Happy Reading
Jangan lupa vote ya teman-teman💐
Part ini sedikit mengandung kata-kata kasar‼️
Di pagi hari. Fatin masih terbaring di atas tempat tidur miliknya, tubuhnya terasa melemah hingga kesusahan untuk bangun ataupun berjalan, Fatin terpaksa izin tidak bisa mengikuti pelajaran di Madrasah.
Fatin kembali merenungi kejadian semalam, dimana semua rahasianya telah di ketahui oleh ketiga sahabatnya, terutama Fatimah.
Fatin menghela nafas pelan—pasalnya Fatin sudah kehabisan cara membujuk temannya agar hubungan Gus Fatih dan Fatimah masih berlanjut hingga takdir mempertemukan mereka.
Katakanlah jika Fatin sudah gila. Ia begitu mengkhawatirkan hubungan orang lain di banding rumah tangganya sendiri. Bukankah itu hal yang sangat bagus jika Fatimah sudah mengetahui semua? Setidaknya rumah tangganya akan tetap berjalan sampai maut memisahkan mereka.
"F–fatimah?" guman Fatin.
Fatimah perlahan mendekati Fatin, sungguh rasa bersalah datang menghantui dirinya. Detik itu juga, Fatimah menarik Fatin lalu memeluknya.
Tangisan kedua perempuan itu pecah seketika, Fatimah menangis karena merasa bersalah pada sahabat nya dan Fatin menangis agar Fatimah tetap mau menerima Gus Fatih.
Fatimah menggeleng pelan mendengar permohonan sahabatnya. Bagaimana bisa Fatimah menerima lamaran Gus Fatih yang nyatanya adalah suami milik sahabatnya?
Fatin memegang kaki sahabatnya dengan tangan gemetar. Ia takkan sanggup melihat rencana yang sudah Gus Fatih persiapkan sejak lama akhirnyaa hancur.
"S–saya mohon Fatimah, tolong terima lamaran Gus Fatih," Lirih Fatin, suaranya gemetar ketakutan.
Fatin tidak ingin Gus Fatih hancur
"Tidak Fatin! Demi Allah, saya tidak akan pernah mau menerima Gus Fatih!" Fatimah menolak semua permintaan temannya. Fatimah bisa merasakan temannya seperti ketakutan.
Fatimah mundur beberapa langkah ketika Fatin sujud di kakinya. Hal gila yang tak pernah Fatin pikirkan, sujud pada perempuan lain demi suaminya.
"Fatin apa kamu sudah gila?!"Sarkas Fatimah.
Fatin menggeleng pelan. Tubuhnya masih senantiasa sujud di hadapan Fatimah. Tangisannya tak terhenti bahkan berbicara pun, suaranya terdengar samar-samar.
"Jangan tolak lamaran Gus Fatih, tolong Fatimah. Saya nggak mau Gus Fatih kecewa,"
"Saya berhak menolak,"Ujar Fatimah
Fatin berdiri memegang kedua tangan Fatimah—Sekali lagi Fatin memohon di hadapan perempuan yang akan menggantikan nya posisinya,"Kamu nggak berhak nolak Fatimah!" Sela Fatin cepat. Ketakutan serta emosi menjadi satu, Fatin tidak bisa mengontrol emosi sekaligus ketakutannya.
plakk
Fatin memegang wajahnya yang terasa panas akibat tamparan itu. Fatimah menatap temannya dengan tidak percaya, bisa-bisanya Fatin memohon pada dirinya untuk menerima lamaran Gus Fatih yang jelas-jelas sudah berstatus menikah.
Tangan Fatimah kembali gemetar akibat tamparan yang baru saja dia layangkan di wajah sahabatnya. Mereka berdua sama-sama di penuhi oleh emosi.
Momen pertama kalinya seisi kamar melihat Fatimah emosi sampai menampar temannya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
GUS IDAMANKU
Genç KurguDILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT! ig:ftrvvva tt:ftrivvv Fatin Az-Zahra ketika beranjak di SMA negeri, fatin ingin bersekolah di tempat yang ia inginkan namun papa nya tidak mengizinkannya, rayuan demi rayuan yang ia berikan pada ayahnya, akhirnya ia di...
