● I hope you're happy ●
---
Claudia dan teman-temannya akhirnya sampai di kafe, tempat yang sebelumnya diinformasikan Randy kepada Luvena untuk mereka bertemu.
Malam itu, keempat gadis itu tampil anggun dengan penampilan mereka masing-masing.
> "Guys, kalian sadar nggak sih, kita udah temenan lama banget. Banyak hal yang udah kita lewatin bareng, tapi sampai sekarang kita masih tetap bareng," ucap Rachel.
> "Iya, dari awal ketemu sampai sekarang... Kalian semua jadi tempat paling nyaman buat gue," tambah Luvena.
> "Kita berempat nggak boleh sampai kepisah satu sama lain," ujar Nevy.
> "Dan harus saling melengkapi! Setuju?" tanya Claudia sambil tersenyum.
> "Setuju!" sahut mereka serempak.
Setelah itu, mereka mulai mencari keberadaan Randy dan teman-temannya.
> "Mereka di sini?" tanya Rachel.
> "Iya, ini lokasi yang Randy kasih ke gue," jawab Luvena.
> "Ya udah, gue sama Rachel tunggu di sini aja," kata Claudia.
> "Emangnya nggak apa-apa?" tanya Nevy.
> "Kalau sampai ada apa-apa, masa iya kita maksa ikut kalian ke dalam?" balas Claudia.
> "Yaudah, Nev. Ayo kita masuk. Clau, Chel, kalian tunggu di sini ya. Kita ke dalam dulu," pamit Luvena.
Claudia dan Rachel hanya mengangguk, tanda mengerti.
---
Sementara itu, Claudia dan Rachel mengawasi dari kejauhan. Mereka memantau Nevy dan Luvena yang sedang bertemu dengan dua anggota Cobra: Randy dan Moreno.
Claudia tetap waspada, karena dia tahu Cobra adalah musuh dari Death. Ia tidak ingin hal buruk menimpa kedua sahabatnya. Ada alasan kuat mengapa Claudia mengambil langkah tersebut.
Di sisi lain, Nevy dan Luvena duduk bersama Randy dan Moreno. Tapi yang terlihat lebih aktif berbicara adalah Randy dan Luvena, sementara Moreno dan Nevy hanya saling pandang, dengan suasana canggung.
> "Mor, kok lo diem aja? Ngajak ngobrol kek," bisik Randy, tapi cukup terdengar oleh Nevy dan Luvena.
> "Gue nggak tahu harus ngomong apa," jawab Moreno datar.
> "Jangan tatap dia terus. Bisa-bisa dia risih. Cari topik obrolan kek," saran Randy.
> "Hmm..." gumam Moreno.
Mereka melanjutkan makan malam. Luvena mengingat pesan Claudia, lalu segera bertanya pada Randy.
> "Gue boleh nanya sesuatu?" tanya Luvena.
> "Boleh," jawab Randy santai.
> "Soal kejadian di sekolah kita waktu itu... Apa kalian terlibat?"
Randy dan Moreno terdiam, tampak berpikir sejenak.
> "Gue nggak ngerti maksud lo," elak Randy.
> "Jangan pikir kita cuma anak sekolah yang kerjanya ngurusin masalah doang," celetuk Moreno sinis.
> "Santai aja jawabnya. Sikap lo kayak gini malah bikin orang makin curiga," sahut Nevy dingin.
Moreno menatap Nevy. Ia tak menyangka cewek yang tadi pendiam ini bisa berbicara tegas.
> "Kita tahu kejadian di sekolah kalian, tapi kita nggak tahu siapa pelakunya," jelas Randy.
KAMU SEDANG MEMBACA
JIZRAEL!
Ficțiune adolescențiCinta-baginya hanyalah kepalsuan. Perceraian orangtuanya membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap perasaan yang bernama cinta. Ia tumbuh menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan tidak peduli pada sekitar. Satu-satunya hangat yang ia rasakan hanya da...
