"Minggu ini gue pulang."
Brak!
Hyunsoo menendang meja belajar miliknya, namun setelah itu ia meringis merasakan sakit pada kakinya.
Tawa Kyungjun dan Taehun tak bisa terbendung, mereka sama-sama tertawa tanpa mempedulikan Hyunsoo yang kini menatap keduanya kesal.
"Ngapain lo nendang meja sih, Co? Sakit kan?" tanya Kyungjun di sela tawanya.
Karena Hyunsoo yang terus diam membuat keduanya berhenti tertawa. Jika seperti ini Hyunsoo berarti sedang serius.
"Puas ketawanya?" tanya Hyunsoo. "Lo, Kyungjun. Bukannya bantuin gue marahin bocah satu ini malah ikut ngetawain gue!"
Kyungjun menoleh pada Taehun. "Marahin karena apa?"
Hyunsoo memutar bola matanya malas, ia yakin Kyungjun juga nendengar apa yang Taehun ucapkan sebelum dirinya menendang meja.
"Temen lo tiap minggu pulang mulu."
Kyungjun mengangguk mengerti. "Biarin aja sih, Soo. Rumah dia ini."
"Nah, bener kata Kyungjun. Emang kenapa sih, Co? Sewot bener lo denger gue mau pulang," tanya Taehun.
"Tau lah! Kalian gak ada bedanya." Setelah mengatakan itu Hyunsoo keluar begitu saja.
Taehun yang melihat itu tersenyum tipis. "Dasar, bocah ngambekan."
🕸🕸🕸
Karena keadaan yang sudah malam, Hyunsoo tak dapat pergi ke luar dari asrama. Pada akhirnya, tujuan Hyunsoo hanyalah kamar ketiga adik kelasnya, cukup jauh tapi ia tidak ada pilihan lain.
Rencananya Hyunsoo akan mengadu pada Sungjun karena Taehun lebih sering mendengarkan ucapan teman paling muda itu.
Hyunsoo mengetuk pintu kamar ketiga adik kelasnya, ini baru jam sembilan malam, seharusnya mereka masih belum tertidur.
Tak lama pintu itu terbuka, menampakan Hwi dengan wajah pucatnya.
"Lo kenapa?" tanya Hyunsoo seraya melangkahkan kakinya, memasuki kamar.
Hwi hanya membalasnya dengan gelengan. "Gue gak papa," jawabnya.
Mata Hyunsoo beralih pada Junhyeok yang tengah memainkan ponsel dan Sungjun yang sedang membaca buku. Dunia mereka sama sekali tak teralihkan oleh kedatangan Hyunsoo.
Hyunsoo berdecak kesal lantas duduk di sebelah Junhyeok lalu dengan cepat mengambil ponsel dari tangan Junhyeok.
Sedangkan Junhyeok hanya pasrah dengan apa yang Hyunsoo lakukan. "Iya, iya. Ada apa? Tumben lo ke sini malem-malem, sendirian pula."
Hyunsoo tersenyum tanpa dosa lalu kembali menyerahkan ponsel itu pada Junhyeok. "Gue tidur di sini, ya? Lo yang tidur di kamar gue."
"Berantem lagi lo sama bang Taehun?" tanya Hwi, yang kini ikut bergabung.
"Nggak," jawab Hyunsoo. "Lagi pengen nyari suasana baru aja," lanjutnya.
Junhyeok memutar bola matanya malas, meski akhirnya ia menuruti apa yang kakak kelasnya itu mau. "Yaudah, gue pindah. Tapi cuma buat malem ini ya!" ucapnya seraya bangkit dari kasur.
Hyunsoo tersenyum senang lalu berkata sebelum Junhyeok pergi, "Bilangin sama abang lo yang satu itu, jangan pulang-pulangan mulu."
"Bang Tae mau pulang?" Sungjun yang sejak awal fokus pada bukunya kini ikut bertanya.
"Iya, katanya minggu ini dia mau pulang. Kalian tahu sendiri 'kan orang tuanya dia kaya gimana?"
