18. Jiro gila! (2)

2.9K 197 12
                                        

Disclaimer : kekerasan ⚠️

.
.
.
.

Jiro menarik Kina untuk berdiri, Kina berusaha memberontak dan pergi dari sana, namun usahanya sia-sia karena Jiro lebih besar tenaganya dibandingkan dirinya. Kini Jiro berjalan maju, mendekati Kina yang berjalan mundur. Kina terus berjalan mundur sampai punggungnya menabrak tembok di belakangnya. Kini Kina berada di antara tembok dan tubuh kekar Jiro yang mengunci pergerakannya.

"Mana Kina yang berani berontak? kok jadi ciut gini."

Kina menatap keji laki–laki yang ada dihadapannya ini. "Lepasin gue Jiro,"

"Kalo gue gak mau gimana?"

"Mau lo apa?!" bentak Kina.

Jiro menyeringai, menunjukkan senyum miringnya. "Lo, gue mau milikin lo seutuhnya." Tangan Jiro menyentuh wajah Kina. Ibu jarinya mengusap bibir gadis itu.

"Gue gak sudi, sama laki–laki brengsek kayak lo." Entah dorongan apa, Kina meludahi wajah Jiro yang terlalu dekat dengan dirinya.

Jiro tidak marah pada Kina, ia malah tersenyum seraya terkekeh, kemudian mengusap wajahnya. Namun, tangannya bergerak ke arah leher Kina dan mencengkram kuat leher gadis itu. Kina kesakitan dan susah bernapas, tangannya terus berusaha melepaskan tangan laki–laki itu dari lehernya. Bahkan usaha Kina untuk berbicara pun sulit karena cengkraman Jiro sangat kuat. Kina menangis, ia pasrah kalau harus mati saat ini juga.

"Gu—gue, salah—apa—Jiro—?" ucap Kina terbata-bata.

"Salah lo adalah, karena lo selalu nolak gue. Harusnya lo terima gue,"

Kina menendang kepunyaan Jiro di bawah sana, ini membuat Jiro reflek kesakitan dan melepaskan tangannya pada leher Kina. Kina hendak berlari, namun sedetik kemudian Jiro kembali menarik dirinya dan mendorong Kina ke tembok dengan sangat keras. Belum nafasnya normal, Kina sudah merasakan sakit lagi pada punggungnya akibat terhantam tembok.

"Lo gak akan bisa pergi dari sini, selain gue sendiri yang bawa lo pergi."

"Lo cuma perlu terima gue, dan hidup sama gue, maka lo akan selamat, Kinara."

Kina menggeleng kuat, saat Jiro mencengkram rahangnya. "Nggak, gue gak sudi hidup sama laki–laki bejat kayak lo."

"Lo emang mau mati ya Kin?" bentak Jiro.

Kina memejamkan matanya saat tangan Jiro kembali turun ke lehernya, Kina merasakan panas pada lehernya karena Jiro mencekiknya seperti orang kesetanan. Dirinya pasrah, lebih baik ia mati menyusul kedua orang tuanya dibandingkan hidup bersama laki–laki berhati iblis seperti Sajiro.

"Bunuh gue Jiro, lebih baik lo bunuh gue sekarang daripada maksa gue buat hidup sama lo." Ucap Kina setelah Jiro melepaskan tangannya dari lehernya.

"Argh!!" Jiro berteriak dan mendorong Kina ke arah kanan gadis itu. Hingga bahunya tergores sebuah paku karat yang menancap di tembok.

Kina menyentuh bahunya, ia melihat darah mengalir dari bahunya, bahkan bajunya ikut sobek akibat tersangkut paku itu. Mengingat telapak dan punggung tangannya yang penuh luka akibat gesekan kaki Jiro dengan lantai yang kasar tadi, sekarang sudah bertambah luka pada bahunya. Kina memekik saat Jiro kembali menarik tubuhnya dan menghempasnya ke lantai. Jiro berjongkok dan mengangkat dagu gadis itu.

"Lo akan jadi milik gue sepenuhnya."

3 detik kemudian, Kina tidak sadarkan diri akibat cairan yang Jiro suntikan ke dalam tubuh gadis itu. Jiro kembali mencabut jarum suntik itu dan menatapnya.

"Kalo tadi gue langsung bawa dia pulang, gak akan gue sakitin dulu kayak gini."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DANGEROUSLY | Jihoon Treasure Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang