22.Dari Sini

71 3 7
                                        

Strong Man Never Give Up

Derap kaki seorang siswi terdengar tergesa-gesa menuju gerbang sekolah. Ia mempercepat langkahnya karena gerbang sekolah akan segera ditutup oleh Mang Ujang, security di Angkasa High School.

“Pak, jangan ditutup dulu gerbangnya!” seru Bela yang akhirnya sampai di depan gerbang sekolah.

“Gak bisa, Neng. Kamu udah telat. Lagian waktu itu juga kamu bohongin saya, katanya kamu pacarnya Mas Irel,” jelas Mang Ujang dengan nada tegas.

“Aduh, Pak... soal yang waktu itu, saya minta maaf. Tapi sekarang saya benar-benar telat, dan ada ujian biologi lagi!” ujar Bela, mulai panik membayangkan ia harus membolos ujian.

“Gak bisa, Neng. Nanti saya yang dimarahin sekolah kalau ketahuan.” Mang Ujang tetap menolak.

Bela berdiri di depan gerbang dengan wajah bingung. Ia tidak tahu harus berbuat apa agar bisa masuk.

Tiba-tiba, seseorang datang menghampiri mereka.

“Mang Ujang, bukain gerbangnya,” pinta Malvin.

Yang datang adalah Malvin. Kebetulan ia sedang berjalan mengelilingi sekolah dan melihat Bela yang tertahan di luar. Ia pun langsung menghampiri.

“Baik, Vin. Tapi dia telat,” ujar Mang Ujang.

“Biar saya yang urusin,” ucap Malvin santai.

Mang Ujang pun membukakan gerbang. Bela segera bergegas masuk ke area sekolah.

“Thanks,” ucap Bela singkat, hendak berlari menuju kelas.

“Mau ke mana lo?” tanya Malvin.

“Ke kelas lah, gue ada ujian biologi! Malah telat begini,” gerutu Bela.

“Gue gak peduli. Ikut gue,” perintah Malvin.

“Ngapain gue harus ikut lo?” tanya Bela curiga.

“Lo harus dapetin apa yang pantes lo dapetin,” jawab Malvin tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Di Toilet Siswi

Malvin menyeret Bela sampai ke toilet.

“Tugas lo: bersihin toilet ini sampai jam pertama selesai. Ngerti?” tegas Malvin.

“Apa?! Serius lo?” Bela tidak terima.

“Gak usah protes. Udah bagus gue bantuin lo masuk sekolah hari ini,” balas Malvin cuek.

“Sama aja dong! Gue tetep gak ikut ujian biologi!” kesal Bela.

“Bodo amat.” Malvin pergi meninggalkan Bela yang melongo kesal.

Bela menghela napas panjang. Ia mulai mengepel toilet sambil merutuki dirinya sendiri. Semua ini salahnya karena semalaman begadang maraton drama Korea.

Di Kelas XII MIPA 1

KBM berlangsung seperti biasa. Malvin masuk ke kelas setelah urusannya selesai.

“Darimana aja lo?” tanya Revan.

“Nuntasin tugas gue sebagai ketua OSIS,” jawab Malvin enteng.

“Ternyata lo ada gunanya juga,” sindir Kris.

“Rel,” panggil Malvin pada Irel.

“Hm?” gumam Irel malas.

“Gue udah lakuin yang lo suruh.”

“Thanks,” balas Irel lalu segera keluar dari kelas.

Melihat itu, Revan ingin menyusul, tapi ditahan oleh Malvin.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang