Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Mahesa Pulang

1.5K 111 74
                                        

Perjuangan banget bikin part ini😞

"K-Kak, tentang Mahesa ... Kakak nggak akan ninggalin gue demi Mahesa, kan?"

Pertanyaan Javier terus terngiang di kepala Jayden. Cowok itu masih terjaga padahal waktu telah menunjukkan tengah malam. Di sampingnya sang adik kembar telah terlelap setelah mengobrol lama dengannya. Sejujurnya pilihan itu terlalu sulit. Meski hanya kenangan buruk yang Jayden dapatkan di keluarga Jishan, namun Mahesa tak pernah berniat menyakitinya. Di sisi lain cowok itu juga telah berhasil menumbuhkan rasa sayang untuk Javier. Mereka kembar, hidup bersama selama berbulan-bulan di rahim sang mama. Ikatan itu lebih kuat.

"Nggak akan. Ini rumah gue. Lo adek kandung gue."

Pada kenyataannya Jayden merasa bimbang. Terakhir kali ia bertemu Mahesa, kakaknya itu terlihat jauh lebih kurus. Sangat berbeda saat ia masih tinggal bersama Mahesa. Apalagi saat melihat pesan yang beberapa menit lalu singgah di ponselnya.

Lagi-lagi Jayden harus dihadapkan pada kebimbangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lagi-lagi Jayden harus dihadapkan pada kebimbangan. Kini ia telah menemukan keluarga kandung yang tulus mencintainya. Namun di sisi lain melihat Mahesa yang kian rapuh membuat cowok itu tak tega.

Jayden mengembuskan napas kasar. Cowok itu melangkahkan tungkainya ke balkon kamar Javier. Tak memedulikan udara yang seolah memeluk, ia menumpukan tangannya di atas pagar besi balkon.

"Mungkin kalau jenguk doang nggak apa-apa kali ya?"

***

Mata itu berpendar ke segala arah. Ada banyak banyak petugas medis yang berseliweran di sekitarnya. Setelah bergelut dengan pikirannya, Jayden memutuskan untuk melawan ego demi melihat kondisi Mahesa. Dalam hati ia mengucapkan berbagai kata maaf untuk Javier karena ia harus berbohong. Jayden nekat pergi menjenguk Mahesa karena pesan yang dikirim Joana cukup mengganggu pikirannya. Jayden hanya takut Javier akan terluka ketika tahu ia masih berkeinginan menemui sang kakak.

"Katanya Kak Hesa dirawat di sana," gumamnya.

Langkahnya semakin dekat dengan kamar rawat kakaknya. Namun begitu Jayden sampai, ada yang berbeda di sana. Keluarga besarnya sedang berada di luar ruang rawat dengan wajah keruh. Jantung Jayden semakin berpacu dua kali lipat. Bahkan di sana ada kedua sahabatnya. Bukan lagi raut datar yang mereka perlihatkan. Bahkan Nero yang tak pernah bersikap baik pada Mahesa pun terlihat sesekali menyeka air mata.

"S-Sat, kenapa?"

Si empunya nama menoleh. Gurat sendu itu membuat hati Jayden tak tenang. Bahkan kini sang sahabat meraih tubuhnya untuk dibawa ke dalam dekapan hangat.

"Jay, Kak Hesa ... Kak Hesa meninggal."

Jayden terpekur. Cowok itu masih berusaha memproses apa yang baru saja sahabatnya ucapkan. Bahkan kini tubuhnya bergetar. Apalagi saat melihat kedua orang tuanya yang baru saja keluar dari ruang rawat Mahesa. Banyak suara-suara asing berisi kata-kata cacian singgah di pikiran Jayden.

Everlasting Pain [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang