Ketenangan atau kesepian?
Gracia sudah sampai di tempat yang di siapkan sang Kakek, dan sudah beristirahat dengan tenang karena kondisi nya yang belum pulih.
Sedangkan sang Kakek masih merahasiakan keberadaan Gracia.
Siang sudah tiba dan Shani masih keukeuh meminta sang Kakek memberitahu keberadaan nya.
"Gimana Ci?" Tanya Zee pada Shani yang selesai menghubungi sang Kakek.
Shani duduk pasrah di sofa dan menghela nafas lelah.
"Kakek ga mau kasih tau" jawab Shani.
"Terus kita harus cari Ci Gre kemana? Sebenarnya alasan Ci Gre pergi apa, kenapa dia ninggalin kita gitu aja!" Tanya Christy.
"Kakek bilang Gracia akan kembali, dia bukan pergi lalu menghilang, kita harus kasih waktu Gracia untuk sendiri" ucap Shani.
"Haaah... Apa kita pernah buat salah sama dia?" Tanya Shani pelan menatap kedua adik nya.
"Aku ga tau Ci" jawab Christy.
"Aku juga ga tau, kita biasa aja, ga ada masalah kayanya" jawab Zee.
Di tempat lain.
"Aku itu menyendiri atau kesepian?" Gumam Gracia menatap indahnya bangunan kota.
Flashback On.
"Pagi-pagi udah dateng aja nih" ledek Zee pada Lidya.
"Heheh ya kan biar kerjaan kita cepet selesai juga" balas nya.
"Langsung gabung aja yuk" ajak Shani.
"Ci Gre mana?" Tanya Christy.
"Hem.. paling belum bangun, nanti juga bangun sendiri dia, udah ayo kita makan duluan" balas Shani.
"Oh ok deh" ucap Christy.
Mereka pun makan dengan di selingi canda dan tawa yang membuat suasana sarapan jadi tidak sepi.
Sedangkan Gracia sudah bangun daritadi, tapi dia sadar akhir-akhir ini posisinya mulai tergantikan dengan kehadiran orang baru, bukan nya dia tak suka hanya saja, dia jadi merasa sendirian.
"Kalo Zee Deket sama Christy terus Shani Deket sama Lidya, terus temen aku siapa?" Bisik Gracia di kamar nya.
"Kenapa kakek ga izinin ka Lidya buat tinggal sekalian di sini aja?" Tanya nya sedikit kesal.
Gracia memilih kembali menidurkan dirinya dan menutup tubuhnya dengan selimut.
Biasanya mereka tidak akan pergi jika tidak berempat dan dia ingin mengetes mereka semua.
Namun sampai siang tiba tak ada satupun yang mengetuk pintu kamar nya.
Gracia memutuskan untuk keluar dari kamarnya, dan ternyata rumah sudah sepi.
"Aku rasa kebersamaan kita sudah mulai pudar" gumam Gracia yang terduduk lesu di meja makan.
Mereka semua pergi berempat dan menyisakkan Gracia.
Gracia makan di meja makan sendirian dalam sepi di temani setetes demi setetes air mata yang jatuh mengenai pipinya, Gracia yang tidak bisa menolak makan kini merasa tidak nafsu untuk makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Back To Campus (END)
Misteri / ThrillerEmpat Adik kakak tidak sedarah kembali beraksi, kembali ke masa Kuliah, dan menyelesaikan banyak masalah di kalangan Mahasiswa!! Apa mereka akan ikut demo seperti Mahasiswa? Kita lihat saja Bagaimana kisah mereka di bangku Kuliah yang sebelumnya pe...
