"Bu, Aldi ingin pulang," ujar Aldi ketika kami makan pagi keesokan harinya. Suaranya terdengar masih lembut, tapi terdapat ketegasan di balik ucapan-ucapannya. Maya menatap Aldi dengan lembut, berusaha menilai perasaannya yang campur aduk.
"Aldi, kita masih punya liburan selama tiga hari lagi di Bali. Ini kesempatan yang baik untuk bersantai dan melupakan sejenak semua beban yang ada," ujar Maya dengan lembut, mencoba membujuk.
Namun, mata Aldi tetap fokus pada piringnya. "Tapi, Bu, aku ingin pulang sekarang," katanya dengan suara tegas.
Maya menarik napas panjang, kemudian menatapku yang duduk di seberangnya. Aku tersenyum tipis dan mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Maya mengangguk pelan, meskipun terlihat jelas ia kecewa. "Baiklah, setelah makan pagi kita bersiap-siap. Aku akan mengatur ulang jadwal penerbangan kita ke sore ini."
~~~~~Lanjut di KK yah Cek Link Di Profile~~~~~

YOU ARE READING
Pemuas Nafsu Keponakan
RomanceWarning!!!!! 21++ Dark Adult Novel. Untuk adek-adek mohon jangan baca ini ya..... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Aku, Rina, seorang wanita 30 tahun, berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja d...