30. Masa lalu Kina

2.5K 191 5
                                        

2,4k words. Semoga tidak bosan🥺🙏🏻

Danuar kedapatan sedang mengetuk pintu kamar Kina

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Danuar kedapatan sedang mengetuk pintu kamar Kina. Ia berani melakukan hal ini dikarenakan Jiro sedang tidak berada di rumah karena kembali melakukan pekerjaannya di luar.

Kina membuka pintu, mendengus kesal saat melihat siapa orang yang menganggu waktu tidurnya.

"Belekan tuh mata lo." Ejek Danuar yang sepertinya mengetahui kalau Kina baru bangun.

"Lo ganggu gue tidur tau gak! mau ngapain?!"

"Ngobrol, penting. Soal masa lalu kita, Kin." Ujar Danuar yang kali ini terdengar serius.

"Gak ada yang perlu kita obrolin lagi soal masa lalu lo sama gue, Ar. Semuanya udah berlalu, toh sekarang gue mau anggep lo temen kan?"

"Please, udah bertahun-tahun gue sembunyiin ini dari lo Kin."

Kina menghela nafas, dan membuka pintunya dengan lebar. Mempersilahkan Danuar masuk ke dalam kamarnya. "Jangan lama-lama, gue takut Jiro ngamuk."

Danuar mengangguk dan masuk ke dalam. Ia mendudukkan dirinya di sofa yang ada di dalam kamar Kina.

"Kin, soal kematian orang tua lo. Lo udah tau siapa pelakunya?"

Kina duduk di tepi ranjang, menghadap ke Danuar duduk di sofa. Gadis ini menganggukkan kepalanya. Dan membuat Danuar membuka matanya dengan lebar.

"Siapa?" tanyanya gugup.

"Lo, kan?" sahut Kina seadanya.

"Kin, gue minta maaf sama lo. Gue beneran gelap mata karena lo putusin gue waktu itu. Kin, kalo sekarang lo mau bales perbuatan gue, dengan lapang dada gue terima Kin. Gue siap pertanggung jawabkan semua yang udah gue lakuin."

Kina beranjak, dan duduk di sebelah danuar. "Nggak ada yang perlu gue bales lagi, Arya."

"Lo gak marah Kin?"

Kina mengangguk. "Marah aslinya, kan gue sempet benci sama lo."

"Tapi, gue bales perbuatan lo pun gak akan bisa buat orang tua gue hidup lagi Ar, semuanya udah lewat."

"Gue waktu itu marah sama lo karena lo putusin gue, padahal emang salah gue selingkuhin lo. Kin, harusnya lo jadi anak yang bahagia karena hidup bareng sama kedua orang tua lo. Tapi penderitaan malah dateng bertubi-tubi ke lo karena lo hidup sendiri tanpa orang tua lo."

Kina terkekeh, "terus gimana Arya? gue harus bunuh lo sekarang juga nih?" Kina mengejek Danuar dengan menaruh kedua tangannya pada leher lelaki itu, seolah bersiap untuk mencekik Danuar. Tak lama menjauhkan kembali tangannya.

"Kalo orang tua gue masih hidup pun gak ngejamin gue hidup bahagia sih Ar, namanya kesulitan pasti bakal dateng ke hidup kita Arya."

"Kin, gue harus apa ya buat nebus kesalahan gue ke lo..?" Lirih Danuar.

Kina memberanikan diri menyentuh tangan Danuar dan mengusap tangan kekar itu. "Cukup lo berubah jadi lebih baik buat diri lo sendiri ya Ar. Gak perlu minta maaf ke gue, gue udah ikhlas kok sama kepergian kedua orang tua gue."

DANGEROUSLY | Jihoon Treasure Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang