046

438 13 1
                                        

Parah yang gak vote!
☆→★

" Lisa gue anterin pulang, ya? " tanya salah satu pemuda yang tak lain adalah Kevin.

Yaps! Si brandal sok ganteng ini belum menyerah juga mengejar Lisa.

" Gak mau. Gue dijemput! " tolak gadis itu mentah-mentah. Bukannya segera mundur, Kevin justru terus mengejar dan menempeli Lisa seperti lintah.

"Lepasin gila! Apa-apaan sih lo! Ngeselin banget, " ucap Lisa berdecak sebal. Tanpa pikir panjang ia langsung mendorong tubuh Kevin agar menjauh darinya.

" Aww! Sakit, Lisa! "

" Manja lo! " cibir Lisa. Wajah datarnya menatap malas pemuda gila satu ini.

" Ayo Lisa gue anterin pulang, " ajak Kevin. Dengan tak tau malunya ia langsung menarik tangan Lisa agar mau mengikutinya.

Tepat saat Lisa akan melayang pukulan, sebuah tangan besar menahannya. " Gak perlu! Lisa pulang bareng gue " Suaranya yang datar dan terkesan mengerikan membuat Kevin reflek melepaskan cengkraman nya pada tangan Lisa.

Sebuah senyuman terukir di wajah Dean sebelum ia menarik tangan Lisa menuju parkiran.

" Lepasin! " Lisa langsung menghempas 'kan tangannya yang digenggam Dean.

" Udah gue nolongin bukannya terima kasih. "

" Gue gak pernah minta ditolong ama lo! " cibir Lisa malas. Apaan laki-laki bodoh ini? Ini datang bak pahlawan kesiangan dan sekarang minta imbalan terima kasih? Oh tidak bisa, karna kata terima kasih Lisa sangat langka.

" Ya emang sih! Tapi 'kan gue mau nolongin. " Tanpa mendengar bacotan Dean lagi, Lisa langsung pergi begitu saja.

" Heh! Lisa, tunggu! Gue bakal nganter lo! " Dean buru-buru menaiki motor sport nya lalu mengejar sang pujaan hati.

" Lisa, pulang bareng gue, ya? " Dean berusaha selembut mungkin membuju Lisa. Semoga gadis ini tak keras kepala.

" Gausah. Gue pulang pake taksi aja, " balas Lisa acuh.

" Lisaa ... ayo pulang bareng gue! Ya, boleh ya? Sekali aja, Lis! Lain kali gue gak minta lagi. Kali inii aja! " mohon Dean.

Dean terus berusaha membujuk Lisa sampai gadis itu muak mendengarnya dan berakhir setuju.

Selama perjalanan Lisa hanya diam tanpa berniat membalas perkataan Dean yang terus bicara tanpa lelah.

" Kok diem aja, Lis? Lo terpaksa ya pulang sama gue? " tanya memastikan. Padahal dalam hatinya ia tak peduli, yang terpenting Lisa bisa disampingnya.

" Iya kok tau? Gue terpaksa banget malah, " balas gadis itu sambil tersenyum kecut.

Dean tertawa pelan melihat senyum Lisa dari spion. Ya, walaupun senyum Lisa rada mirip moster.

" Akhirnya lo senyum juga. Gue seneng liatnya, " ucap Dean sambil terus fokus membawa motornya.

" Oh, ya? " Lisa tersenyum sangat lebar, hingga wajahnya terlihat seperti hantu momo. Dean yang tak sengaja melihat spion seketika ngakak brutal melihat wajah Lisa yang sangat mirip dengan hantu momo.

" Bwahaha ... mukanya haha! Mending lo gausah senyum aja ... haha. " Dean berusaha menahan tawanya.

Sebuah pukulan mendarat sempurna di punggung Dean. " Aww! Lo pikir gak sakit apa? " pekik Dean sambil mengelus punggungnya yang sakit akibat pukulan Lisa.

" Biarin! Siapa suruh lo ketawa. "

" Habisnya lo lucu amat. "

" Lo tau najis? "

ANDREANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang