26.Berubah

83 3 12
                                        


---

● Why Did He Change? ●

Pagi ini, tidak seperti biasanya, Kris datang lebih awal ke sekolah. Mungkin ada yang berbeda dengan hari ini.

Saat ia masuk ke kelas, ruangan masih sepi. Teman-temannya belum datang. Ia hanya melihat Nevy yang sedang duduk di bangku paling depan, sendirian.

Kris bergegas ke tempat duduknya, menaruh tas, lalu duduk. Pandangannya tertuju pada Nevy, tapi Nevy tampak tidak menyadari kehadirannya. Ia hanya fokus pada ponselnya.

Setelah berpikir cukup lama, Kris akhirnya memutuskan untuk menghampiri Nevy.

---

"Nev, gue boleh pinjem buku biologi lo?" tanya Kris.

Suara itu sangat familiar. Nevy menoleh dan mendapati Kris berdiri di sampingnya.

"Oh, buku... Nih." ucap Nevy sambil memberikan buku biologinya.

Kris menerima buku itu, tapi tidak langsung pergi. Ia masih berdiri di depan Nevy, memperhatikannya.

"Lo kenapa?" tanya Nevy bingung.

"Gue mau kita akrab kayak dulu lagi," jawab Kris, sedikit ragu.

Nevy terkejut. Apa cowok ini amnesia? Mana Kris yang dulu playboy? Yang selalu menyakitinya dengan mendekati cewek lain?

"Semuanya kan gak ada yang berubah," balas Nevy sarkas.

"Sebenernya ego gue terlalu tinggi buat ngomong ini semua ke lo, tapi gue udah berusaha sebisa mungkin."

"Gue bukan baru kenal lo, Kris." ujar Nevy datar.

"Lo orang pertama yang bikin gue cinta sedalam ini, dan lo juga orang pertama yang dapet effort dari gue."

"Gue gak salah denger? Lo mau nipu gue pake kata-kata sok manis lo ini?" sarkas Nevy lagi.

"Terserah apa kata lo, Nev. Gue muak nahan semua ini." sahut Kris.

"Lo bisa kok. Semua ini lo yang mulai, dan lo sendiri yang akhiri," balas Nevy.

"Kenapa lo jadi cewek kayak gini, sih?" tanya Kris mulai kesal.

Namun sebelum Nevy menjawab, teman-teman mereka datang ke kelas.

---

"Whuuu... kayaknya cinta lama bakal bersemi kembali nih!" ledek Revan.

Kris langsung kembali ke tempat duduknya.

"Nev, dia ngapain sih datengin lo?" tanya Rachel.

"Dia pinjem buku biologi gue," jawab Nevy singkat.

"Halah, dasar cowok. Paling cuma nyari topik doang." sindir Luvena.

Nevy hanya membalikkan badan, lalu melirik ke arah Kris. Mereka saling menatap.

"Kalau gue gak kenal lo... mungkin gue gak tahu rasanya ditinggalin," ujar Nevy dalam hati.

---

Berbeda dengan Claudia, yang sejak kejadian kemarin jadi pendiam. Ia berubah drastis, tak seperti biasanya.

"Lo kenapa?" tanya Luvena penasaran.

"Kalau gue bilang gak apa-apa, lo semua juga gak bakal percaya."

"Apa yang Irel bilang kemarin?" tanya Rachel.

"Kalian juga pasti tahu." jawab Claudia malas.

"Guys, BTW, ortu gue bakal keluar kota. Gimana kalau malam minggu ini kita nginap di rumah gue? Udah lama kan kita gak ngumpul." ajak Luvena.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang