Kematian ke empat

1.5K 122 11
                                        

Air yang tenang lebih mengerikan.















































Kini Shani dan Greesel sudah ada di kamar nya sendiri begitu juga dengan Zee, Christy dan Lidya namun tanpa mereka tau ada satu gadis pindahan juga yang menetap malam itu di salah satu kamar di asrama itu.

"Ini kamar kamu, partner kamu ada di dalam, kalo ada apa-apa busa hubungi Ibu, ini sudah malam sebaiknya langsung istirahat saja"

"Iya Terima kasih banyak Bu" ucap gadis itu.

Gadis itu pun masuk ke kamar nya, bersih-bersih lalu istirahat karena tugas nya baru di laksanakan esok hari.

Shani dan Greesel belum tidur meski malam semakin larut.

"Kenapa kamu belum tidur?" Tanya Shani yang melihat Greesel yang masih duduk di meja belajarnya.

"Udah kematian ke tiga, dan nanti jadi kematian ke empat, apa aku bisa tidur tiap malam saat nyawa seseorang terancam di luar sana, dan aku masih belum tau siapa pelaku nya atau siapa korban berikutnya, sedangkan tidak satu pun yang percaya sama aku di sekolah ini" balas Greesel yang memegang kepalanya dengan frustasi sambil menatap buku Dairy terkutuk itu.

Shani menghampiri Greesel dan memeluk nya agar dia sedikit tenang.

Shani juga ikut berfikir dengan keras untuk mencari tau korban berikutnya, yaitu pelaku pembully Daisy semasa hidup nya.

"Aku punya ide" ucap Shani.

Greesel menatap Shani dengan penuh harap.

"Apa ide nya?"

"Kita punya grup kan, ada banyak fakultas di sini, dan kita akan masuk semua grup di berbagai fakultas di kampus, kita akan tanyakan siapa yang pelaku pembully Daisy, dia ga perlu ngaku di grup tapi dia cukup datangi kita, dengan kematian yang sudah berjumlah tiga ga mungkin kalo mereka masih mengabaikan hal se genting ini, siapa tau ada yang mengaku pernah membully Daisy dan kita bisa cegah kematian nya" jelas Shani dengan ide nya.

"Itu ide bagus, aku harap itu berhasil"

"Sekarang kamu istirahat, kamu butuh tenaga buat besok"

"Hem makasih Shan" Greesel sedikit bernafas lega meski ketakutan masih menghampiri nya.

Greesel tidur di kasur nya dan di selimuti oleh Shani dengan telaten.

Shani pun menuju kasur nya, ada rasa selalu berbeda saat Shani mendudukkan dirinya di kasur bekas Daisy itu, rasa merinding selalu menghampiri nya.

Dan Shani benar-benar gelisah bahkan tak mampu untuk merilekskan tubuh nya di kasur.

Greesel sudah terlelap dengan keringat dingin di dahi nya.

Shani memilih bangun dan duduk di kursi belajar nya.

Dia memposisikan diri tidur di kursi belajar nya, meski pegal itu lebih aman untuk perasaan Shani.

....

Pagi tiba Shani bangun dari tidur nya yang tidak nyaman karena harus tertidur di kursi belajar nya.

Back To Campus (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang