34.Dilema

54 3 14
                                        

Saat ini, para anggota Cobra—kecuali ketua mereka—telah berkumpul di taman sesuai informasi yang diberikan oleh Moreno.

Mereka menghias taman seindah mungkin sesuai instruksi dari Nevy. Semua itu dilakukan demi Randy dan Luvena.

> “Mereka bentar lagi nyampe,” ujar Hayden.

“Kalau tahu gini, gue tadi ikut ke Angkasa High School aja,” kesal Jastin.

“Mau ketemu cewek barbar yang waktu itu lo anter pulang?” goda Raka.

“Namanya Sandra. Stop sebut dia cewek barbar,” sahut Jastin sarkastik.

“Siapa lagi dia?” tanya Hayden.

“Dia cewek Angkasa High School. Yang juga nonton balapan Irel dan Stiward waktu itu,” jelas Raka.

“Kenapa sih kalian semua ngincer cewek-cewek Angkasa High School?” gerutu Hayden.

“Kayak lo nggak pernah suka aja sama cewek dari sana,” sindir Jastin.

“Den, lo pernah suka sama cewek Angkasa High School?” tanya Raka penasaran.

“Nggak,” jawab Hayden singkat.

“Jangan asal ngomong. Lo lupa kejadian waktu itu? Yang bikin lo sampai sekarang benci anak-anak Death?” timpal Jastin.

“Kejadian apa? Kok gue nggak tahu?” tanya Raka lagi.

“Ketinggalan banget lo, dari jaman batu ya?” cibir Jastin.

“Yaelah, Bambang. Jelasin aja susah amat,” kesal Raka.

“Gak usah dibahas lagi,” tegas Hayden.

“Kenapa? Karena lo takut sama Moreno?” tantang Jastin.

“Gue gak takut sama Moreno atau siapa pun. Tapi gue gak mau ngerusak apa yang udah kita bangun sampai sekarang,” jelas Hayden.

“Heh, monyet dua! Apa sih yang kalian bisik-bisikin? Kok bawa-bawa nama Moreno? Jelasin ke gue sekarang!” seru Raka kesal.

“Raka, tolol banget lo. Lo gak lihat perubahan Hayden akhir-akhir ini?” sindir Jastin.

“Gue tahu lo suka mancing emosi orang, Jas. Tapi tolong, jangan buat keributan sekarang,” pinta Hayden.

“Oke deh. Rak, lo masih penasaran? Pending dulu ya. Tunggu sampe Hayden siap buka-bukaan,” ledek Jastin.

“Terserah. Capek gue ngadepin kalian,” ujar Raka malas.

“Beneran lo suka sama Sandra?” tanya Hayden.

“Gak tahu. Tapi gue ngerasa aneh sama dia. Ada sesuatu yang beda,” jawab Jastin.

“Jangan sampe lo jadiin dia kelinci percobaan. Dan jangan biarin perasaan lo dipermainkan,” kata Raka serius.

“Tumben lo peduli sama hal kayak gini,” ucap Hayden heran.

“Gue gak peduli. Cuma ngasih saran. Sisanya terserah lo,” sahut Raka.


---

Sementara itu, Luvena dan Randy telah sampai di taman.

Sebenarnya, Moreno dan Nevy sudah tiba lebih dulu, tapi sesuai rencana, mereka akan bersembunyi sampai Randy menyatakan perasaannya. Claudia dan Rachel pun telah menyusul mereka.

> “Nev, kalau sampai tuh cowok gak serius sama Vena, lo yang tanggung jawab ya,” sindir Claudia.

“Urusan itu serahin ke gue,” jawab Moreno tenang.

“Terserah,” sahut Claudia malas.

Di tengah taman, Randy dan Luvena berdiri berdua.

Luvena tersenyum melihat taman yang dihias begitu indah. Ia tampak heran, apalagi Randy tiba-tiba mengajaknya ke sini.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang