31. Meet Haidan and Juvi?

2K 170 8
                                        

Kina mondar mandir tak karuan setelah pagi tadi Jiro masuk ke dalam kamarnya dan secara tiba–tiba laki–laki itu mencium Kina tanpa aba–aba. Ia terus memukul kepalanya, berharap kebodohan hilang dari otaknya.

"Please Kin, lo jangan gampang terbuai kalo dia cium lo! Nih ya Kin, lo berontak please...? lo pukul kek, lo tonjok kek dia. Jangan kayak orang bodoh yang diem aja dikokop begitu?!" Kini kina tengah menunjuk-nunjuk dirinya sendiri sambil menghadap cermin yang ada di kamarnya.

"Inget ya Kin, hari ini bisa aja si Jiro Jiro itu sayang sama lo, tapi besoknya pasti kesurupan lagi, terus nyakitin lo lagi. Jadi, lo jangan gampang terlena sama sikap baiknya itu orang?! awas lo ya! jangan jadi bodoh!" Lagi-lagi Kina mengomeli dirinya sendiri.

Kina memang bingung dengan Jiro, hari ini laki-laki itu seolah sayang dan perhatian padanya. Tapi keesokkannya Jiro pasti akan menyakitinya lagi jika Kina membuat kesalahan. Entah disengaja atau tidak disengaja. Pada intinya, Kina harus berhati-hati dalam bersikap dan berucap, jika tidak ingin Jiro melukainya. Jika hati laki-laki itu tergores sedikit saja, pasti ia tidak akan segan melukai Kina.

"Udah ngocehnya?"

Kina langsung menoleh ke arah sumber suara, Jiro sudah berdiri di ambang pintu. Entah sejak kapan.

"A—anu, lo sejak kapan di situ?" Kina gelagapan.

"Sejak lo bilang gue kesurupan."

Kina menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. "Anu, lo salah denger kayaknya deh." Alibinya.

Jiro masuk ke dalam, menghampiri Kina. "Terserah lo deh."

"Ikut gue ketemu client di luar." Lanjutnya.

"Hah? gak mau ah! males."

"Itu pernyataan Kin, gak ada penolakan."

Kina mendelik malas pada lelaki yang duduk di atas kasurnya. "Ngapain bawa gue sih? kan biasanya juga kerja sendiri."

"Bawel, kalo gue bilang ikut ya ikut. Ganti baju lo, jangan pake baju kurang bahan begitu."

Kina melotot. "Kurang bahan gimana ya? ini ketutup semua? gue juga pake celana panjang kayak biasanya? baju juga nutupin perut dan anggota tubuh lainnya kecuali tangan?!"

"That's point. Bagian atasnya terlalu terbuka, gue gak suka lo diliatin orang–orang nanti."

Padahal menurut Kina, ini biasa saja. Memang terekspos bagian bahunya, tapi masih dalam batas wajar kok.

"Yaudah, sana keluar gue mau ganti baju."

"Lah? tinggal ganti aja, ngapain usir gue?"

Kina geram, ia mengambil bajunya di dalam lemari dan langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Jiro yang melihatnya hanya terkekeh karena wajah Kina yang menujukkan kekesalan. Sebab Kina berjalan pun seraya menghentak-hentakan kakinya. Gadis itu terlihat menggemaskan di mata Jiro.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
DANGEROUSLY | Jihoon Treasure Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang