Parah yang gak vote!
☆→★
" Lisa gue anterin pulang, ya? " tanya salah satu pemuda yang tak lain adalah Kevin.
Yaps! Si brandal sok ganteng ini belum menyerah juga mengejar Lisa.
" Gak mau. Gue dijemput! " tolak gadis itu mentah-mentah. Bukannya segera mundur, Kevin justru terus mengejar dan menempeli Lisa seperti lintah.
"Lepasin gila! Apa-apaan sih lo! Ngeselin banget, " ucap Lisa berdecak sebal. Tanpa pikir panjang ia langsung mendorong tubuh Kevin agar menjauh darinya.
" Aww! Sakit, Lisa! "
" Manja lo! " cibir Lisa. Wajah datarnya menatap malas pemuda gila satu ini.
" Ayo Lisa gue anterin pulang, " ajak Kevin. Dengan tak tau malunya ia langsung menarik tangan Lisa agar mau mengikutinya.
Tepat saat Lisa akan melayang pukulan, sebuah tangan besar menahannya. " Gak perlu! Lisa pulang bareng gue " Suaranya yang datar dan terkesan mengerikan membuat Kevin reflek melepaskan cengkraman nya pada tangan Lisa.
Sebuah senyuman terukir di wajah Dean sebelum ia menarik tangan Lisa menuju parkiran.
" Lepasin! " Lisa langsung menghempas 'kan tangannya yang digenggam Dean.
" Udah gue nolongin bukannya terima kasih. "
" Gue gak pernah minta ditolong ama lo! " cibir Lisa malas. Apaan laki-laki bodoh ini? Ini datang bak pahlawan kesiangan dan sekarang minta imbalan terima kasih? Oh tidak bisa, karna kata terima kasih Lisa sangat langka.
" Ya emang sih! Tapi 'kan gue mau nolongin. " Tanpa mendengar bacotan Dean lagi, Lisa langsung pergi begitu saja.
" Heh! Lisa, tunggu! Gue bakal nganter lo! " Dean buru-buru menaiki motor sport nya lalu mengejar sang pujaan hati.
" Lisa, pulang bareng gue, ya? " Dean berusaha selembut mungkin membuju Lisa. Semoga gadis ini tak keras kepala.
" Gausah. Gue pulang pake taksi aja, " balas Lisa acuh.
" Lisaa ... ayo pulang bareng gue! Ya, boleh ya? Sekali aja, Lis! Lain kali gue gak minta lagi. Kali inii aja! " mohon Dean.
Dean terus berusaha membujuk Lisa sampai gadis itu muak mendengarnya dan berakhir setuju.
Selama perjalanan Lisa hanya diam tanpa berniat membalas perkataan Dean yang terus bicara tanpa lelah.
" Kok diem aja, Lis? Lo terpaksa ya pulang sama gue? " tanya memastikan. Padahal dalam hatinya ia tak peduli, yang terpenting Lisa bisa disampingnya.
" Iya kok tau? Gue terpaksa banget malah, " balas gadis itu sambil tersenyum kecut.
Dean tertawa pelan melihat senyum Lisa dari spion. Ya, walaupun senyum Lisa rada mirip moster.
" Akhirnya lo senyum juga. Gue seneng liatnya, " ucap Dean sambil terus fokus membawa motornya.
" Oh, ya? " Lisa tersenyum sangat lebar, hingga wajahnya terlihat seperti hantu momo. Dean yang tak sengaja melihat spion seketika ngakak brutal melihat wajah Lisa yang sangat mirip dengan hantu momo.
" Bwahaha ... mukanya haha! Mending lo gausah senyum aja ... haha. " Dean berusaha menahan tawanya.
Sebuah pukulan mendarat sempurna di punggung Dean. " Aww! Lo pikir gak sakit apa? " pekik Dean sambil mengelus punggungnya yang sakit akibat pukulan Lisa.
" Biarin! Siapa suruh lo ketawa. "
" Habisnya lo lucu amat. "
" Lo tau najis? "
KAMU SEDANG MEMBACA
ANDREAN
Teen FictionJangan menilai sebelum membaca !! Typo bertebaran !! Follow dulu sebelum baca 🙏 Lisa adalah seorang gadis berusia 18 tahun, hidup bergelimpangan harta, bebas ke sana ke mari membuat nya jarang pulang ke rumah, orang tua nya yang melihat itu lanta...
