Tentang perbuatan Jason tempo lalu sebenarnya masih Jayden pikirkan. Biar bagaimanapun, ini merupakan tindak perundungan. Namun ini Jayden. Cowok baik hati yang kakinya sempat cidera dan traumanya kembali karena ulah Jason dan teman-temannya tak mau memperpanjang masalah. Bahkan Kenzo hampir saja menonjok sahabatnya yang satu ini karena kelewat santai dan mudah memaafkan. Namun begitu ia mendengar jawaban Jayden, cowok berdarah Jepang - Indonesia itu terhenyak. Memang tak salah ia memilih Jayden sebagai sahabat yang ia sayangi sepenuh hati.
Gue nggak mau memperpanjang masalah sama dia karena yang gue tahu, dia anak brokenhome. Gue yakin dia nakal gitu karena latar belakang keluarganya itu.
Satria menghela napas pelan. Padahal ia sudah siap adu jotos dengan geng Jason. Namun semua sirna saat Jayden melarangnya membalas dendam.
Jangan. Biarin aja. Dia mungkin gitu karena masalah keluarganya itu.
Baik Nero maupun Satria hanya bisa pasrah. Keduanya menghargai keputusan sang sahabat. Namun jika kelak Jason kembali membuat ulah, keduanya tak akan tinggal diam.
"Btw, Bang. Gue hampir lupa. Bentar lagi kan ultah Bang Jay. Bagusnya kita kasih kado apa?"
Beruntung Jayden tengah berada di perpustakaan untuk meminjam beberapa buku. Kedua cowok itu bisa berdiskusi untuk memberi kejutan ulang tahun untuk Jayden.
Bulan depan Jayden genap berusia 17 tahun. Sebuah angka di mana kedewasaan akan segera cowok itu raih.
***
Suara batuk yang terdengar menyakitkan menggema di kamar Mahesa. Cowok itu ada di kamar mandi dengan tubuh yang bersandar rapuh pada dinding. Napas cowok itu memburu, kesulitan meraup oksigen. Dada cowok itu seolah terbakar. Sulit baginya mendeskripsikan seberapa perih rasa sakitnya. Tak ada siapapun yang bisa ia mintai tolong karena seluruh penghuni rumah tak ada. Papa dan mamanya masij bekerja. Jayden masih ada di sekolah, dan mungkin sang adik akan pulang larut seperti biasanya. Ingin meminta tolong pada ART atau siapapun yang bekerja pada keluarga ini pun tenaganya telah terkuras.
"Ya Allah uhuk," Mahesa memukul kasar dadanya yang terasa sangat sesak, "sa-sakit banget."
Padahal Mahesa tak pernah melakukan aktivitas yang menguras energi. Namun paru-paru rusaknya selalu berulah. Air mata lolos membasahi kedua pipi tirusnya. Mengingat takdir yang harus ia jalani. Di mana ia harus berteman dengan rasa sakit ini, mungkin seumur hidupnya. Padahal ia baru saja meraih satu kebahagiaan. Namun sepertinya sebutan kebahagiaan di dunia tak ada yang sempurna itu memang ada.
Mahesa memejamkan mata, meresapi setiap rasa sakit yang datang menyiksanya. Mau selama apa pun ia terbelenggu oleh lara, cowok itu tak pernah terbiasa.
"Kak Hesa?"
Mata sayu Mahesa berbinar. Suara sang adik hadir menyapa gendang telinganya. Meski rasa sesak itu masih terasa sangat menyiksanya, namun Mahesa berusaha untuk memanggil Jayden.
"D-Dek ...,"
Suara Mahesa teramat lirih. Jayden yang masih berada di kamarnya tak mendengarnya sama sekali. Cowok itu belum menyerah. Ia meraih apa pun yang ada di atas wastafel sekuat tenaga. Mahesa berhasil menjatuhkan sebuah botol sampo yang menciptakan suara cukup memekakkan.
"Kak Hesa? Kakak ada di dalam?"
Jayden memukul kasar pintu kamar sang kakak. Pantas perasaannya tak enak sejak tadi. Apalagi saat mendengar suara gaduh dari dalam pintu kamar mandi. Mendengar suara adiknya, Mahesa bisa bernapas lega. Ingin membuka suara, namun rasa sesak sekaligus ngilu di tubuh cowok itu mampu membuatnya kewalahan.
"Kak?"
Tak ada cara lain. Jayden membuka pintu kamar mandi milik sang kakak. Saat terbuka, mata Jayden membola. Mahesa telah terduduk rapuh di lantai kamar mandi. Jayden langsung bergegas menghampiri kakaknya, lantas menggendong tubuh ringkih itu menuju ranjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Everlasting Pain [END]
JugendliteraturJika memang hadirnya tak ada artinya, lantas untuk apa dia hidup? Jayden hanyalah seorang anak yang tak pernah dilahirkan hanya untuk menjadi yang kedua. "Sat, gimana rasanya dipeluk sama mama lo?" "Rasanya nyaman dan hangat lah. Bukannya lo sering...
![Everlasting Pain [END]](https://img.wattpad.com/cover/361574805-64-k780531.jpg)