Park Jihoon x OC
⚠️ no one exit door.
"Once you get in here, you won't be able to get out.
come and play with me. Lo cuma perlu terima gue, dan hidup sama gue, maka lo akan selamat, Kinara." [Sajiro Runggala]
Disclaimer :
harshword.‼️
🔞
kekerasan⚠...
Kina mendengar seseorang meneriakinya, sampai pandangannya menoleh ke arah kanan di mana mobil sport berwarna merah berjalan ke arahnya dengan kecepatan di atas rata–rata.
BRUGHH!!
Kina merasakan mobil itu menghantam dirinya dengan sangat keras. Bahkan Kina sudah terpental lumayan jauh, ia kerasakan kepalanya terbentur aspal. Sesaat kemudian pandangannya kabur dan Kina tidak sadarkan diri.
"Jarrel anjing," Jiro berlari menghampiri Kina.
Pengemudi mobil itu keluar dari dalam mobil dan turut menyaksikan korbannya.
"Jarrel anjing! rencana awal gak kayak gini ya bangsat."
Jiro menaruh kepala Kina di atas pahanya. Berusaha membangunkan gadis yang sudah tidak sadarkan diri itu.
"Maafin gue Ji" ucap lelaki yang memiliki nama Jarrel itu.
"Kan gue bilang, harusnya yang lo tabrak itu gue, bukan dia! Lo tabrak gue setelah gue tarik dia."
"Lo kelamaan nariknya sumpah."
"Lo kecepetan bego! rencana awal lo tabrak gue di depan dia supaya dia iba sama gue. Bukan malah dia yang jadi korban, tolol."
"Ah elo, salahin gue aja terus. Udah tau ini salah lo juga bikin rencana yang beresiko kayak gini. Daripada lo salahin gue terus, better kita bawa Kina ke rumah sakit, kalo dia sekarat gimana?"
Setelahnya ia mengangkat tubuh Kina dan memasukkan Kina ke dalam mobil untuk mereka bawa ke rumah sakit.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jiro berjalan ke sana kemari di dalam ruangan tempat Kina mendapatkan perawatan. Ia terus memukuli kepalanya berulang kali. "Bodoh banget si Jarrel."
Langkah Jiro terhenti kala melihat Kina membuka matanya, lantas ia langsung berjalan mendekati brankar dan duduk di kursi yang ada di sebelah brankar.
"Kina," panggil Jiro.
Kina merasakan kepalanya sangat sakit sekali, bahkan ia masih sulit mengenali siapa orang yang berada di dalam ruangannya ini.
"Lo di rumah sakit Kin, lo kecelakaan."
Kina langsung melebarkan matanya, ia hendak bangun dan merubah posisinya menjadi duduk, namun Jiro menahannya terlebih dahulu.
"Tiduran aja" titah Jiro yang diikuti oleh Kina.
"Lo? lo nolongin gue?" tanya Kina.
Jangan tanyakan ekspresinya, ekspresi Kina sudah pasti datar dan sinis kepada Jiro, meskipun nantinya ia tahu bahwa Jiro yang menolongnya, ekspresi di wajahnya itu itu tidak akan pernah berubah.