Sudah larut malam, tapi Hyunsoo belum juga memejamkan matanya. Ia tidak tenang belum menceritakan semua yang ia tahu dari Hyuna dan Minsoo pada teman-temannya.
Pada akhirnya Hyunsoo bangkit lalu membangunkan Taehun. Hanya ucapan laki-laki itu yang bisa didengar dengan baik oleh teman-temannya yang lain.
"Hun, bangun dulu," ucap Hyunsoo.
Hanya dengan begitu Taehun bangun seraya mengusap wajahnya yang masih terasa ngantuk itu.
"Kenapa? Gak mati lampu kok, udah tidur lagi sana."
"Bukan itu, gue mau cerita."
Taehun terus menguap menandakan jika dirinya masih sangat mengantuk. "Bisa tidur dulu gak? Kalau bisa besok aja ya?"
Hyunsoo menggeleng. "Gak bisa."
Akhirnya Taehun menyingkap selimut yang menutupi setengah badannya. "Yaudah, tunggu sebentar gue cuci muka dulu."
Hyunsoo mengangguk lalu tersenyum, disaat seperti ini Taehun memang bisa diandalkan.
Tak berselang lama Taehun kembali dan duduk di sebelah Hyunsoo. "Mau cerita apa?"
"Ini kelanjutan cerita tadi, gue gak bisa lanjutin karena anak-anak terus nyela."
Taehun mengangguk mengerti. "Maaf, ya? Sekarang ceritain, pelan-pelan aja."
Hyunsoo menghela nafasnya lalu melai menceritakan semuanya dari awal.
Flashback.
"Hyunsoo, ada yang mau kami bicarain sama kamu."
Ucapan Hyuna yang terdengar serius sama sekli tak membuat Hyunsoo khawatir. "Apa? Kayanya serius banget."
Hanya dengan begitu mampu membuat Minsoo dan Hyuna menghela nafas panjang. Penjelasan ini akan sedikit rumit, terlebih yang berada di hadapan mereka saat ini adalah Hyunsoo. Si remaja yang tak akan berhenti menggali informasi sebelum ia merasa puas.
"Apa kalian tahu alasan Daeyoon mati?" Pertanyaan itu datang dari Minsoo.
Saat itu Hyunsoo mengangguk dengan polosnya. "Tahu. Bunuh diri 'kan? Gue masih gak nyangka sih manusia psikopat kaya dia bisa tobat."
Minsoo dan Hyuna saling pandang, mereka tidak menyangka jawaban itu yang keluar dari mulut Hyunsoo.
"Kata siapa Daeyoon bunuh diri? Dia di hukum mati."
Hyunsoo yang tengah minum itu sontak tersedak. "Di hukum mati? Tapi Haruto bilang dia bunuh diri. Bahkan video permintaan maaf dia juga ada."
Lagi-lagi Minsoo dan Hyuna tak menyangka. Apa yang mereka ketahui benar-benar jauh dari kebenaran.
"Jadi selama ini kalian tahunya Daeyoon bunuh diri?" Pertanyaan Hyuna diangguki oleh Hyunsoo.
"Itu semua cuma buat nutupi hukuman Daeyoon, lo harus percaya sama gue. Semua kabar yang beredar soal Daeyoon 90% salah, sesuai janji gue sama lo, gue gak akan ngebiarin dia mati dengan senang hati," jelas Minsoo.
"Gue kira lo lupa sama janji lo. Terus apa lagi? Dari raut kalian kayanya mau cerita lebih dari ini."
"Gue aja." Hyuna menyela Minsoo yang sudah berancang-ancang menjelaskan. "Langsung ke inti. Kalian dalam bahaya."
Singkat dan padat, Hyunsoo masih belum mengerti. "Maksudnya? Jelasin secara detail Kak."
"Kehancuran Daeyoon adalah kehancuran kalian juga," ujar Minsoo. "Daeyoon mati juga sama aja, kalian gak aman. Itu jadi alasan kuat gue selalu ngintai lo selama libur semester. Lo gak tahu aja, hampir setiap pagi ada yang ngawasin sekitar rumah lo," lanjutnya.
Hyunsoo mengerutkan alisnya. "Buat apa? Emangnya gue punya masalah sama siapa lagi di masa lalu?"
"Kita kurang yakin dan gak ada bukti juga. Tapi dugaan yang paling kuat Yujin. Dia gak ada sangkut pautnya sama masa lalu, tapi kita yakin dia punya dendam buat kalian."
Flashback off.
"Mereka juga ngasih gue foto kita pas masih diintai sama Daeyoon. Minsoo bilang itu salah satu bukti yang mereka dapat pas bawa kasus 34 tahun lalu ke jalur hukum."
"Lo simpen fotonya?" tanya Taehun.
Hyunsoo mengangguk kemudian bangkit untuk mencari foto yang ia maksud. Sayangnya Hyunsoo tak menemukan foto itu.
"Hun, fotonya gak ada! Waktu itu gue inget banget di selipin di buku ini," ucap Hyunsoo sedikit panik.
Taehun akhirnya ikut membantu mencari, ia sudah sangat penasaran dengan foto itu.
"Lo biasanya gak teledor gini, Soo," ucap Taehun.
Hyunsoo menggeleng, dalam hati ia sudah merutuki dirinya sendiri. "Gue inget jelas naro di mana, dan tempatnya gak pernah gue pegang setelah ada foto itu."
Melihat Hyunsoo yang nampak prustasi, Taehun mengusap bahunya. "Mungkin gak sengaja ke selip di buku lain. Gak perlu tunjukin sekarang, kita bisa lanjut cari besok. Lo tidur gih, udah larut banget."
"Kalau gitu gue jelasin ciri-ciri foto itu. Di foto itu kita berenam lagi liatin sesuatu tapi pandangan kita jauh dari kamera. Kayanya diambil tahun lalu."
Taehun menghela nafasnya. "Kenapa mereka baru ngasih tahu kita di saat semuanya udah kerasa gak beres?"
"Apa lo ada kontek mereka setelah dapet kabar Daeyoon?" Pertanyaan Hyunsoo tentu dibalas gelengan oleh Taehun. "Mereka terlalu sibuk, Hun. Itu sih yang gue tahu."
"Tapi Minsoo? Dia ada di sekitar lo dua minggu terakhir ini."
Hyunsoo terdiam, ia sudah tidak bisa lagi menjawab. Ia tak sempat bertanya lebih lanjut.
"Udah jangan dipikirin, sekarang tidur. Masalah ini kita bicarain sama yang lainnya besok."
Yang Hyunsoo lakukan hanyalah mengangguk, lalu menuruti apa yang Taehun perintahkan meski pikirannya terus terjaga. Setidaknya ia sudah tidak lagi memendam semuanya sendiri.
"Lo juga tidur, Hun. Makasih ya, udah mau dengerin cerita gue. Besok gue minta tolong batu jelasin ke anak-anak, cuma ucapan lo yang bisa bikin mereka diem."
Tadinya mau up agak malem dikit, jam sembilan lah tapi ternyata malah ketiduran hehe....
KAMU SEDANG MEMBACA
After Big Secret 1990
Hayran KurguBig Secret season2 Mereka hanya menang untuk masa lalu, bukan masa depan ⚠️Plis baca season 1 dulu, biar nyambung bacanya⚠️
