Happy Reading!
.
.
.
Kenneth memasuki ruang makan Kerajaan Eudora dengan tidak santai. Sekarang semua tatapan mata sudah tertuju padanya.
Tidak ada yang berani mendekat ke arahnya, kecuali Aleesya yang sudah berlari memeluk Kenneth erat. Dia sangat merindukan kakak pertamanya itu.
"Apa yang membuatmu menginjakkan kaki di sini? Bukankah kau sudah memutus tali kekeluargaan dengan kami, Kenneth?" Tanya Raja Edward.
"Apa yang ada dipikirkan anda Yang Mulia Raja? Menikahkan adikku dengan Duke sialan itu?"
"Jangan mempertanyakan keputusanku, kau tidak berhak akan itu"
Kenneth terkekeh, "ternyata masih sama seperti dulu"
"Berhenti bersikap seperti orang yang tidak punya aturan, Ken!" Bentak Raja Edward, membuat suasana di meja makan semakin menegang.
"Lalu? Haruskah aku bersikap seperti penguasa sepertimu, Yang Mulia Raja?"
"Atau haruskah aku tetap tunduk pada aturanmu seperti Putra Mahkota berlianmu itu, Yang Mulia?"
Kiel menatap Kenneth tajam, "apa maksudmu?"
"Bawa dia keluar!" Perintah Raja Edward membuat para prajurit mendekat ke arahnya.
"Tidak aku mohon! Ayah! Biarkan Kenneth di sini, aku mohon" Tangis Aleesya.
"Menjauh darinya, Putri Aleesya!" Bentak Raja Edward, tidak mau dibantah.
Aleesya berlutut dengan tangannya yang masih memegang tangan Kenneth, "Aleesya! Apa yang kau lakukan? Cepat berdiri" Ucap Kenneth, tak suka dengan posisi Aleesya saat ini.
"Aku mohon, kali ini saja, biarkan Ken disisiku" Lirihnya.
Ratu Elena yang sejak tadi hanya duduk diam dan menangis tiba-tiba berdiri dan menghampiri Kenneth.
Beliau membawa Kenneth ke pelukannya. Ratu Elena mengelus wajah Kenneth dengan tangannya yang gemetar.
Putranya, putranya kembali.
Sudah lama Ratu Elena tidak melihat Kenneth, itu semua karena kejadian beberapa tahun lalu yang membuat Kenneth memilih untuk meninggalkan Istana.
Kejadian yang membuat Kerajaan Eudora harus menata ulang tatanan Kerjaan. Yang di mana sejak awal takhta adalah milik Kenneth berubah menjadi milik Kiel.
Itu semua karena gosip buruk mengenai Pangeran Kenneth yang berhasil membuat amarah Rakyat memuncak dan membuat Rakyat memaksa Pangeran Kenneth untuk turun takhta.
Hal itu yang membuat Raja Edward mengamuk dan mengusir Kenneth dari Kerajaan.
"Biarkan anakku berada di sisiku, Ed, sudah cukup aku berpisah dengan anakku" Tegas Ratu Elena.
Raja Edward berdiri, lalu keluar dari ruang makan tanpa mengatakan sepatah katapun.
Florence yang melihat itu, segera berlari ke pelukan sang kakak. Sedangkan Kiel, hanya duduk diam menatap sang kakak dengan tatapan yang sulit diartikan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Duke!
FantasiBagaimana jadinya jika seorang putri pembangkang harus menikah dengan seorang Duke yang terkenal mengerikan di kerajaannya? Mampukah Putri Aleesya mengendalikan monster dalam diri sang Duke? Atau malah sebaliknya?
