Park Jihoon x OC
⚠️ no one exit door.
"Once you get in here, you won't be able to get out.
come and play with me. Lo cuma perlu terima gue, dan hidup sama gue, maka lo akan selamat, Kinara." [Sajiro Runggala]
Disclaimer :
harshword.‼️
🔞
kekerasan⚠...
Kina terusik karena suara ponselnya yang terus bergetar, ia membuka matanya. Melirik ke sebelah kanannya, masih ada Jiro yang setia memeluknya, laki–laki itu masih terpejam memeluknya dengan keadaan bertelanjang dada.
Kina menggeliat, berusaha melepaskan tangan Jiro yang memeluknya dengan erat, Kina melirik ke arah jam dinding, dan waktu sudah menujukkan pukul 5 sore. Iya benar, keduanya tertidur dari pagi buta sampai sore menjelang malam. Wah, benar–benar cukup lama.
Wajah Kina memanas, tatkala ia membayangkan dirinya tidur bersama Jiro dengan waktu berjam–jam cukup lama, dalam posisi seperti ini.
"Wah, udah gila gue. Kenapa gak bisa nolak?" batin Kina menggerutu.
Lagi–lagi ponsel Kina bergetar, gadis itu mengambil ponsel di sebelah kirinya dan membukanya.
+62 3345612347 Juvi kecelakaan pagi tadi Kin, bisa ke sini gak? Kalo bisa gue suruh Gavi jemput lo Kin, udah sore masih belum bisa bales chat gue? Kin, bales dulu tolong
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Juvi udah sadar, tapi kalo bisa lo ke sini nengok dia Gue kasian karena ibunya masih pemulihan juga
. . .
Kina kembali meletakan ponselnya, dan melirik laki–laki yang ada di sebelahnya.
"Pembohong," gumamnya. Kina mengepal tangannya kuat–kuat. Ia berusaha menjauhkan dirinya dari Jiro.
Jiro terusik karena Kina terus mendorong tubuhnya. "Kenapa sih?" tanyanya dengan mata setengah terpejam.
"Lo pembohong Jiro! lo bilang kalo gue nurutin lo, lo gak akan celakain Juviaz." Kina bangun dan menjauhkan dirinya dari Jiro yang masih terbaring. Kemudian laki–laki itu menyusul duduk di sebelah Kina.
"Kenapa? Juviaz sekarat?" tanyanya santai.
Kina menatap marah laki–laki itu, "jangan pura–pura gak tau."
"Gimana? gak sampe mati kan tapi?"
"Jiro, kan lo bilang lo gak akan sakitin Juvi, kenapa jadinya gini?" Lirih Kina.
Kina terus memukul–mukul dada bidang laki–laki itu, Jiro menahan tangan gadis itu, kemudian ia cekal hingga Kina tak sanggup lagi memukulnya.
"Gue cuma mau nunjukin ke lo. Kalo apa yang gue bilang itu bukan cuma gertakan. Tapi, gue gak akan main–main sama ucapan gue." Tukas Jiro.
"Tapi kan gak gini? kesepakatannya kalo gue ikutin lo, lo gak akan sakitin Juvi. Gue mau ketemu Juvi, Jiro. Gue mau liat kondisi dia." Kina hendak beranjak.
Jiro semakin mencengkram tangan gadis itu, hingga Kina tak bisa beranjak, "gak usah. Gue gak akan izinin lo buat pergi ke sana. Temen lo juga pasti udah ngabarin keadaan dia kan?"