Happy Reading
Mesjid yang baru saja berbunyi membuat sang suami terbangun perlahan. Gus Fatih menetralkan pandangannya dengan tertuju pada sebuah objek yang berada di sampingnya.
Gus Fatih mengelus pelan rambut berwarna hitam milik istrinya.
"Sungguh indah ciptaanmu, Tuhan,"guman pelan Gus Fatih.
"Sayang, bangun dulu," Ucap Gus Fatih perlahan membangunkan istrinya.
Perempuan yang masih tertidur pun sedikit terusik dengan suara lembut dari sang suami.
"Ngan–tuk, Gus," Fatin kembali tertidur setelah mengucapkan kalimat singkat tanpa sadar.
"Tahajjud dulu,"Seru Gus Fatih. Ia merasa sedikit kasian pada istrinya, semalam Fatin melayani suaminya hingga pukul dua pagi. Lalu kembali di bangunkan jam tiga pagi untuk melaksanakan sholat tahajjud.
Fatin kemudian bangun dari tidurnya, orang pertama yang ia lihat ketika bangun dari tidur adalah suaminya. Fatin menutup wajah yang tiba-tiba memerah ketika mata mereka bertemu.
"Kenapa ditutup, hm?" Tanya Gus Fatih sedikit menggoda istrinya.
Fatin hanya menggeleng pelan, lalu perlahan turun dari ranjang.
"Fatin," Panggil Gus Fatih.
"hm?" Jawab Fatin tanpa menoleh ke arah suaminya.
"Sebentar lagi Adzan," Ujar Gus Fatih. Fatin mengangguk dan kembali mengambil pakean yang akan di bawa ke dalam kamar mandi.
Gus Fatih menghela nafas kasar. Padahal Gus Fatih sudah mengatakan sebentar lagi Adzan, jadi untuk menghemat waktu alangkah lebih baiknya jika mereka mandi bersama. Sementara istrinya yang kurang peka itu memilih untuk masuk ke kamar mandi.
Selang beberapa menit, Fatin keluar dari kamar mandi dengan ekspresi cemberut. Pasalnya, Gus Fatih menerobos masuk dan ikut mandi bersamanya tanpa meminta izin darinya.
Fatin berlari mengambil mukenah dan sajadah miliknya, sedang Gus Fatih masih menertawakan wajah istrinya yang terlihat seperti bebek.
"Ayo. Dikit lagi Adzan, Gus!" Seru Fatin. Ia bahkan lupa mengeringkan rambutnya. Jadilah, hijabnya terlihat basah karena rambutnya.
Gus Fatih mempersilahkan Fatin untuk jalan lebih dulu lalu di ikuti dengan dirinya, tepat di belakang istrinya.
Sesampainya di ndalem, Fatin sedikit di kejutkan dengan mertuanya yang muncul tiba-tiba. Umi Hadijah sudah bersiap bersama Kyai Abdullah ke mesjid, begitupun Fatin dan Gus Fatih yang baru saja sampai di dapur ndalem.
Umi Hadijah tersenyum menatap menantunya dalam keadaan hijab yang bentuk tak karuan, terlebihnya lagi hijabnya basah. Namun semua itu tak mengganggu kecantikan Fatin.
"Jilbabnya kenapa basah, Nduk?" Tanya Umi Hadijah.
Fatin menatap sekilas pada Gus Fatih yang sengaja mengalihkan pandangannya kearah lain. "A–anu Umi," Saking gugupnya Fatin, Ia sampai tidak bisa menjawab pertanyaan dari mertua perempuannya.
"A–anu Gak sempat buat ngeringin, Umi. Gus Fatih bangunin nya udah mau Adzan tadi, Iya kan Gus?" Tanya Fatin beralih pada suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
GUS IDAMANKU
Teen FictionDILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT! ig:ftrvvva tt:ftrivvv Fatin Az-Zahra ketika beranjak di SMA negeri, fatin ingin bersekolah di tempat yang ia inginkan namun papa nya tidak mengizinkannya, rayuan demi rayuan yang ia berikan pada ayahnya, akhirnya ia di...
