"Oh, iya tante, ada apa?" jawaban Aldi mengejutkanku. Dia kelihatan gugup, mungkin merasakan ketegangan dalam suaraku. "Kita perlu berbicara tentang kejadian itu," lanjutku, berusaha menjaga nada suaraku tetap tenang meskipun hatiku berdebar kencang. Aldi hanya mengangguk pelan, tampak was-was.
"Aldi, tante mohon, jangan terulang lagi ya," kataku dengan suara bergetar. "Tante ini adik ibumu, kita keluarga. Sesama keluarga tidak boleh melakukan hal itu, Aldi."
Aldi terdiam, melihat wajahku yang penuh kekhawatiran. Perasaan bersalah tampak di wajahnya. "Tante, aku... aku tidak tahu harus bilang apa," jawabnya lirih.
"Aldi, kamu masih 17 tahun, Aldi. Masih terlalu kecil untuk memahami semua ini," lanjutku dengan nada lembut namun tegas. "Tante tahu kamu mungkin bingung. Tapi percaya, tante di sini bukan untuk menyalahkan kamu. Tante hanya ingin kita sama-sama belajar dari kejadian ini dan memastikan tidak ada yang terluka."
"Tapi tante...," jawab Aldi seperti mencoba membela diri.
~~~~~~~~~~~~Lanjut Cek Link Di Profile~~~~~~~~~~~~

YOU ARE READING
Pemuas Nafsu Keponakan
RomanceWarning!!!!! 21++ Dark Adult Novel. Untuk adek-adek mohon jangan baca ini ya..... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Aku, Rina, seorang wanita 30 tahun, berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja d...