56

4.6K 146 33
                                        

Happy Reading

Jangan lupa vote ya teman-teman💐

Tandai jika ada typo‼️

Jika orang-orang mengatakan penyesalan selalu berada di akhir, sungguh itulah yang di rasakan oleh seorang suami yang tega menyiksa fisik & batin istrinya. Gus Fatih menyesali semua perbuatannya yang di lakukan pada istrinya sendiri.

Sudah berhari-hari kepergian istrinya, Gus Fatih menjadi seseorang yang seperti kehilangan arah. Sepanjang hari Umi Hadijah harus berusaha menenangkan anak sulungnya yang selalu saja menangis. Sudah beberapa hari Gus Fatih mengurung diri di kamar yang mereka tempati bersama istrinya.

Umi Hadijah selalu mengajak anaknya untuk tinggal di ndalem, akan tetapi Fatih selalu menolak itu semua. Katanya, ia tidak mau meninggalkan istrinya sendiri di rumah itu.

Luka cambukan mungkin sudah hilang dan tidak terasa sakit lagi tapi bagaimana dengan luka dan rasa sakit yang engkau berikan pada istrimu?

"U-umi tolong bawa istri ku kesini." Fatih kembali menangis. "Fatih butuh dia, Umi."

"Umi enggak bisa apa-apa nak. Fatin sudah di bawa pergi kakeknya." Lirih Umi Hadijah menenangkan anak sulungnya.

"Fatih harus pergi menjemput nya, Umi. Fatih tau dimana keberadaannya."

"Siapa yang mengizinkan mu pergi?" Tanya Kyai Abdullah yang baru saja datang di rumah anak sulungnya.

"Mas," Tegur Hadijah.

"Jangan pergi menemuinya. Biarkan Fatin menjalankan kehidupan barunya. Siapa yang menyuruh mu melakukan itu semua? Sekarang lihat, kamu menyesal kan? Sedangkan kemarin kamu menutup telinga ketika dia berteriak kesakitan karena pukulanmu!"

Fatih kembali menangis hingga menimbulkan suara. Kejadian itu kembali berputar, Fatih mengingat bagaimana ia memukul istrinya tanpa memikirkan rasa sakit yang dia berikan, Fatih mengingat jelas suara istrinya yang berteriak kesakitan.

"G-gus sakit."

"F-fatin minta maaf Gus."

"D-demi Allah saya tidak berniat merusak semuanya, Gus."

"Tolong berhenti Gus, Sakit!" Fatin merintih kesakitan akibat pukulan berkali-kali yang di layangkan oleh suaminya.

Fatih menutup telinganya berharap suara yang selalu menghantui nya pergi dari sana. Hampir setiap hari Fatih selalu di hantui dengan suara rintihan istrinya.

Semenjak kepergian istrinya, Fatih tidak bisa tidur dengan tenang. Seakan-akan pikiran nya tidak mengizinkan nya tertidur, selalu saja memori kejadian itu kembali di sepanjang malam.

Ketika bangun dari tidurnya yang hanya beberapa jam, Fatih selalu saja berhalusinasi berharap istrinya ada di sampingnya. Bahkan Umi Hadijah beberapa kali memergoki anak sulungnya tengah berbicara sendiri, seolah-olah ada Fatin disana.

Sungguh gila bukan?

Terimalah rasa sakit yang dulunya kau berikan rasa sakit itu pada istrimu. Selamat berkelana dengan bayang-bayang istrimu, Fatih. Kamu akan menggila selama-lamanya hingga rasa sakit itu hilang dari hati istrimu.

•••••

Semua kejadian itu sudah di ketahui oleh para Ustadz dan Ustazah di pesantren Hidayatullah. Hal yang tidak akan pernah mereka sangka, seorang Gus yang mereka selalu jadikan contoh lelaki baik ternyata tega melakukan kekerasan pada istrinya sendiri, terlebih lagi istrinya itu adalah santri di pesantren Hidayatullah.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 12 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

GUS IDAMANKUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang