Pagi itu, aku terbangun dengan tubuh yang masih lemah di atas tempat tidur. Noda kenikmatan semalam masih melekat di kulitku, sementara kejadian semalam muncul di benak, memunculkan gelombang rasa bersalah yang begitu mendalam. Meskipun demikian, tubuhku masih merasakan sisa-sisa kenikmatan yang seolah membelenggu dalam perasaan yang tak menentu.
Aku meregangkan tubuh dan duduk di tepi tempat tidur, tangan gemetar saat mencoba merapikan rambut yang kusut. "Bagaimana bisa...?" gumamku, mencari jawaban dalam prinsip moral dan agama yang selama ini kupelajari. Aku merasa terperangkap dalam labirin emosi, di mana setiap langkah membawaku semakin dalam ke jurang kelam.
Rasa bersalah melilit hatiku erat, memaksaku untuk merenung. "Apakah aku korban dari situasi ini, atau aku turut andil dalam kesalahan ini?" Pertanyaan ini terus berputar dalam pikiranku, menimbulkan perasaan bersalah yang tak tertahankan.
Namun, ada dorongan naluriah yang sulit diabaikan. Setiap sentuhan, setiap bisikan dari Aldi, membawa kehangatan dan kenyamanan dalam pelukannya yang sejenak menghapus kesepian yang kurasakan. Tubuhku merespons sukarela, memperdalam cengkeraman kenikmatan yang dulunya terasa jauh dan asing. Aku terpecah antara kenikmatan instan yang melawan kodrat moral dan tekad untuk tidak terjerat kembali dalam situasi yang sama.
Aku menatap bayanganku di cermin yang buram oleh embun pagi. "Apa yang harus aku lakukan?" bisikku dengan nada penuh kegalauan. Setiap detik yang berlalu membuat hatiku semakin berat, terombang-ambing antara rasa bersalah yang mendera dan dorongan untuk mencari penjelasan mengapa semua ini bisa terjadi. Dari dalam diriku, ada suara kecil yang mencoba menerobos, memberikan secercah harapan untuk kembali ke jalan yang benar. Namun, apakah akan semudah itu? Aku masih terjebak dalam dilema yang mengguncang kepercayaanku.
~~~~~Lanjut di KK yah Cek Link Di Profile~~~~~

YOU ARE READING
Pemuas Nafsu Keponakan
RomanceWarning!!!!! 21++ Dark Adult Novel. Untuk adek-adek mohon jangan baca ini ya..... ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Aku, Rina, seorang wanita 30 tahun, berjuang menghadapi kesepian dalam pernikahan jarak jauh. Suamiku bekerja d...