Ketiganya sama-sama mengangguk, menanggapi pertanyaan Hyunsoo.
"Oke deh, gue ke kamar lo, udah ngantuk. Baik-baik lo di sini ya, Bang," ucap Junhyeok sebelum pergi.
Hwi menatap kepergian Junhyeok dengan pandangan sendu, pikirannya yang baru saja tenang kini kembali ramai. Terlebih setelah mendengar jika Taehun akan pulang.
Plak!
"Akh... Gak sopan lo sama gue!" Hwi meringis seraya mengusap bahunya yang terasa sakit.
Sungjun, si pelaku malah tersenyum seraya memamerkan deretan giginya. "Ya, maaf. Lo sih ngelamun terus dari tadi."
"Terus? Padahal Hwi baru diem bentar loh, Jun," tanya Hyunsoo yang masih belum mengerti keadaan.
Sungjun mengagguk lantas mendekatkan dirinya pada Hyunsoo. "Lo harus tahu, Bang. Tadi Hwi ngelamun sampe hampir ngebakar ruangan ini."
"SUNGJUN!"
🕸🕸🕸
Kyungjun menatap papan tulis yang masih kosong, ini adalah jam pertama dan guru yang seharusnya mengajar tidak masuk. Kadang ia tak mengerti mengapa semakin dekat dengan ujian semakin banyak guru yang berhalangan hadir.
Tatapan Kyungjun beralih pada Taehun yang berada di sebelah kanannya tengan memainkan ponsel, dari raut wajahnya Kyungjun sangat yakin jika Taehun tengah kesal. Kyungjun menoleh ke belakang, di mana Hyunsoo tengah tertidur dengan menelusupkan wajahnya. Dan Hyunsoo adalah pelaku yang telah membuat Taehun kesal.
Malam tadi Junhyeok habis-habisan membujuk Taehun agar tidak jadi pulang, meskipun usaha itu gagal. Taehun lebih keras kepala sekarang.
Kyungjun berdiri menghampiri Taehun yang kini sudah berpindah tempat menjadi di samping Hyunsoo.
"Unco lagi tidur, Hun. Jangan di ganggu dulu," ucap Kyungjun.
"Gue juga mau ikutan tidur kali, bukan mau ganggu dia. Udah sana, halangin kami berdua," balas Taehun.
Kyungjun bernafas lega, setidaknya tidak akan ada keributan di kelas ini. Setelahnya Kyungjun kembali duduk di depan kedua temannya sebagai pelindung jika guru masuk.
Meskipun tidak ada guru, kelas Kyungjun sangat sepi. Bukan karena patuh terhadap aturan, tapi hampir semua siswa kini tertidur.
"Doy, tumben lo. Dari mana?" tanya Kyungjun pada Doyoung yang baru saja masuk.
Doyoung yang baru dari luar itu berjalan dan duduk di samping Kyungjun, tepatnya di meja yang biasa Taehun tempati.
"Lo tahu gak-"
"Gosip?" tanya Kyungjun cepat.
"Bukan, dengerin dulu dong," protes Doyoung. "Ada guru baru loh," lanjutnya.
Kyungjun hanya mengangguk, ia tidak begitu peduli dengan hal itu. "Mau ngajar mapel apa katanya?"
"Dia gak ngajar di kelas kita. Katanya sih cuma ngajar kelas sebelas doang. Tadi gue juga gak sengaja ketemu dia."
"Terus?"
"Dari cara dia jalan mirip banget sama lo."
Ini tanggal comeback kapan di spil ya? Udah seminggu lebih tiap jam 10 pagi, 4 sore sama 10 malem mantengin hp. Semoga malem ini deh, udah gak sabar banget!
Stan The New Six!
KAMU SEDANG MEMBACA
After Big Secret 1990
FanfictionBig Secret season2 Mereka hanya menang untuk masa lalu, bukan masa depan ⚠️Plis baca season 1 dulu, biar nyambung bacanya⚠️
