29.Kembali

57 3 4
                                        

● COME BACK ●

---

Hari ini, Angkasa High School sedang mengadakan upacara sekaligus acara penyambutan dua murid pertukaran pelajar yang baru saja kembali dari Inggris.
Seluruh siswa berkumpul di lapangan, menanti kedatangan dua orang yang telah mengharumkan nama sekolah hingga ke luar negeri.

Di barisan siswa, Irel dan teman-temannya tampak tidak sabar.

> “Rel, gue seneng banget mereka berdua akhirnya balik. Udah lama banget, tau!” ujar Revan penuh semangat.

“Gue juga. Akhirnya kita lengkap lagi kayak dulu,” tambah Kris sambil tersenyum.

“Kira-kira tuh cowok masih pendiem nggak, sih?” tanya Marion penasaran.

Di tengah euforia itu, Malvin justru menoleh ke Irel dan bertanya pelan.

> “Kalau dia balik... gimana sama Bela, Rel?”

Irel hanya tersenyum tipis.

> “Gue seneng mereka balik. Tapi apa yang udah terjadi dari awal... tetaplah seperti itu.”


---

Sementara itu, Claudia dan geng The Circle juga tengah membahas topik yang sama—mungkin juga seperti seluruh siswa di sekolah.

> “Clau, tuh cewek musuh lo udah balik,” sindir Luvena.

“Saingan lo jadi nambah,” tambah Nevy sarkastik.

“Katanya dua orang, berarti si cowok ‘kulkas’ yang sekali bicara bikin getar juga balik dong?” ucap Rachel menambahkan.

Claudia terdiam, memikirkan kata-kata mereka.

> “Terserah deh mereka mau balik atau nggak. Gue nggak peduli.”

> “Cuma peduli sama Irel aja?” selidik Rachel.

> “Nggak juga. Sekarang ada hal lebih penting yang harus gue urus,” jawab Claudia santai.

> “By the way, gue kepo kejadian kemarin. Pelakunya lo, ya Clau?” tanya Luvena.

> “Mau gue atau bukan, gak bakal ngubah apa-apa. Dasar aja tuh cewek freak, lemah tapi sok kuat di depan orang-orang,” jelas Claudia dingin.

> “Ngeliat kondisinya kemarin sih gue sempet kasihan juga. Tapi ya emang itu yang dia cari,” timpal Nevy.

> “Baru kemarin gue liat sisi lemahnya tuh cewek,” tambah Rachel.

> “Dengan dia gak bisa ngontrol traumanya bahkan dalam situasi kecil, itu udah nunjukkin kelemahannya sendiri,” tutup Claudia.

Teman-temannya hanya mengangguk setuju.

---

Di sisi lain, Bela dan Olivia ikut berdiri di barisan kelas XII MIPA 1. Keduanya tampak antusias menunggu dua sosok penting yang disebut-sebut membanggakan nama sekolah.

> “Bel, gue udah gak sabar liat tuh cowok. Gantengnya parah. Walaupun mukanya datar, cuek, dingin... mirip cowok lo, si Irel. Tapi gue udah lama banget nunggu dia balik,” ujar Olivia bersemangat.

Bela hanya menanggapi dengan diam.

> “Mereka juga deket banget sama anggota Death. Bahkan tuh cowok salah satu anggotanya,” lanjut Olivia.

“Oh,” jawab Bela singkat.

“Lo nggak mau nanya yang cewek itu siapa posisinya?”

“Nggak.”

JIZRAEL!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang