkata begitu, Irel berdiri dan pergi meninggalkan mereka.

Di sisi lain, Claudia dan geng-nya sedang membahas hal yang sama. Claudia tak menyangka ada cewek yang berani menantangnya dengan mendekati Irel, pria yang selama ini jadi incaran banyak cewek di sekolah.

“Semakin dibiarkan, makin jadi nih cewek,” gerutu Luvena.

“Bisa-bisanya dia caper ke Irel. Satu Angkasa High gak ada yang seberani dia karena semua takut sama lo, Clau,” timpal Nevy.

“Langsung aja to the point. Kalau ada yang mau diberesin, info ke gue, biar gue eksekusi,” kata Rachel, penasaran.

“Gak perlu pakai kekerasan. Gue punya cara halus yang bakal bikin dia berhenti ngedeketin Irel,” balas Claudia sambil tersenyum sinis.

“Apa tuh?” tanya mereka bersamaan.

“Nanti juga kalian tahu. Sekarang kita ikuti alurnya dulu,” jawab Claudia penuh rencana.

Sementara itu, di depan kelas XI MIPA 1 terjadi keributan. Sekelompok cewek menghampiri Bela dengan emosi.

“Hei lo, cewek genit! Berani-beraninya deketin Irel!” bentak salah satu dari mereka.

“Baru juga sekolah di sini udah songong, dasar murid baru gak tahu diri,” tambah yang lain.

“Siap-siap aja lo jadi incaran Queen Bullying-nya Angkasa High School,” cibir yang lain lagi.

“Muka lo cocok banget buat dijadiin target perundungan,” ejek yang lain.

Bela tampak tidak nyaman. Ia ingin meninggalkan kelas, tapi Stela langsung menahannya.

“Bel, lo di sini aja. Kalau keluar, bisa-bisa lo diamuk massa,” kata Olivia khawatir.

Bela mengangguk setelah berpikir sejenak.

“Iya, gue di sini aja,” ucapnya pelan.

Olivia tersenyum lega.

“Lo yang kuat ya, Bel. Gue tahu ini pasti berat buat lo,” ucap Olivia.

“Santai aja, ini gak seberapa dibanding masalah hidup orang lain,” jawab Bela tenang.

“Tapi, gosip yang beredar itu bener gak sih?” tanya Olivia hati-hati.

“Iya, tapi itu cuma kebetulan. Waktu itu gue kehujanan dan dia nawarin tumpangan, itu aja,” jelas Bela.

“Gue gak mau ngatur lo, tapi gue harap lo gak berurusan sama mereka. Kayak hari ini, itu yang lo dapet kalo nyangkut sama mereka. Dan ini baru awal, Claudia belum turun tangan,” ujar Olivia.

“Lo sahabat gue, kan?” tanya Bela serius.

“Ya iyalah! Masa sahabatnya monyet?” jawab Olivia kesal.

“Percaya sama gue,” kata Bela menatapnya yakin.

“Iya, gue percaya. Gue janji, apapun masalah lo, gue bakal selalu ada buat lo. Walaupun cuma jadi penonton, tapi gue tetap ada,” ucap Olivia mulai terisak.

“Cengeng banget lo,” ledek Bela.

“Gak apa-apa cengeng di depan sahabat daripada cengeng di depan semua orang. Itu prinsip lo, kan?”

“Hmm,” gumam Bela singkat.

Tak lama kemudian, ketua kelas datang dan membubarkan keributan. Fans-fans Irel pun disuruh kembali ke kelas mereka karena sudah mengganggu kegiatan belajar.

Dari kejauhan, seseorang memperhatikan kejadian itu. Ia menarik salah satu siswi yang tadi ikut melabrak Bela.

“Lo pahlawannya Irel?” tanya orang itu dingin.

Siswi itu terdiam. Ketika ia menoleh, matanya membelalak ketakutan—itu Dimas, musuh bebuyutan Irel sekaligus langganan panggilan BK.

“Nggak, kok…” jawabnya gugup.

“Siapa yang kalian labrak?”

“Isabela Elena dari kelas XI MIPA 1…”

“Lo boleh pergi,” ucap Dimas dingin.

Dimas tersenyum miring. “Isabela Elena… Lo bisa jadi umpan buat jatuhin lo, Jizrael Rayan Vernando,” bisiknya sambil tertawa pelan.

Sore itu, Bela hendak mengembalikan jaket Irel. Berdasarkan info dari Stela, tempat nongkrong anggota Death selain rooftop adalah di belakang sekolah. Karena masih jam pelajaran, fans-fans Irel tak akan menyerangnya.

Saat tiba di belakang sekolah, ia melihat Irel sedang merokok dan sesekali tertawa mendengar candaan teman-temannya: Malvin sibuk membaca buku, Revan dan Kris saling lempar candaan. (Dan Marion? Tentu saja, kemungkinan besar sedang berduaan sama pacarnya.)

Bela menghela napas dan memberanikan diri mendekat. Ia menyodorkan totebag berisi jaket ke arah Irel.

“Ini jaket lo, makasih,” ucapnya.

Semua anggota Death langsung menoleh. Tatapan mereka sulit diartikan.

“Kok bisa jaket Irel ada sama lo?” tanya Revan curiga.

“Jadi…,” Bela hendak menjelaskan, namun Irel memotong.

“Gue tunggu jaket gue di rumah. Sore ini,” ucap Irel dingin.

Bela melongo. Apa-apaan sih cowok ini?! pikirnya.

Teman-teman Irel hanya saling pandang, terkejut. Irel jelas sudah unggul satu langkah dibanding mereka yang belum bergerak sama sekali.

“Gue gak tahu rumah lo,” balas Bela ketus.

“Bukan urusan gue,” jawab Irel santai.

Bela hampir meledak kesal.

“Lo bisa tanya ke gue alamat rumahnya Irel,” tawar Revan.

Bela melirik Revan heran. Biasanya cowok ini paling nyinyir, tapi sekarang malah bantuin?

“Oke,” sahut Bela singkat.

Revan mengulurkan tangannya.

“Apa?” tanya Bela bingung.

“HP lo. Gue save nomor gue biar bisa sharelock lokasi rumah Irel. Atau lo pikir gue cenayang?” ucap Revan.

“Nggak juga…” Bela menyerahkan ponselnya.

Setelah menyimpan nomornya, Revan mengembalikan ponsel itu.

“Pergi,” kata Irel datar.

Bela melotot. Ingin rasanya menjambak cowok ini, tapi ia memilih diam. Ia pun berjalan pergi, masih dengan totebag berisi jaket di tangannya.

Maaf kalau ada kekurangan. Author masih belajar, jadi kritik dan saran sangat diterima. Terima kasih sudah membaca!


JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang