Jangan lupa vote dan komen ya, beb💋
☆→★
Dengan perasaan canggung, Lisa melarikan diri kekamar mandi, tempat keramat yang selalu bisa ia andalkan.
Jantungnya bagaikan sedang berlari maraton, berdetak tanpa henti dalam tempo tantrum. Lisa mengipasi wajahnya yang terasa panas. "Hufh ... tenang, Lisa. Ini cuman ciuman biasa, gak ada istimewa-istimewanya." Bayangan ketika Andrean dengan lembut melumat bibirnya kembali tergiang, membuatnya ingin bunuh diri sekarang juga. Sial, kenapa dengan dirinya hari ini.
Lisa menguyur tubuh panasnya dibawah pancuran shower. Rasa penat dan lelahnya seakan luntur bersamaan dengan air yang mengalir turun kebawah.
***
Lisa dan Andrean berada di satu mobil yang sama. Lisa duduk kaku bagai boneka, ia masih canggung karena masalah tadi, padahal Andrean sendiri tampak santai.
"Tumben diem," tanya Andrean lembut. Matanya terus fokus pada jalanan yang sangat padat.
"Gak ada." Tak ingin terlalu gugup di depan sang suami. Lisa membuka ponselnya untuk melihat apapun yang bisa ia lihat.
( Beban keluarga 💃🏻)
Kaizyyy🤰:
Si Lisa kemana, ya?
@Liss, you kemana, anak pungut?
𝟸𝟷:𝟻𝟻
Kanibal 😗🗿
Iyaa, nih.
Padahal gue udah kangen porotin duit dia😭
𝟸𝟷:𝟻𝟼
Tiarangg 💇♀️=💇♂️:
Iya, anjirr😭
Ntar dia datang kita serbu duitnya ☺
𝟸𝟷:𝟻𝟾
Kaizyy 🤰:
@Liss, sepak!
𝟸𝟸:𝟶𝟿
Kanibal😗🗿:
@Liss, kalau kata gue mending bunuh sih.
𝟸𝟸:𝟹𝟺
Lisa mendengus kesal melihat itu. Dasar teman-teman laknat!
Anda:
P*pek kalian🖕🏻☺
𝟶𝟾.𝟷𝟸
"Kamu marah sama saya?" tanya Andrean tiba-tiba. Lisa segera mengalihkan perhatiannya dari ponsel.
"Eh, apa?" Lisa terlihat bingung apa maksud dari pertanyaan sang suami barusan.
"Apa karena tadi pagi? Kamu gak suka saya cium?" Pertanyaan ceplas-ceplos Andrean membuat Lisa merona malu.
"Ee, bukan Itu ...." Lisa menunduk malu. Mobil Andrean memasuki area sekolah, suatu kebetulan yang membantu Lisa.
"Aku masuk dulu, dadah!" Lisa berlari canggung masuk ke gedung sekolah, membuat sang suami terkekeh melihat kelakuan wanitanya.
Lisa kembali berbalik dan melihat mobil Andrean berjalan menjauhi area sekolah. "Sumpah gue malu banget." Lisa menepuk jidatnya malu-malu.
Sebuah mata elang tajam menatap mobil hitam yang kian mengecil dari pandangan. "Ternyata benar. Heh, menarik."
***
"Arghh ... Lisa, huhuhu." Ketiga anak manusia menyerbu Lisa lalu memeluknya erat, Lisa kesulitan bernafas dibuatnya.
"Apaan sih lo pada, lebay amat." Lisa memutar bola mata malas, lalu mendorong satu persatu bahu temannya.
"Ih, Lisa ... kita kangen tau." Kaizy mempout bibirnya cemberut, membuat Lisa jijik melihat itu.
"Kita bukan lebay! Lo kebanyakan gak sekolah, ketinggalan gosip 'kan." Mendengar kata gosip, jiwa kepo Lisa meronta-ronta ingin tau.
"Gosip apaan?" tanya Lisa. Gadis itu bersikap seolah dia tidak peduli.
"Gak bisa ngobrol disini, kita cari tempat sepi dulu," usul Ardell bijak.
"Oke, kita ke rooftop aja." Keempat manusia dengan paras cantik diatas rata-rata itu berjalan santai melewati kerumunan siswa yang menatap kagum mereka.
"Gila, bidadari Lisa akhirnya kembali lagi."
"Akhirnya circle mereka lengkap lagi."
"Kiw ... kiw, cewe rambut pendek. Cantek banget, neng Lisa."
Desas-desus para siswa terus terdengar. Mereka dengan santai melewati koridor hingga akhirnya sampai ditempat tujuan.
"Cepat bilang, ada gosip apa selama gue pergi?" tanya Lisa penuh penekanan disetiap kata-katanya.
"Si Nadia ... dia ...." Kaizy terus menjeda perkataannya, membuat Lisa kesal setengah mati.
"Nadia kenapa? Cepat bilang!"
Mereka menuntun Lisa untuk duduk di sebuah kursi panjang. "Si Nadia hamil!" sambar Ardell menggebu-gebu.
"Apa?! Serius? A-anak siapa?" Lisa menatap serius ketiga sahabat, berusaha menggali informasi lebih banyak.
"Anaknya Kevin." Jawaban Tiara semakin membuat Lisa terkejut. Selama itukah dia tidak sekolah hingga ketinggalan informasi hot ini.
"Kok bisa? Maksudnya, bukannya Kevin gak suka sama Nadia, ya?" tanya Lisa penasaran.
"Kejadiannya di bar, pas ketika gue ada disana." Tiara mulai bercerita panjang lebar.
« Flashback on »
"Ayo kita sewa jalang!" seru Heri semangat. Pemuda 18 tahun itu memasuki bar dengan perasaan gembira. Ia terus memandang lapar para wanita berpakaian minim yang berlenggak-lenggok dengan lincah diatas meja.
Mereka menggeliat tanpa malu diatas meja kerumunan pria agar disewa. Tubuh mereka bagaikan daging segar yang sengaja menyerahkan diri pada sang harimau.
"Serah lu, Her. Kita mau duduk ditempat karoke aja," sahut Tiara sembari menuntun kedua teman wanitanya keruang karoke yang sudah dipesan jauh-jauh hari.
Ketika Tiara dan kedua temannya ingin masuk keruang karoke, gadis itu tanpa sengaja melihat seseorang yang sangat familiar diingatannya.
'Nadia? Ngapain dia disini?' Tiara semakin mendekat keruang sebelah. Ia tercengang melihat pemandangan menjijikkan didepannya.
Nadia terus memaksa seorang pemuda yang tak lain adalah Kevin untuk meminum alkohol.
Kevin tampak sudah tak sanggup menelan minuman terlarang itu, namun Nadia tak berhenti memaksanya hingga sang pemuda mabuk berat.
Ditengah perjuangan melawan perasaan pusing dan gairah besar, Nadia justru dengan sengaja menyodorkan tubuhnya pada harimau lapar itu.
"Jalang!" Dengan perasaan mual, Tiara terus melihat kedua insan saling menyatu kasih didalam ruangan itu.
« Flashback off »
"Pantes bunting," cibir Lisa dengan wajah datar. Sebenarnya dia merasa kasihan pada Nadia, tapi sang gadis tidak tau harus apa.
"Iya, anjirr. Pantes auranya jalang banget ...."
Jangan lupa vote ya🙏 sumpah, ceritanya aneh banget, tapi semoga suka, ya?
Baca juga dong cerita aku (Obsesi: Seni yang Kelam) di vote , ya?
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDREAN
Teen FictionJangan menilai sebelum membaca !! Typo bertebaran !! Follow dulu sebelum baca 🙏 Lisa adalah seorang gadis berusia 18 tahun, hidup bergelimpangan harta, bebas ke sana ke mari membuat nya jarang pulang ke rumah, orang tua nya yang melihat itu lanta...
