23. Drunk

2.4K 193 13
                                        

Kinda 🔞

.
.
.
.

Jiro mengambil gelas berisi vodka dan meneguknya dengan sekali tegukan. Wajahnya mengernyit merasakan pahit dari minuman yang masuk dan menusuk tenggorokannya.

"Muka lo asem banget, kenapa deh?" tanya Elkas yang juga seraya meneguk minuman yang sama dengan Jiro.

"Celine ya? lama gak ketemu dia?" tebak Jarrel.

"Gak ada Celine Celine anjing, cewek gue Kina sekarang. Gak inget dia udah tidur sama gue?" Sahut Jiro asal.

"Kalo lo sebut nama cewek selain Kina, gue patahin leher lo." Sambung Jiro, yang sudah setengah mabuk padahal baru menghabiskan 5 gelas vodka.

"Galau banget kayaknya ni orang, galak banget anjing." Tukas Gandhi.

"Kesel banget anjing, cewek gue nangisin cowok lain depan mata gue. Kayak gak ada kerjaan aja bangsat." Ucap Jiro sedikit meracau.

Danuar mengernyitkan dahinya, berusaha mencari kebenaran pada ucapan Jiro, pasalnya Jiro sekarang sudah setengah sadar, hingga Danuar tidak bisa membedakan ucapan Jiro benar atau hanya racauan karena terpengaruh alkohol saja.

"Tidur gimana sih maksud dia?" batin Danuar.

"Lo kasih pelajaran gak?"

Jiro mengangguk. "Gue baru gertak doang sih, kalo besok masih berani nangisin cowok lain. Baru gue kasih pelajaran yang bener."

"Jiakh, lo jagain dah si Kina. Kayaknya saingan lo bukan orang-orang yang ada di tempat kerjanya doang. Tapi temen-temen lo di sini juga."

Jiro mengepalkan tangannya, hendak meninju wajah Jarrel. "Lo urusin cewek yang sering lo ajak tidur, awas aja sampe berani nyentuh Kina. Lo yang gue bikin mati."

Jarrel mendorong Jiro hingga laki-laki itu terhuyung, karena sudah semakin terpengaruh alkohol. "Bercanda doang gue, udah lah sana lo. Gak kira-kira kalo mabok omongannya."

Danuar menatap sinis Jiro, hatinya sedikit panas mendengar Jiro yang terus-terusan menyebut nama Kina. Sampai kapan ia harus menutupi semuanya dari Jiro, menutupi fakta kalau Kina adalah mantan kekasihnya.

Baru tertidur selama 2 jam Kina terbangun karena tenggorokannya kering dan merasa haus. Ia butuh minum sekarang. Melihat seisi kamarnya tidak menemukan air minum, Kina berniat keluar ke dapur sebentar untuk mengambil air.

Kini kamar Kina tidak lagi Jiro kunci dari luar, Kina bebas keluar masuk kamarnya, selagi masih dalam batas tidak keluar rumah itu. Gadis itu berjalan keluar, melihat seluruh lampu mati, dan hanya ada beberapa lampu remang yang menerangi seluruh ruangan di rumah itu, keadaan setiap malam memang seperti ini, lampu utama pasti akan mati, dan keadaan seluruh dalam rumah akan sedikit gelap. Meski sedikit gelap, Kina masih bisa berjalan ke dapur.

Saat melewati tangga, Kina melihat ke lantai dua, ia mendengar suara bising-bising dan sepertinya lampu salah satu ruangan di atas masih menyala dan ada orang di dalamnya. Pikir Kina mungkin itu Jiro yang masih mengerjakan pekerjaannya di tengah malam seperti ini.

Setelah mengambil air, Kina kembali lagi ke kamarnya.


Kina kembali naik ke atas kasur dan merebahkan tubuhnya, menarik selimut sampai menutup seluruh tubuhnya. Baru ia memejamkan matanya, sudah terdengar suara ketukan pintu berkali-kali, disertai suara seseorang yang terus memanggil namanya.

Kina kembali membuka matanya dan bangkit dari kasurnya. Berjalan ke arah pintu, ia membuka pintu tersebut. Tepat di hadapannya Jiro berdiri dengan tatapan sayu dan wajah yang merah. Kina mendadak mual saat mencium bau alkohol yang menempel pada tubuh Jiro. Laki-laki itu memajukan langkah kakinya, mendekati Kina yang berdiri di hadapannya. Jiro menjatuhkan tubuhnya pada Kina. Kina langsung menahan tubuh Jiro yang mengarah padanya.

DANGEROUSLY | Jihoon Treasure Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang