001

3.6K 47 0
                                        

Vote dulu, ya? 😘
☆→★

Lisa Aluna Dirgantara, adalah seorang gadis bar bar berusia 18 tahun dan sekarang masih duduk di bangku kelas 3 Sma . Ia adalah anak tunggal dari sepasang suami istri yang berkerja di bidang bisnis. Itulah yang membuat Lisa selalu hidup bergelimpangan harta. Karena orang tua nya begitu memanjakan nya.

"Hai guys," sapa Lisa saat sampai di dalam kelasnya.

Lisa termasuk anak yang nakal. Ia bahkan sudah menjadi langganan guru BK di sekolahnya yang bernama Blue Sky high School.

" Hai bestie, " jawab sang sahabat yang bernama Kaizy Belvina. Ia adalah salah satu sahabat dekat nya Lisa di kelas.

"Guys kekantin yukk, gue laper banget ni," rengek Ardell mengeluh kelaparan. Wanita satu ini sangat mencintai makanan. Jika ada makanan maka sudah di pastikan ada dia di sana. Ardell memiliki porsi makan yang besar namun aneh nya ia tetap saja kurus tanpa perubahan yang berarti di tubuh nya.

"Yaudah ayok gue juga belum sempat sarapan, " ucap Lisa yang merasakan getaran di perut nya , pertanda gadis itu sedang kelaparan.

Keempat gadis cantik bak bidadari itu pun berjalan dengan anggun ke kantin membuat beberapa siswa laki laki menjadi terpana dengan kecantikan yang begitu sempurna sekali.

"Gue baru nyadar kalau di sekolah kita ada bidadari. "

"Semoga salah satu dari mereka ada yang mau sama gue. "

"Ini udah pagi woi jangan mimpi lo. "

"Gue mau sama cewe yang rambut pendek itu," tunjuk salah satu laki laki pada Lisa

"Tapi dia keliatan tomboy gak sih, gue mah suka yang feminim aja. "

Desah desuh para laki yang mengagumi kecantikan Lisa dan ketiga sahabat nya terus terdengar nyaring di telinga.

Para siswa laki laki terus membicarakan kecantikan yang di miliki Lisa dan ketiga sahabat itu. Berbeda dengan para siswinya yang merasa tak terima karena pacar mereka terus melirik Lisa dan ketiga teman nya. Salah satu di antara mereka pun memberanikan diri untuk menghampiri Lisa dan teman teman nya yang baru saja sampai di kantin. Gadis tersebut mendekat kemudian lansung menjambak rambut bergaya pixie cut milik Lisa.

Namun, sayang karena kependekan rambut yang di miliki oleh Lisa, gadis itu dengan mudah melepaskan rambutnya dari jambakan gadis tersebut.

"Lo nyari mati hah! " bentak Lisa yang tersulut emosi. Apa salah Lisa hingga gadis ini secara tiba tiba menjambak rambutnya. Tidak mungkin 'kan kalau gadis ini hanya iseng dan menjambak rambut Lisa tanpa alasan?

"Heh lo tu jadi cewek jangan kegatelan deh sama cowok orang! " bentak Gadis itu dengan sangat berani tanpa mencari tau dulu identitas yang dimiliki oleh Lisa .

"Kegatelan? Sama cowok lu? Cowo mana maksud lo? Disini banyak cowok, " cibir Lisa dengan tatapan remeh yang di tujukan pada gadis itu yang ternyata bernama Nadia.

Gadis yang bersekolah di sini menggunakan beasiswa.
Gadis itu pun mulai menunjuk ke arah sekumpulan laki laki yang sedang bercanda di ujung lorong sana.

" Itu! Yang pake jaket itu cowok gue," ujar Nadia dengan sangat bangga, karena mungkin pacarnya yang paling lumayan diantara pemuda yang lain. Namun, untuk menjadi tipe seorang Lisa, itu masih sangat jauh sekali.

"Ngapain gue kegatelan sama cowok muka pas pasan begitu," ucap Lisa.  tawanya hampir pecah mendengar tuduhan memalukan itu. Bagaimana mungkin dia di tuduh mendekati cowok jelek seperti itu.

"Apa lo bilang muka cowok gue pas pasan! Lo buta ya? liat tu dia paling ganteng diantara teman teman nya," ujar Nadia lagi sambil memuji ketampanan pacarnya yang sebenarnya tidak lah tampan.

"Serah lu," Lisa masa bodoh dengan gadis gila itu. Ia sangat malas berdebat.

Gadis itu pun mengajak ketiga temannya untuk duduk di salah satu bangku yang berada di ujung kantin tanpa mempedulikan keberadaan si anak sialan, Nadia.

"Kasih skincare tu cowok, ireng bener," ejek Kaizy  yang sedang berusaha memanas manasi Nadia.

"Apa! Awas aja lo, gue bakal balas nanti!" teriak Nadia kesal sambil berjalan keluar dari kantin. Jujur saja gadis itu sangat malu saat tadi berdebat dengan Lisa, karena semua orang mengarahkan pandangan jijik padanya. Hal itu tentu saja membuat Nadia menjadi risih.

" Gadis bernama Lisa itu, " gumam Nadia sambil mengepal kan tangan nya, karena baru kali ini dia merasa seperti di tindas oleh seseorang.

'Gue bakalan balas dendam, ini gak bisa di biarin,' batin Nadia sambil menunjukkan seringai nya.

Jangan lupa vote dan komen 🙏

Ini cerita tanda baca dan kata-kata nya masih banyak yang salah, jadi harap dimaklumi.

Yang baca tanpa Vote pantat nya kelap kelip! 🤭

Baca juga cerita baru aku "Tiktoreis, ya?"

ANDREANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang