39. Drunk with someone else

2.2K 174 15
                                        

Hari ini Jiro mengajak Kina keluar dengan alasan merasa kasihan karena Kina jarang merasakan suasana luar. Karena gadis itu hanya terus berdiam diri di rumah besar yang mana penghuni tetapnya hanya mereka berdua.

Kini keduanya tengah asik mengitari supermarket, untuk membeli segala kebutuhan rumah tangga keduanya. Maksudnya, segala kebutuhan dapur rumah Jiro. Memang ada Bi Ani yang membantu di rumah Jiro namun tetap yang turun tangan berbelanja selama ini adalah Jiro sendiri, terlebih sekarang sudah ada Kina. Jiro yang lebih tahu apa saja yang Kina suka dan butuhkan, dan apa saja yang Kina tidak suka.

"Udah gak usah banyak–banyak belinya, nanti kan bisa belanja lagi kalo kurang."

Jiro masih setia melihat dan memilah pada display cemilan sehat. "Gue lagi mau banyakin snack sehat buat lo. Biar gak sembarangan makan."

"Tapi itu udah banyak," eluh Kina.

"Ya udah iya, susunya cukup kan?"

Kina mengangguk, "cukup, kan di rumah juga masih ada satu box. Lagian gue cuma susah tidur aja, bukan bayi yang harus minum susu setiap hari."

"Lo kan bayi gue, manis." Jiro dengan jahil mencubit pipi gadis itu.

"Diem deh," ucap Kina menyembunyikan rasa salah tingkahnya.

Keduanya membayar belanjaan mereka yang terbilang banyak itu. Setelahnya Jiro mengajak Kina makan malam di sebuah resto, juga sekalian menemani Jiro bertemu dengan clientnya yang kebetulan ada jadwal pertemuan.

"Lo pesen aja dulu, gue samain kayak punya lo aja ya. Gue mau ke toilet sebentar. Nanti kalo cilent gue udah dateng lo bisa suruh dia tunggu gue." Jiro meninggalkan Kina sendirian dan beranjak ke toilet.

Kina duduk dan membuka buku menu, ia memesan makanan untuk Jiro dan dirinya. Setelahnya ia mengambil ponsel dan mengotak–atik ponselnya seraya menunggu Jiro datang.

"Sorry, meja ini udah ada yang tempatin kah?"

Kina mengangkat kepalanya saat seseorang datang dan berbicara kepadanya. "Iya—"

"Kina?"

"Mas Dinan?" Kina bangkit dari duduknya.

"Lo bisa di sini? maksud gue, ini meja tempat lo?"

Kina mengangguk, "iya mas, ini tempat gue sama temen gue."

"Oh ya? gue kebetulan mau ketemu sama orang dan dia ngasih tau gue untuk duduk di meja no 10 ini. Kok bisa kebetulan ya?"

Kina mengernyitkan dahinya. "Hah? iyakah? siapa temen lo mas?"

"Sajiro, Kin. Gue mau meeting sama dia. Lo kenal?"

"Dinan," muncul Jiro di hadapan mereka. Dinan dan Kinan, serta Jiro saling melihat satu sama lain. Yang sepenuhnya kebingungan adalah Dinan dan Kina.

"Jiro, lo kenal deket sama Kina?"

"Istri gue Nan." Sahut Jiro asal.

Kina mengerutkan dahinya berusaha mengklarifikasi ucapan Jiro. "Nggak mas—" namun ucapannya terpotong oleh Jiro yang langsung merangkul gadis itu.

"Kenapa sayangku, istriku?" Jiro menoleh sekilas ke arah Kina.

"Tapi Ji, Kina bilang dia ke sini sama temennya. Gue gak tau kalo dia udah nikah. Sorry ya." Jiro mempersilahkan Dinan dan Kina untuk duduk.

"Oh gitu? lo kenal sama istri gue? maaf ya istri gue emang suka gini, kalo di belakang gue gak mau ngakuin kalo dia udah bersuami." Jiro mengusap–usap bahu gadis itu. "Nakal."

DANGEROUSLY | Jihoon Treasure Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang