32.Asing

65 2 11
                                        

Ternyata Claudia dan The Girls juga sedang menyaksikan perkelahian antara Death dan Cobra dari kejauhan.

Mereka dibuat bingung dengan kehadiran Bela—yang mereka pikir hanya mencari perhatian dari Irel. Padahal, Bela justru datang untuk membantu lelaki yang selama ini menjadi musuh terbesar Irel.

Apa yang mereka lihat benar-benar membingungkan.

"Hari ini bikin kepala gue pusing banget. Pertama, Rachel pulang bareng Dimas. Terus, tuh cewek caper malah sekarang ada di pihaknya Stiward," jelas Luvena.

"Lo berdua mau tahu kejelasannya?" tanya Claudia.

"Iya!" jawab mereka serempak.

"Kenapa nggak lo ajak aja Randy atau Moreno ketemuan? Dari mereka kita bisa tahu hubungan sebenarnya Bela dengan ketua mereka," usul Claudia.

"Iya juga, ya..." ucap Luvena.

"Jangan bawa-bawa gue sama Moreno. Cowok itu kalau ditanya bukannya ngasih jawaban, malah ngoceh nggak jelas," keluh Nevy.

"Awalnya Kris juga gitu, terus akhirnya lo kepincut sama dia. Gue saranin, lo tetap waspada sama hati lo yang belum kelar-kelar itu," sindir Claudia.

"Iya, gue tahu. Waktu itu gue cinta banget sama Kris. Tapi dia malah mutusin gue waktu gue lagi sayang-sayangnya. Terus, malah nebar pesona ke cewek lain," kesal Nevy.

"Dan sekarang lo masih ada perasaan sama dia?" tanya Luvena memastikan.

"Nggak. Semuanya perlahan memudar," jawab Nevy yakin.

"Gue pegang kata-kata lo," tambah Claudia.

Lalu mereka bertiga memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Tapi seseorang dari kejauhan melihat keberadaan mereka dan segera menghampiri.

"Clau!" panggil seseorang.

Mereka bertiga menoleh dan melihat Skyler berjalan mendekat.

"Apa lagi lo?" tanya Claudia malas.

"Gue perlu ngomong sama lo," ucap Skyler.

Saat itu Skyler sebenarnya ingin menyusul Irel dan yang lainnya, tapi tak sengaja melihat Claudia dan langsung menghampirinya.

"Clau, kalau gitu gue sama Vena langsung ke kafe aja ya," usul Nevy.

"Nggak. Kita bareng-bareng. Nanti siapa yang ngawasin kalian?" tanya Claudia.

"Aman kok, lagian ini juga dadakan," timpal Luvena.

"Gue pinjem teman lo sebentar," ucap Skyler.

"Silakan, tapi jangan lupa dibalikin," sahut Luvena sarkas.

"Gue bukan barang!" kesal Claudia.

---

Di Depan Apotek

Claudia dan Skyler berhenti di depan sebuah apotek. Claudia terlihat kesal harus menghadapi cowok kutu buku yang sering menasehatinya ini.

"Ngapain kita berhenti di sini sih?" tanya Claudia.

"Obatin gue," jawab Skyler.

"Apa?!" teriak Claudia kaget.

"Lo tuli?" balas Skyler.

"Lo kira gue dokter pribadi lo?! Gue punya urusan lebih penting dari ini. Kalau tahu ujung-ujungnya cuma buat ngurusin lo, gue nggak bakal ikut!" kesal Claudia.

"Pantes aja lo jadi Queen Bullying Angkasa High School. Sekali ngomong nggak ada titik komanya," ledek Skyler.

"Bodoh amat," sahut Claudia.

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang