Happy Reading!
.
.
.
.
Aleesya tidak menghiraukan pelayan yang saling berbisik untuk menyebarkan gosip.
Itu sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.
Sedetik kemudian, Aleesya menghentikan langkahnya kala mendengar para pelayan mengatakan sesuatu tentang Areez.
"Duke terlihat tidak baik-baik saja, lukanya memenuhi tubuhnya"
"Kau benar, tadi aku yang melihatnya meringis sendiri, itu pasti sangat menyakitkan"
"Jika orang lain yang menerima hukuman seperti itu, aku yakin orang itu tidak akan bertahan lama"
Aleesya mendekati pelayan itu, membuat pelayan itu seketika diam. "Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Aleesya.
"Maaf Duchess, kami tidak akan melakukan itu lagi" Ucap salah satu pelayan itu.
"Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Aleesya, lagi.
Salah satu pelayan itu meringis kecil, "kami melihat Duke sedang berada di ruangan tabib, tubuhnya di penuhi luka"
Mendengar itu, Aleesya langsung melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana.
Ada sedikit rasa khawatir di hatinya, tapi rasa kesal dan kecewa masih mendominasi.
Aleesya melewati ruangan tabib, tapi ruangan itu tertutup. Hanya terdengar ringisan kecil di sana, dan Aleesya tahu betul itu adalah suara Areez.
"Kakak ipar!" Panggil Arsen, membuat Aleesya melotot dan menaruh telunjuknya di depan mulut.
Arsen meringis kecil, kemudian menghampiri Aleesya. "Ada apa?" Bisiknya.
"Jangan berteriak!" Kesal Aleesya.
"Kau sedang apa di sini? Kau sakit?" Tanya Arsen.
Aleesya menggeleng, "tidak, aku hanya lewat"
Sekali lagi, terdengar suara ringisan dari arah ruangan tabib.
"Apa ada yang sakit?" Tanya Aleesya.
"Oh, itu kakak" Balas Arsen, santai.
"Memangnya dia kenapa?"
Arsen tersenyum menggoda, "apa kau mengkhawatirkannya?"
Aleesya berdecak, "aku hanya bertanya! Kau menjengkelkan" Aleesya langsung meninggalkan Arsen, membuat Arsen tertawa terbahak-bahak dibuatnya.
✧༺♛༻✧
Areez meringis kecil saat tabib mulai mengoles salep di badannya. Rasanya sangat perih, tapi Areez masih bisa menahannya.
Karena ini tidak sesakit saat sedang demam.
"Kenapa lama sekali? Lakukan dengan cepat!" Kesal Areez.
"Baik, Duke" Jawab Tabib yang bekerja.
"Asya di mana?" Tanya Areez, menatap Panglima Finley.
"Sepertinya Duchess masih ada di kamar, Duke"
"Ambilkan aku pakaian" Perintah Areez.
"Tapi tabib belum mengobati keseluruhan luka Anda, Duke"
"Ck, luka seperti ini tidak akan membuatku mati, cepat ambilkan!"
Mau tak mau Panglima Finley mengambilkan pakaian baru untuk Areez.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Duke!
FantasyBagaimana jadinya jika seorang putri pembangkang harus menikah dengan seorang Duke yang terkenal mengerikan di kerajaannya? Mampukah Putri Aleesya mengendalikan monster dalam diri sang Duke? Atau malah sebaliknya?
