Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Rasa Bersalah Jayden

1.3K 104 27
                                        

‼️Aku peringatkan. Skip part ini kalau bikin trigger kamu. Part ini mengandung kekerasan+mental illness+suicide‼️

♡♡♡

Mahesa mengusap dadanya yang mulai terasa nyeri. Matanya terpejam erat, menikmati rasa sakit yang tak henti menhantam tubuhnya. Sejujurnya sakitnya kian intens datang dan tak kenal waktu. Hasil check up terakhirnya pun menunjukkan penurunan.

Di dalam kamarnya, pikirannya pun juga tak tenang. Apalagi saat tak ada kabar apa pun dari Jayden. Javier terakhir memberitahunya bahwa adiknya diculik. Tentu saja berita penculikan Jayden membuat Mahesa semakin kesakitan. Bahkan hanya untuk bangkit dari ranjang saja Mahesa tak mampu.

"Dek, maaf nggak bisa berbuat apa-apa."

'Nggak usah ikut. Lo di rumah aja. Kita nggak mau lo malah kambuh di jalan.'

Ucapan Satria memang menyakitkan baginya. Namun ia juga tak menampik fakta bahwa keadaan tubuhnya cukup menyusahkan banyak orang. Kini cowok itu hanya seorang diri di rumah. Jishan dan Joana mungkin akan pulang ketika senja datang.

"Kalau sampe lo kenapa-napa, gue nggak akan maafin diri gue sendiri, Dek."

Bagi Mahesa, semua kemalangan yang menimpa Jayden karena dirinya sendiri yang sakit. Semua berawal dari ia yang menginginkan seorang adik, hingga kedua orang tuanya rela merenggut kebahagiaan keluarga lain.

Cowok itu kembali mengusap dadanya yang berdenyut nyeri. Sejujurnya obat yang ia minum selama ini seolah tak berefek pada tubuhnya. Mahesa terkekeh hambar. Sudah mampu menebak bahwa sebentar lagi mungkin hidupnya akan tamat. Tinggal menunggu kapan Tuhan akan menjemputnya.

***

"Ke-Kenapa lo te-ga, Jas? Gue salah apa?"

Jayden meringis pelan. Seluruh tubuhnya sakit bukan main. Apalagi ketika kain dari kemejanya bergesekan dengan bilur bekas cambukam dari para penculik. Matanya sayu menatap Jason yang kini tengah duduk tepat di hadapannya. Jayden bahkan menangkap sebuah seringai tipis di bibir cowok itu.

"Lo masih nggak inget pernah nyakitin orang?"

Jason berdiri dari duduknya. Satu kakinya lantas menginjak punggung Jayden tanpa rasa ampun hingga si empunya berteriak kesakitan. Bukannya merasa kasihan, justru Jason semakin kuat menyiksa tubuh Jayden.

"Lo pasti kenal adek kelas lo. Namanya Syalomitha."

Mata Jason memancarkan luka saat mengingat seorang cewek yang sejak kecil selalu ia jaga sepenuh hati. Bayangan saat kejadian itu kembali menghampiri pikirannya.

"Kalau aja ... kalau aja lo waktu itu nerima permintaan dia buat jadi pacar lo, dia nggak akan mati."

Cowok bertubuh jangkung itu menarik paksa Jayden agar berdiri. Dan begitu tubuh rapuh itu mampu berdiri, Jason tanpa rasa ampun mendorong kasar Jayden hingga jatuh tersungkur menimpa sebuah kursi.

"Adek gue. Dia adek gue, Jay. Syalomitha adek gue yang bunuh diri karena cintanya lo tolak!"

Di tengah perih yang mendera, tubuh Jayden menegang. Cowok itu ingat adik kelasnya yang beberapa bulan lalu ia tolak cintanya. Ada rasa sakit yang mengungkung hatinya. Ada penyesalan yang hadir menyiksanya.

"Adek gue depresi."

Jason memejamkan matanya. Mulai kembali mengulang kisah kelam beberapa bulan lalu, di mana adik kesayangannya meregang nyawa. Dunia seolah menertawakan hidupnya yang telah sepenuhnya suram.

***

Syalomitha menjadi pribadi yang suram sejak penolakan Jayden. Ketika ia sekolah, banyak yang menatapnya dengan berbagai pandangan. Bahkan cewek itu sering mendengar mereka yang menertawakannya diam-diam. Beberapa hari ia lalui dengan berat tanpa ada seorang pun yang menyadari bahwa ia takut menatap dunia.

Everlasting Pain [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang