15.Tentang Randa

82 5 0
                                        

● Distance is just a test to see how far love can travel ●

---

Hari ini, kegiatan belajar mengajar di Angkasa High School berjalan seperti biasa.

Di kelas XI MIPA 1, Mrs. Itha, wali kelas mereka, sedang mengajar pelajaran Matematika.

> "Oke anak-anak, karena waktunya sudah habis, tugasnya dikerjakan di rumah, ya. Kalian kerja kelompok sama teman sebangku," ucap Mrs. Itha.

> "Baik, Bu!" jawab murid-murid serempak.

> "Bela, gimana kalau kita kerjain tugasnya di rumah gue aja?" ajak Olivia.

> "Hmm..." gumam Bela sambil berpikir.

> "Gimana? Ayo dong!" tanya Olivia semangat.

> "Yaudah, ayo," jawab Bela akhirnya.

> "Oke! Nanti habis ngerjain tugas, gimana kalau kita jalan-jalan? Kita berdua udah lama nggak quality time bareng!" jelas Olivia.

> "Oke," jawab Bela singkat.

> "Ke kantin yuk!" ajak Olivia lagi.

> "Nggak deh, gue mau ke perpus dulu," tolak Bela.

> "Yaudah, gue ke kantin dulu ya. Byeee!" pamit Olivia.

Bela hanya tersenyum tipis dan melambaikan tangan ke arah Olivia.

---

Sekarang Bela sudah berada di perpustakaan Angkasa High School. Dia datang ke sini bukan hanya untuk meminjam buku paket, tapi juga karena ingin bertemu dengan seseorang.

> "Halo, boleh gabung?" tanya Bela.

> "Bela, sini duduk aja," jawab Randa.

> "Gue mau nanya sesuatu," ucap Bela.

> "Tanya aja, Bel," sahut Randa.

> "Lo ada masalah di rumah atau di mana gitu?" tanya Bela, memastikan.

> "Kenapa?" tanya Randa balik.

> "Gue cuma pengin tahu," jawab Bela.

> "Ehh, gue..." Randa tampak ragu dan terbata-bata.

> "Santai aja, gue cuma pengin tahu. Lo aman kok sama gue," kata Bela menenangkan.

> "Tapi... kamu bisa dipercaya?" tanya Randa gugup.

> "Lo nggak perlu percaya sama orang lain. Lo cuma perlu yakin sama diri lo sendiri," jelas Bela.

Randa akhirnya membuka diri:

> "Iya... aku takut dan nggak pernah berani ngelawan walau ditindas orang lain. Karena... ayah aku. Dulu waktu aku kelas 9 SMP, aku lihat sendiri ibu aku diperlakukan kasar sama ayah. Sejak saat itu, mereka terus bertengkar, dan akhirnya berpisah. Aku tinggal sama ibu. Mulai dari sana, aku murung dan memutuskan untuk nggak melawan siapa pun. Aku nggak mau jadi masalah buat orang lain, cukup masalah ayah dan ibu aja yang silih berganti."

Randa mulai menangis. Bela mengelus pundaknya dan berkata:

> "Makasih udah yakin sama gue. Lo hebat. Gue bangga sama lo."

> "Aku yang bangga sama kamu. Kamu anak baru di sekolah ini tapi berani dan baik banget sama orang," balas Randa.

> "Gue nggak sebaik yang orang kira," ucap Bela lirih.


JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang