Atas paksaan dari Hwi juga Sungjun, akhirnya Hyunsoo mau ikut berkumpul bersama teman-temannya yang lain. Awalnya Hyunsoo berniat untuk tidak ikut, ia masih kecewa pada Taehun dan Junhyeok.
Di asrama Taehun, Kyungjun dan Hyunsoo mereka berkumpul dengan niat meluruskan masalah yang terjadi.
Hwi menghela nafasnya, meskipun mereka sudah berkumpul tapi masih tak ada yang memulai percakapan. Kyungjun yang masih saja diam menunduk, Hyunsoo yang terlihat tak peduli, Taehun sejak awal terus menggenggam tangan Junhyeok yang terlihat sangat gelisah, dan Sungjun yang berada di sampingnya juga terdiam. Intinya, mereka sibuk denhan pikiran mereka sendiri.
"Sampe setahun juga gak akan selesai kalau diem terus kaya gini," ucap Hwi, ia sudah sangat kesal.
"Kayanya emang gak ada yang bisa diselesain sih," sindir Hyunsoo.
Taehun gelagapan sendiri, ia yang mengusulkan semua ini, tapi dirinya juga ikut terdiam. "Gini aja, kita mulai dari dengerin cerita Junhyeok."
"Oke," ucap Kyungjun, menyutujui. Mau bagaimanapun ia harus dengar alasan Junhyeok menuduhnya.
Junhyeok menatap Taehun, ia merasa ragu dan bingung di waktu yang bersamaan. Namun Taehun terus menggenggam tangannya, mencoba memberikan rasa tenang.
"Langsung intinya aja, jangan bertele-tele," sela Sungjun cepat sebelum Junhyeok memulai cerita.
Junhyeok mengangguk mengerti. "Intinya gue lihat make mata kepala gue sendiri, Kyungjun yang bikin gue kaya gini."
"Junhyeok, lo jangan gak sopan kaya gitu! Lagi pula lo gak ada bukti." Hyunsoo hampir tak bisa mengendalikan emosinya.
"Tapi gue lihat-"
"LO GAK LIHAT MUKA DIA, CHEON JUNHYEOK!"
Seketika ruangan itu menjadi hening, Hyunsoo sudah tak bisa menahan emosinya, entah apa yang membuatnya menjadi seperti ini. Biasanya Hyunsoo bisa mengendalikan emosinya, tapi kali ini benar-benar tidak bisa.
"Tapi name tag nya emang nama Kyungjun," ucap Junhyeok memecah keheningan. "Gue gak akan nuduh kalau emang cuma perawakannya, tapi ini namanya sama, siapa Woo Kyungjun di sekolah kita? Cuma dia."
Hyunsoo sudah hendak berbicara tapi Sungjun dengan cepat menyelanya. "Bang Hyunsoo, lo diem dulu. Biar Kak Kyungjun yang bicara kali ini."
Kyungjun mengangkat tangannya, ia masih mencoba memahami lebih lanjut cerita dari Junhyeok. "Lo bilang name tag itu pake nama gue? Itu berarti kita beneran lagi di adu domba di sini. Name tag gue hilang, Jun dan gue emang bukan pelakunya."
"Lo bisa aja bohong," kata Junhyeok yang masih tak mau memberikan Kyungjun kepercayaan.
"Hyeok, kalau gue balikin kata-kata lo, apa lo akan marah?"
Junhyeok diam mendengar pertanyaan dari Hwi, teman sebayanya itu.
"Saat lo hilang, gue sendiri yang nyamperin Kak Kyungjun sama Bang Hyunsoo. Mereka sama-sama ada di kelas saat itu dan kita nyari lo secara bersama-sama bahkan saat Sungjun ngabarin gue, Kak Kyungjun udah ada di samping gue. Gue bukan mau ngebela salah satu dari kalian, gue cuma ngungkapin faktanya aja," lanjut Hwi.
"Ada hal yang masih lo gak tahu kayanya, Hyeok." Sungjun memperlihatkan room chat si pelaku yang membuat Junhyeok seperti kemarin. "Dia telepon gue, tapi gue gak milih nutup panggilan itu dan dia ngasih gue ini. Nomor ini juga udah gak bisa dihubungin."
Kyungjun yang semula jauh dari Junhyeok, kini menggeser tempat mendekatinya, ia meminta Taehun untuk bertukar.
"Jun, gue beneran bukan pelakunya. Tolong Jun, percaya sama gue," ucap Kyungjun seraya menatap Junhyeok.
Tak lama, Junhyeok mengangguk lalu memeluk Kyungjun. "Maaf Kak, maaf. Maaf udah gak percaya sama lo, maaf juga udah nuduh bahkan bentak lo. Gue salah, maaf. Gue sekarang percaya sama lo, Kak."
Kyungjun membalas pelukan Junhyeok. "Iya, Jun. Gue juga minta maaf sama lo."
Junhyeok melepaskan pelukannya. "Buat apa minta maaf sama gue? Gue yang salah, Kak." Tatapan Junhyeok beralih pada teman-temannya yang lain. "Buat kalian, gue minta maaf ya. Maaf udah bikin persahabatan kita hampir pecah."
Hwi, Sungjun dan Taehun sama-sama mengangguk. edangkan Hyunsoo, laki-laki itu malah memalingkan wajahnya.
"Gue gak mau maafin kalau gak meluk gue juga," ucap Hyunsoo.
Junhyeok tersenyum, lantas bangkit mendekati Hyunsoo lalu memeluknya. "Maaf ya, Bang."
Hyunsoo dengan senang hati membalas pelukan itu. "Maafin gue juga, Hyeok. Tapi jujur gue bener-bener marah liat lo manggil Kyungjun tanpa 'kak' dan bentak dia."
"Iya, Bang."
Taehun benar-benar terharu dengan keadaan mereka sekarang, inilah yang ia harapkan. Masing-masing dari mereka mulai menaruh rasa percaya lagi.
Hwi berdeham hingga semua atensi kini beralih padanya. "Kayanya yang maaf-maafan gak cuma Kak Kyungjun, Bang Hyunsoo sama Junhyeok deh. Tapi dua orang ini juga perlu." Hwi menunjuk Taehun dan Hyunsoo.
Hyunsoo berdiri lantas menghampiri Taehun lalu nemeluknya seperti apa yang Junhyeok lakukan padanya. Taehun sempat akan menghindar, tapi Hyunsoo lebih cepat dari perkiraannya.
"Maafin gue ya, Hun," ucap Hyunsoo.
"Iya, iya, maafin gue juga. Tapi ini lepasin dulu," kata Taehun yang terus mencoba terlepas dari pelukan Hyunsoo.
"Gak mau."
"Jun, bantuin gue," ujar Taehun pada Sungjun.
Sungjun mengangguk, tapi ia bukan membantu Taehun terlepas melainkan malah ikut memeluk keduanya.
"Sungjun, lo ngapain malah ikutan sih?"
Sungjun tak menggubris ucapan Taehun, begitu pula dengan yang lainnya. Mereka kini, malah ikut memeluk Taehun dan Hyunsoo.
Kapan lagi mereka saling meminta maaf satu sama lain, busa dibilang ini adalah kali pertama mereka melakukannya. Masalah yang mereka hadapi sebelum-sebelumnya tak separah ini. Mereka berharap di masa depan tidak ada lagi perselisihan seperti ini.
Akhirnya bisa aku bisa up.
Dari dua hari kemarin kalau sore mati lampu, hujan sekaligus banyak petir juga makanya gak bisa up :(
KAMU SEDANG MEMBACA
After Big Secret 1990
FanfictionBig Secret season2 Mereka hanya menang untuk masa lalu, bukan masa depan ⚠️Plis baca season 1 dulu, biar nyambung bacanya⚠️
