Chapter 29

610 0 0
                                    

Malam itu, kami bertiga makan malam bersama. Namun, pikiranku dipenuhi oleh bayangan yang tak terkendali. Foto perselingkuhan suamiku terus menghantui benakku, bercampur dengan kenangan manis pergumulanku bersama Aldi sebelumnya.

Aku harus tetap tenang, pikirku sambil berusaha memaksakan senyum ke arah Maya yang sibuk menyendok nasi ke piring.

"Ayo, Rin. Makan yang banyak ya. Kamu terlihat lebih kurus belakangan ini," kata Kak Maya dengan suara lembut, namun penuh perhatian. Aku hanya bisa mengangguk tanpa merespons lebih jauh.

Aldi yang duduk di sebelahku, diam-diam menatapku serius. Ada kekhawatiran di matanya, membuat dadaku semakin sesak oleh pertentangan batin yang tak kunjung reda.

"Tante, mau lauk apa? Biar Aldi ambilkan," tanyanya manis sambil menyodorkan lauk ke hadapanku. Nada suara dan tatapannya tak bisa kutepis, mengingatkanku kembali pada panasnya kasih sayang yang kami bagi sebelumnya.

"Terima kasih, Aldi," jawabku perlahan berusaha mengendalikan nada suaraku agar tak bergetar.

Sesekali Maya melirik kami berdua, seolah menyimpan sedikit rasa curiga melihat hubungan aku dengan anaknya. "Rin, kamu sudah baikan?" tanya Maya, suaranya penuh perhatian, tapi ada bayangan kekhawatiran di balik kata-katanya. Aku pun mengangguk pelan, mencoba meyakinkannya bahwa semua baik-baik saja.

"Kamu udah telepon Yanto, Rin?" tanyanya tiba-tiba, membuatku sedikit tersentak.

"Entah lah, Kak, aku bingung harus bilang apa dengannya. Biarkan saja," sahutku dengan nada yang tak sepenuhnya tenang. Aku tahu, jauh di dalam hati, ada banyak hal yang perlu kuhadapi dan tak bisa lagi terus diabaikan.



~~~~~Lanjut di KK yah Cek Link Di Profile~~~~~

Pemuas Nafsu KeponakanWhere stories live. Discover now