Park Jihoon x OC
⚠️ no one exit door.
"Once you get in here, you won't be able to get out.
come and play with me. Lo cuma perlu terima gue, dan hidup sama gue, maka lo akan selamat, Kinara." [Sajiro Runggala]
Disclaimer :
harshword.‼️
🔞
kekerasan⚠...
Kina berjalan kaki mengitari sebuah pasar malam yang ia temukan saat beberapa menit setelah ia meninggalkan Jiro tadi.
Sudah hampir 2 jam Kina berada di sini, karena sudah larut malam, beberapa orang sudah berkemas membereskan lapaknya. Dan sepertinya pasar malam ini akan segera tutup. Alhasil, Kina juga harus pergi dari sana.
Kondisi mata gadis itu sembab, akibat menangis selama mengitari pasar malam. Tak peduli orang akan memperhatikannya, yang Kina lakukan hanyalah menyalurkan semua kesedihan lewat tangisannya.
Gadis itu kembali berjalan kaki, hingga menemukan sebuah taman yang sudah sepi, dan hanya tersisa beberapa pasangan yang masih menghabiskan waktunya dengan mengobrol di taman itu. Kina melangkahkan kakinya ke arah bangku taman yang memang tersedia di sana. Gadis itu menaruh tubuhnya untuk duduk di atas bangku tersebut.
Kina mengedarkan pandangannya ke pasangan muda mudi yang tengah bercengkrama riang di sana. Dalam raut wajah yang sedih, Kina masih bisa tersenyum karena melihat moment tersebut. Tapi tetap saja ia masih teringat perkataan yang dilontarkan oleh Papanya Jiro. Itu benar–benar menusuk hatinya.
"Eh kenapa ya gue gak ditakdirkan buat bahagia? kenapa juga gue harus jatuh hati sama orang yang udah jelas kehidupannya beda sama gue? kenapa sih gue ditakdirin ketemu sama berandal yang bikin gue jatuh cinta?" Kina menendang nendang kerikil yang ada di dekat kakinya.
"Kalo gue bisa minta juga, gue gak mau kali dapet takdir hidup kayak gini, ditinggal orang tua. Hidup sendirian, dan terjebak sama orang asing yang akhirnya gue juga malah cinta sama dia."
. .
Seseorang dari kejauhan terus memantau keadaan Kina yang tengah terlihat sedih. Pria itu mengabari bosnya mengenai kondisi terkini Kina.
"Lagi duduk sendiri di bangku taman, tapi kalo yang gue liat mukanya sedih banget. Tapi sejauh ini aman, lo tenang aja."
Dari sebrang sana Jiro terlihat khawatir saat mendengar perkataan yang disampaikan oleh orang suruhannya itu.
"Gue susul aja ke sana ya? gak tega."
"Gak usah, lo tenang aja. Dia juga gak aneh–aneh, tadi habis dari pasar malem. Makanya sekarang pindah ke taman ini."
. . . .
Jiro sudah berada di rumah, ia masih terus memantau keadaan Kina melalui orang suruhannya. Karena Kina sendiri tak kunjung pulang ke rumah.
Jiro merasa bersalah pada gadis itu, ia juga tidak akan menyangka kalau Papanya akan menolak Kina. Padahal dari dulu, yang ia tahu Papanya tidak pernah ikut campur soal pasangan Jiro. Semua terserah Jiro, Mama dan Papanya tidak akan mengatur pasangannya kelak.
Kini ia bergegas mengambil kunci mobil dan jaketnya, kemudian mengeluarkan kembali mobilnya dari dalam garasi. Berniat akan mencari gadisnya yang tak kunjung pulang ke rumah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.