TIGA PULUH

26 4 7
                                        

"Lo mau sampe kapan curiga sama gue?"

Taehun menghela nafasnya setelah mendengar pertanyaan itu. "Siapa yang curiga sama lo?"

"Lo pikir gue gak ngerasa, Hun? Dari cara lo mandang gue aja udah ketahuan kali."

"Gue sebenernya bukan curiga sama lo, cuma gak percaya aja-"

"Apa bedanya?" Minsoo menjeda ucapannya. "Apa yang bikin lo gak percaya sama gue?"

Ada banyak hal yang membuat Taehun enggan menaruh banyak kepercayaan pada Minsoo. "Lo gak mungkin bantuin gue sama yang lainnya cuma-cuma kan?"

"Gue sama kalian terdahulu sahabat kalau lo lupa," ucap Minsoo.

"Yakin?"

"Iya, iya, oke. Gue jujur, di balik ini semua emang ada orang yang bayar gue buat bantu kalian." Minsoo menyerah, ia memilih untuk jujur pada Taehun meskipun masih belum waktunya.

🕸🕸🕸

Sungjun menatap foto dirinya dan teman-temannya. Setelah bagun Sungjun merasakan keadaan hatinya sudah jauh lebih baik, secara tiba-tiba ia tidak lagi merasa khawatir pada Taehun, terlebih saat ia mendapatkan kabar jika temannya yang satu itu akan segera sampai.

Foto ini sebenarnya bukan milik Sungjun, remaja laki-laki ini menemukannya di sela kasur milik Taehun lalu membawanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Foto ini sebenarnya bukan milik Sungjun, remaja laki-laki ini menemukannya di sela kasur milik Taehun lalu membawanya.

"Udah bangun, Lo?"

Sungjun menoleh pada Hwi yang baru saja bertanya, padahal yang baru saja bangun di sini adalah dirinya sendiri.

"Nggak, gue masih tidur di asrama Bang Tae, ini lo lagi mimpi," jawab Sungjun.

Hwi memutar bola matanya malas. "Becanda lo?"

"Ya, lagian. Lo yang baru bangun malah nanya gue. Udah sarapan belum lo? Bentar lagi makan siang."

"Belum lah, masih pagi ini." Hwi meraih ponselnya, setelah melihat jam yang tertera pada lock screen hampir saja ia melompat dari kasur karena terkejut. "Anjir, udah jam setengah sebelas?!"

Sungjun tertawa sekarang, raut terkejut Hwi sangat menghibur dirinya. "Itu yang lo sebut pagi? Yang bener aja lah!"

"Lo ketawa lagi, gue lempar lo pake bantal!"

Pluk!

Tepat sasaran, bantal itu kini mengenai wajah Sungjun. "Wah, kena pasal lo Hwi. Kekerasan terhadap anak."

"Emang lo masih anak-anak?!"

"Apa sih, ribut-ribut?" Junhyeok yang masih mengumpulkan kesadaran itu bertanya.

Keributan yang dilakukan oleh Hwi juga Sungjun benar-benar mengganggu tidur Junhyeok. Hal ini tentu bukan pertama kali terjadi.

"Dia yang mulai," ucap Sungjun seraya menunjuk Hwi.

"Heh, diem lo ya. Dia Jun, udah gak bangunin kita buat sarapan, malah ngetawain gue lagi," kata Hwi tak mau kalah.

Junhyeok memutar bola matanya malas, dua temannya itu selalu saja bertengkar. Junhyeok tqk khawatir akan hal itu, tak lama lagi mereka akan berbaikan dan melupakan pertengkaran kecil itu.

Sekarang yang Junhyeok lakukan adalah bangkit dari kasur setelah membaca pesan masuk dari ponselnya, ia pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya.

Setelah selesai dengan kegiatannya Junhyeok kembali melihat Hwi dan Sungjun. Sesuai dugaannya, dua orang itu kini sudah berbaikan lagi, atau mungkin sudah melupakan pertengkaran kecil tadi.

"Mau ikut gak lo pada?" tanya Junhyeok.

Hwi dan Sungjun yang tengah memainkan ponsel menoleh.

"Ke mana?"

"Ke asrama kak Jun. Bang Tae udah pulang, bawa makan siang katanya."

🕸🕸🕸

"Banyak banget lo beli makanan," kata Hyunsoo dengan mata berbinar.

"Iya, Hun. Gak salah lo?" tanya Kyungjun.

Taehun menoleh sebentar lalu kembali lagi melihat layar ponselnya. "Nggak kok, cemilan bisa di makan nanti. Kalian rapiin deh, gue mau mandi," ucapnya lalu pergi.

"Mentang-mentang banyak duit lo ya," kaya Hyunsoo. "Jun, gue penasaran deh, kenapa duit dia gak abis-abis," lanjutnya.

Kyungjun hanya menjawabnya dengan gelengan kepala. Sejujurnya ia juga penasaran.

Toktoktok.

"Biar gue yang buka." Hyunsoo sudah bisa menebak siapa yang mengetuk pintu, siapa lagi jika bukan ketiga adik kelasnya. Dan ya, dugaannya tak salah.

"Minggir Bang, elah. Gak mau nyuruh kita masuk?" tanya Hwi pada Hyunsoo yang berdiri tepat di tengah pintu yang ia buka sedikit itu.

"Maaf ya, kayanya kalian salah kamar," ucap Hyunsoo lalu kembali menutup pintu itu, namun setelahnya ia kembali membuka sambil tertawa. "Gue becanda, udah ayo masuk."

Satu persatu dari mereka masuk dan membantu Kyungjun menyiapkan makanan.

"Bang Tae udah ke mana lagi, Kak?" tanya Junhyeok.

"Kangen lo sama gue?" Taehun yang baru keluar dari kamar mandi itu balik bertanya.

Bukannya kesal, Junhyeok malah menghela nafas lega. Kekhawatiran dan mimpi Sungjun kemarin benar-benar menghantui Junhyeok, ia takut semua itu menjadi nyata. "Iya, Bang. Gue orangnya gampang kangen, makanya jangan pergi terus."

Taehun tersenyum mendengar hal itu, ia akhirnya duduk di samping Junhyeok. "baru dua hari, gimana nanti? Udah ayo makan, nanti gue mau ceritain sesuatu ke kalian."

Tanpa menunggu apapun lagi mereka mulai makan dengan suasana hening.

Orang pertama yang selesai dengan makananya adalah Sungjun, ia sangat penasaran dengan cerita Taehun. Ia juga punya cerita bahagia yang belum ia ceritakan pada kakak kelasnya itu.

Tak lama, satu-persatu dari mereka selesai dan kini mereka tengah menunggu untuk Taehun cerita.

"Mau cerita dulu, atau beresin ini dulu?" tanya Hyunsoo.

"Bentar doang, Co. Ini bukan cerita sih, lebih tepatnya informasi. Tadi gue pulang dianterin Minsoo dan di jalan gue ngedesak dia buat ngaku kenapa dia bantu kita," ucap Taehun.

"Lo masih gak percaya ya sama dia?" tanya Kyungjun.

Taehun mengangguk, menanggapi pertanyaan dari Kyungjun. "Iya, dia ngaku. Dia bantu kita bukan cuma karena dia sama kita di masa lalu itu temenan, tapi karena ada orang yang bayar dia buat bantu kita. Tapi sayangnya dia gak mau ngaku siapa orangnya, dia cuma bilang kalau nanti kita juga bakal tahu."

"Kok lo bisa bareng dia, Bang? Rumah dia sama rumah lo jauh banget loh." Hwi ikut bertanya.

"Dia tiba-tiba muncul di hadapan gue dan nawarin buat nganterin gue, dari pada nyari taksi lagi, yaudah gue ikut dia."











Ayo main tebak-tebakan, kira-kira siapa yang bayar Minsoo?

After Big Secret 1990Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang